Wanita Paling Buruk

Tanya KonselorCategory: PsikologiWanita Paling Buruk
Ade Fatahilah asked 7 months ago . Client detail : male, 25-30 y.o

Hi, Saya Ade, 3 tahun lalu saya dikecewakan oleh seorang wanita yg aku kira dia “yg aku cari” ternyata justru sebaliknya. Pasca kejadian itu kepribadianku berubah, aku jadi pemarah, susah fokus, dan berubah menjadi dendam, bahkan aku memberikan label di kontak dgn nama TUKANG PHP JAHAT, bahkan setiap aku menceritkan ttg dia hanya kebencian yg aku rasa, aku bahkan sampai mendoakan yg tidak baik bahkan mengutuk dia, yg membuatku sedih aku bertindak jahat dgn mudah sekarang, aku rindu dgn kepribadianku yg dulu penuh dgn hal positif, itulah knp aku berharap dia menderita dan segera mendapatkan karma yg pedih, tolong aku…

1 Answers
Windri Citrawardhani Staff answered 1 month ago

Terima kasih sudah jujur menceritakan ini, Ade.

Rasa kecewa yang mendalam memang dapat mengubah cara seseorang berpikir dan bersikap. Kondisi yang sedang dialami saat ini bukan berarti kamu berubah menjadi pribadi yang buruk, melainkan menunjukkan bahwa luka tersebut belum terselesaikan dan masih terus memengaruhi emosi.

Yang paling terasa bukan hanya kebencian terhadap dirinya, tetapi juga kesedihan karena merasa kehilangan versi diri yang dulu.

Beberapa hal yang dapat mulai dilakukan secara perlahan:

  1. Mengurangi hal-hal yang membuat luka tetap aktif, seperti memberi label negatif atau terus mengulang cerita dalam pikiran.
  2. Mengganti atau menghapus kontak tersebut dapat menjadi langkah awal yang sederhana namun bermakna.
  3. Memisahkan peristiwa dari identitas diri. Perlakuan yang diterima berasal dari orang lain, tetapi perubahan yang terjadi saat ini bukanlah gambaran tetap tentang siapa dirimu.
    Menyalurkan emosi dengan cara yang aman, misalnya melalui tulisan, agar tidak terus terpendam atau berputar dalam pikiran.
  4. Menghidupkan kembali aktivitas kecil yang dulu membuat merasa nyaman dan positif, tanpa harus menunggu pulih sepenuhnya.

 
Keinginan untuk melihat dirinya menderita merupakan reaksi yang bisa muncul dari luka yang dalam, tetapi hal tersebut tidak memberikan pemulihan yang nyata. Yang lebih membantu adalah secara perlahan melepaskan keterikatan emosional yang masih tersisa.

Bagian diri yang dulu tidak benar-benar hilang. Ia masih ada, hanya tertutup oleh luka yang belum selesai. Dengan proses yang bertahap dan kesadaran yang sudah mulai muncul seperti sekarang, kondisi ini dapat berubah.

Pemulihan itu mungkin, dan kamu sedang berada di arah yang tepat menuju ke sana.