to-my-lovely-sister

Tanya KonselorCategory: Remajato-my-lovely-sister
Gia asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Kak, saya merasa bahwa kakak jauh lebih disayang dengan ibu.. saya merasa seperti orang asing di keluarga sndiri karna tidak sepintar kakak. Ibu juga begitu jelas menampakkan pilihkasi nya. Saya sering merasa tidak berguna 😉 bahkan ketika saya melakukan semua pekerjaan rumah, ibu masih tetap mengatakan bahwa saya tidak pernah sedikit pun mengerjakan nya. Apakah salah jika saya menyakiti diri saya sendiri? Saya kadang tidak tahan dengan perilaku ibu. Saya menangis ketika ibu membeda beda kan saya dengan kakak, tapi saya kemudian menampar pipi saya agar berhenti menangis, saya tidak merasakan sakit, saya terus menampar pipi saya ketika air mata saya keluar. Setelah saya berhenti menangis saya selalu ingin mengakhiri semua nya. Ide ide buruk sering muncul bahkan ide untuk bunuh diri sering menghantui saya. Saya ingin bercerita kepada teman teman saya, tapi saya terlalu malu. Saya juga tidak bisa membiarkan mereka melihat mental saya yang seperti ini. Jadi saya hanya berdiam tanpa diketahui oleh kelurga saya dan juga teman teman saya.

1 Answers
Ayudia Chairani Staff answered 6 years ago

Hallo Gia, terima kasih ya sudah sabar menunggu balasan dari kami. Kamu merasa dibandingkan dengan kakak karena kakak memiliki hal yang lebih dari kamu dan ibu menampakkan pilih kasih nya dengan jelas. Nah, dari perlakuan tersebut kamu bisa saja mengambil sisi positif nya agar kamu merasa tidak diasingkan.
Apa sih sisi positifnya?… Ini nih Gia, hal seperti itu mungkin dilakukan ibu agar kamu bisa bertekad lebih dan lebih sehingga bisa sama dengan sang kakak atau bahkan lebih. Roda akan berputar, bila kamu mau berusaha. Tunjukkan bila kamu bisa jg sperti itu. Anggaplah pilih kasih tersebut sebagai salah satu cara ibu untuk membuat kamu menjadi lebih bertekad merubah semua nya ke arah yang lebih baik lagi. Pada awalnya mungkin kamu merasa sedih karena ibu lebih memihak kepada kakak daripada kamu. Tapi kamu bisa merubah pandangan tersebut menjadi dorongan ke arah yang baik. Apalagi dengan kamu pernah merasakan ketidaknyamanan ini, mentalmu lebih ditempa, kamu menjadi pribadi yg lebih kuat dan mandiri. Yg tentu berguna untuk meraih cita2 dan menyongsong masa depanmu.
Hmm.. Saya memahami perasaanmu. Menangislah, bila itu bisa melepas penatmu. Tapi, tentu km lebih cantik bila tetap tersenyum. Melukai diri? Mungkin kamu memindahkan rasa sakitmu ke sakit yg lain. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Malah akan timbul masalah yg lain. Apalagi kalau ada ide bunuh diri. Tau kan bagaimana respon org terhadap org yg bunuh diri? Bagaimana jg dgn keluargamu. Merek akan sgt kehilanganmu. Apalagi bila ternyata perasaanmu selama ini keliru. Sebelum timbul penyesalan, sayangi dirimu karena dirimu sangat berharga.
Setiap ide-ide buruk yang terlintas dipikiranmu, cobalah untuk kendalikan. Usahakan untuk bercerita kepada seseorang yang sangat dekat dan kamu percayai agar kamu merasa tidak sendiri, dapat mencari sudut pandang baru dari temanmu, dan dapat meringankan sedikit masalah yang ada sehingga perasaanmu menjadi lega. Ibaratnya sebuah rumah yg berventilasi. Ada pintu dan jendela yg membuat sirkulasi udara lancar dan menjadi rumah yg sehat. Begitu pula jiwamu. Bila kamu tidak mampu membawa bebanmu sendiri, biarkan org lain datang dan pergi membawa kepenatanmu. Kalau kamu malu menceritakan pada teman2 atau keluarga, konsultasikan ke psikolog atau psikiater. Yg akan menjamin kerahasiaanmu dan memberi pencerahan. Terutama bila muncul ide bunuh diri yg makin kuat, segera cari pertolongan.
Semangat terus ya dalam menjalani hari-hari mu, dan jangan lupa untuk berpikir positif dalam setiap keadaan yang kamu alami.
-TIM TANYA KONSELOR-