seperti orang lain di rumah sendiri mungkin ini judul yang tepat buat ku emang ini salahku . tp tiadakah maaf dari nya walau sedikit saja, seminggu lebih tak ada tutur sapa darinya walau seucap saja, aku hengkang .. anak berkorban .. tetap disini mungkin sudah tak di anggap .. what can i do ??
Halo Kak Nurmanto, sebelumnya terima kasih telah berkenan bercerita kepada peduli remaja. Saya merupakan tim tanya konselor dari peduli remaja yang akan membantu kamu menguraikan permasalahan yang sedang kamu alami.
Pertama-tama saya ingin mengapresiasi keberanian dan kemampuan untuk menceritakan masalah yang sedang kamu hadapi.
Yang sedang kakak alami yaitu silent treatment.Peristiwa bukan sekadar “tidak mau ngobrol.” Ini bentuk penolakan sosial yang dapat menyakiti diri kita, seperti menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan.
Jadi rasa sakit yang kakak alami itu nyata, bukan lebay.
Hal yang bisa kakak lakukan yaitu regulasi emosi. Kakak berusaha mengenal dan menamai apa yang kakak alami kakak rasakan. Apalah kakak mengalami rasa takut, marah, sedih kecewa dll. Proses menamai ini dapat menurunkan intensitas emosi yang sedang kakak alami.
Setelah mengetahui perasaan tersebut, kakak bisa mengakuinya, “saya merasa… saya membutuhkan…hal yang dapat saya lakukan…”
Hal ini secara perlahan dapat membantu untuk menemukan jalan keluar yang kita perlukan setelah mengetahui emosi dan kebutuhan kita.
Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, semua orang melakukan kesalahan dan kita punya kesempatan untuk membuat kedepannya menjadi lebih baik lagi. Perlakukan diri kakak seperti kakak memperlakukan orang lain dengan baik.
Cara ini bisa saja langsung berhasil atau kurang efektif terhadap masalah yang kakak alami. Semoga kakak bisa terus semangat dalam menemukan jalan keluarnya, semangat selalu kak.
-Tim Tanya Konselor