aku pengen cerita, aku skrng 25 tahun dan tinggal dengan orang tuaku. aku memiliki seorang adi perempuan, kami hanya berdua. adiku skrng sedang terikat ikatan dinas di suatu yayasan. aku sekrang belum ada pekerjaa. aku saat ini semakin hari semakin tertekan karena keadaan ini. dimana tinggal dengan orangtua, belum ada pekerjaan. sedangkan mamaku seorang guru. jadi ketika beliau ke skolah untuk bekerja aku tinggal dirumah gitu aja, aku biasa kerja sih, bantu mama, cuci piring, nyapu, hal-hal ringan saja. namun semakin kesini, aku semakin malas, bawaannya pengen tidur mulu, malas mendengarkan perkataan mama. muka cemberut, pikiran juga. sampai-sampai aku sedang memikirkan cara untuk bunuh diri.
sekarang pun mau makan malu, mau ngapa-ngapain dirumah tuh serba nggak enak sama orang tua.
tapi aku tuh heran aja loh sama mereka, pokoknya aku itu harus ikut semua yang mereka katakan.
di tahun 2019 kemarin aku sudh dapat pekerjaan, orang tua mana coba yang nggak senang anaknya sekarang udah dapat pekerjaankan. namun ada sebuah hal yang terjadi sehingga papaku menyuruhku berhenti bekerja.
jadi ketika aku baru keterima dan sudah mulai aktif bekerja sekitar seminggu. tiba-tiba di kotaku mengalami sebuah bencana gempa dengan kekuatan 6.7 gitulah. nah dari situ kami semua karyawan disuruh pulangkan, pasti setiap orangtua panikkan, jadi ditelponlah aku. btw, mamaku beda kota sama aku, jadi mama di kampung halamanku, dari aku di kota yang lain untuk bekerja. kebetulan papaku juga ada kerja proyek jadi sekota dengan aku. tapi kami tak tinggal bersama, aku sama oma dan tanteku keluarga dari mama. sedangkan papa tinggal di kediaman bosnya yang kebetulan saudara jauhnya papa juga.
papa dan mama telpon,nanya keadaanku. dan aku bilang kalu ini semuanya sudah disuruh pulang,
namun disini gempanya nggak benar-benar stopkan , masih ada rasa gempa gitu tapi yag kecil-kecil aja sebesar 3.0 keatas nggak sampai 4.0. jadi ketika mau berangkat, aku telponkan bilang ke papa kali mau pergi kerja. papa bilang gini, jangan dulu masih gempa takutnya terjadi apa-apa gitu. karena akunya nurut-nurut aja, aku bilang oke pa, anti aku hubungi bosku dulu yah. setelah itu hubungin bos aku hubungi papaku. aku bilang, kalo bos mengizinkan. dan papa bilang oke.
aku pikir cuma satu hari ajakan papa larang aku nggak boleh pergi kerja padahal sampai 4 hari. karena memang masih ada gempa kecil, aku tuh udah malu banget sama bosku.. minta izin mulu padahal baru seminggu kerja. nah setelah itu aku udah masuk kerja seperti semula, dan papaku udah balik ke kampungku. selang seminggu papaku telpon, dia bilang ‘kakak pulang ke kampung jua, soalnya papa dengar-dengar kalau akan ada gempa susulan yang lebih besar dan akan ada patahan di kota yang aku tempati sekarang. pertama aku bilang aku masih pengen kerja namun papa terus-terusan bilang kerja bisa dicari kapan saja tapi nyawa nggak bisa. yaudah aku iyain aja. dan aku menghubungi bosku bilang kalau nggak bisa kerja lagi. besoknya aku pulang deh.
aku tinggal dengan orangtuaku hanya dirumah doang, nggak keluarm kebetulan juga ada corona kan jadi nggak kemana-mana. dirumah aku mulai cari-cari info pekerja dan ada bebebrapa. aku apply. saat diSMS buat interview namun di kota yang aku tempati sebelumnya, aku bilang ke mama, ‘ma aku lagi dapat SMS untuk interview” , mamaa tanya dimna, aku bilang kalau dikota sebelumnya aku tinggal, kalian tau jawabannya apa. nggak usah pergi, kamu tingga dirumah aja, bantu-bantu mama beres.
aku sedih banget anjrit, rasanya pengen bunuh diri aja. malas tau nggak sama orang tua yang ke begini.orang tuaku nggak mendukung sama sekali.
dan sekrang aku tuh udah malas ngomong dirumah, cuma dikamar doang. malas keluar , sekarangpun udah malas makan, hampir-hampir seharian aku nggak makan, dan aku sama sekali nggak rasa lapar gitu.
MALAS BANGET SAMA ORANG TUA YANG KEK GINI, ORANG TUA YANG LAIN DOAIN BUAT ANAKNYA SUKSES, DAPAT PEKERJAAN. NAH INI, DISURUH BERHENTI KERJA, DISURUH TINGGAL DIRUMAH
pengen mati aku tuh
Halo She Een!
Terimakasih sudah mau berbagi dengan kami di platform ini.
Dalam sebuah kehidupan yang notabene dianggap sudah mampu untuk hidup sendiri, namun disisi lain berbeda dengan keinginan orangtua. Kami memahami betul bagaimana situasimu saat itu.
Berkegiatan diluar rumah tentu lebih menyenangkan daripada harus berdiam diri dirumah saja. Kamu bisa katakan hal ini dengan baik dengan orang tuamu.
Perilaku kamu baik jika harus menuruti perintah orang tua, namun jika itu tidak sesuai dengan kehendak kamu, coba katakan permasalahannya dengan cara baik-baik, duduk bersama atau bertelepon baik-baik. Ceritakan semua keinginanmu pada orangtua. Orangtua pasti akan memberikan respon baik juga jika mereka mendengarkan ceritamu baik-baik dan dengan cara berbicara yang baik pula.
Kamu bisa utarakan keinginanmu, kenapa kamu ingin itu? Apa baiknya buat kamu? Jelaskan juga dampak apa yg mungkin kmu dapatkan. Yakinkan pada orangtua sebuah kepercayaan bahwa kamu bisa untuk menjaga dirimu dengan baik terhadap keluargamu.
Hai, She! Tidak semua permasalahan bisa kamu selesaikan dengan bunuh diri yaa.. mungkin dengan bunuh diri bisa saja akan semakin menambah masalah dalam keluarga. Jika kamu merasakan lelah, cobalah untuk relax sejenak, biarkan pikiranmu kembali tenang baru kamu menentukan jalan baiknya bagaimana.
Ingat! Jangan mengambil keputusan saat pikiranmu sedang kacau. Kami berharap kamu mampu mengubah dirimu menjadi lebih baik lagi.
Salam bahagia,
Tim Peduli Remaja Indonesia