Self reminder

Tanya KonselorCategory: RemajaSelf reminder
Zeka Rie asked 7 years ago . Client detail : , y.o

aku sering bertengkar dengan pacar
tapi kami ldr, jadi tengkar pun verbal.
kamarin aku dan dia tengkar, membuat aku sangat tertekan.
aku punya kebiasaan self reminder, menyayati lengan, dan kemarin tanpa sadar sudah aku lakukan.
dan kenyataannya adalah pacarku tidak berusaha menghubungi maupun mengkhawatirkanku.
 aku pikir dia akan merespon jika aku menghubungi dia duluan dan meminta maaf atau meminta dia untuk kembali, tapi bukan kah sangat egois jika sudah mengetahui kondisiku yang seperti ini?
aku merasa sendirian, seperti frustasi dan stress, aku sangat tertekan dengan banyak hal sesekali terbesit untuk mengakhiri hidup tapi aku masih memikirkan orang tua.
bagaimana pun juga aku orang yang sulit bercerita ke orang lain terutama orang tua dan teman dekat, maka dari itu aku bercerita di sini, berharap ada yang merespon apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

1 Answers
faradilah Hanum Staff answered 6 years ago

Hai Zeka,
 
Tindakanmu merupakan self harm dan itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah tapi justru sebaliknya. Hal utama yang harus kamu perbaiki adalah kamu harus mengubah caramu mengekspresikan emosi negatifmu. Kamu bisa melakukan berbagai alternatif aktivitas lain seperti menangis sejadi-jadinya, berteriak di ruang bebas, pijat-pijat leher, tangan dan kaki atau kamu bisa menuliskan apa yang kamu rasakan saat itu. Dari hasil penelitian, emosi yang diubah menjadi kalimat baik verbal maupun non verbal kekuatannya akan menurun sehingga kamu tidak perlu menyakiti dirimu. Jika keinginan menyakiti diri masih kuat, ganti dengan spidol yang bisa dihapus untuk corat-coret dirimu. Ingat ya… kita sebagai makhluk yang diberikan kelebihan berupa logika berpikir dan seharusnya kita gunakan untuk mengendalikan semua tindakan bukan sebaliknya.

Dalam suatu hubungan, apapun itu jenisnya, baik hubungan antara orang tua dan anak, pertemanan, bahkan hubungan kekasih, memiliki hal paling fundamental untuk tetap bertahan, yakni komunikasi dan itu merupakan hal yang perlu kamu perbaiki berikutnya.
 
Seringkali kita terlalu berpikir bahwa orang yang dekat dengan kita secara otomatis akan tahu perasaan kita, rasa sakit kita. Padahal kenyataannya tidak demikian, Sering kita merasa sakit hati pada orang lain karena menganggap mereka tidak memahami kita. Hal yang perlu kamu tahu adalah, bahwa orang lain bukanlah peramal yang bisa tahu isi hati dan pikiran kita secara otomatis. 
 
Jadi sampaikanlah apapun itu yang kamu rasakan, komunikasikan itu, jangan dipendam, dan jangan berharap orang lain akan tahu apa yang kamu rasakan jika kamu tidak bicara.
 
Jika kamu merasa ada yang salah dalam hubunganmu dengan pasanganmu, maka sampaikan padanya. Hindari membuat asumsi atas pasanganmu. Jika kamu sudah demikian, dan ia masih acuh tak acuh, maka tinggalkan hubungan yang tidak sehat itu. Jangan memyakiti diri sendiri karena berharap pada orang lain. Karena harapanmu pada orang lain yang tak terpenuhi akan membuatmu stress dan tertekan.
 
Dan untuk kebiasaanmu menyayat lengan, maka perlu untukmu menemui psikiater atau psikolog. Bagaimanapun menyakiti diri sendiri secara fisik perlu untuk ditangani. Dengan menemui psikolog atau psikiater, diharapkan kamu bisa lebih mengendalikan diri dan tidak menyakiti diri sendiri.
 
Oh iya, mengingat ceritamu dan proses menstabilkan emosimu maka kami sarankan kamu perlu berada di lingkungan yang banyak orang ya… jauhkan juga berbagai benda tajam di sekitarmu. Hal itu merupakan salah satu bentuk kepedulian kami supaya orang di sekitar juga aware jika kamu di luar kontrol dan kamu tetap bisa selfcare ❤
 
-tim tanya konselor- 💜💜