saya-merasa-kehilangan-diri-saya

Tanya KonselorCategory: Psikologisaya-merasa-kehilangan-diri-saya
faradila zarah25 asked 4 years ago . Client detail : female, 19-24 y.o

Semenjak ibuku meninggal dunia hidupku sungguh tidak baik-baik saja, setiap akan tidur aku selalu berpikir apakah besok aku akan terbangun dan berada didunia ini atau akan berada dialam lain, sejak saat itu pula aku tidak pernah merasakan tidur dengan nyaman, walaupun seharian aku tidak melakukan aktifitas apapun dan hanya berdiam diri menyendiri didalam kamar tapi aku merasa lelah seperti telah melakukan pekerjaan yang begitu berat. Sudah tidak ada lagi semangat untukku, sekarang hidup yang aku jalani mengalir saja, aku terus berjalan tanpa tau tujuan, aku merasa telah hilang arah. Hidupku sungguh hampa dan kosong. Kehilangan figur seorang ibu sungguh hal yang sangat berat untukku apalagi selama hidupku aku sangat dekat dengan ibu. Rasanya untuk senyumpun sungguh hal yang sangat sulit aku lakukan, tanpa tau penyebab air mata selalu mengalir begitu saja. Sungguh aku lelah, untuk berkata bahwa aku tidak baik-baik saja merupakan hal yang sungguh sulit, akan tetapi bersembunyi dan berpura-pura baik-baik saja itupun hal yang sulit dan sungguh berat.

1 Answers
Tiffany Staff answered 4 years ago

Hai, terima kasih karena sudah berbagi cerita dengan kami! 😊

Bagaimana kabarmu saat ini? Semoga baik-baik saja ya!

Sebelumnya, kami turut berduka cita atas kepergian Ibumu ya 🙏

Dari yang kamu rasakan, kepergian Ibu kamu sepertinya menjadi titik terendah dalam hidupmu sehingga kamu merasa terpukul atas kejadian tersebut. Hal ini menyebabkan kamu menjadi lebih merasa mudah lelah (fisik dan mental), tertutup, dan menarik diri dari lingkunganmu.

Tentunya, perilaku tersebut perlu diubah secara perlahan-lahan agar kamu tidak semakin tersakiti. Aktivitas yang kamu lakukan sehari-hari tidak akan membuahkan hasil yang maksimal karena kurangnya semangat dan gairah dalam menjalani kehidupan.

Sebenarnya, tidak apa-apa bagi kamu untuk merasa sedih dan tertekan. Wajar bagi kita manusia untuk merasakan berbagai emosi dalam kehidupan kita, tidak terkecuali emosi negatif (seperti kesedihan). Meskipun kita bisa mewajari perasaan negatif tersebut, jangan lupa bahwa kita juga berhak untuk bahagia. Kamu juga memiliki hak untuk bahagia dan tersenyum dalam menjalani hidup. Jangan sampai berlarut-larut dalam kesedihan tersebut, kamu harus bisa bangkit perlahan-lahan. Ibumu juga tidak mau melihatmu terlalu berlarut-larut dalam kesedihan sampai merusak pola hidupmu.

Kamu dapat belajar untuk mengikhlaskan kepergian Ibumu untuk mengurangi perasaan sedih dan perilaku negatif tersebut. Memang terdengar sulit, tapi dengan kamu belajar untuk mengikhlaskan diri maka perasaan dan perilaku positif (semangat, kebahagiaan, dsb) akan kamu temukan kembali seiring berjalannya waktu.

Ada beberapa hal yang dapat kamu coba lakukan untuk merubah perasaan negatif tersebut ke perasaan positif yaitu :
1. Cobalah untuk mengalihkan pikiran dan perhatian kamu ke hal atau aktivitas yang positif. Misalnya dengan jalan-jalan bersama teman dekat kamu. Selain mengubah perhatian, kamu juga bisa terhibur karena kehadiran temanmu sendiri dapat membawa pengaruh yang positif. Ataupun kamu bisa melakukan hobi untuk menyita waktu kamu agar dapat mengurangi memikirkan kepergian Ibumu.
2. Sebisa mungkin kamu untuk mengurangi aktivitas yang bersifat individual/sendiri. Lebih baik untuk meningkatkan aktivitas yang bersifat kelompok/bersama-sama (baik itu bersama teman dekat atau orang lain yang kamu percayai).
3. Setiap kamu mengingat Ibumu, kamu bisa mencoba untuk menarik napas yang panjang dan keluarkan lewat mulut seolah-olah semua masalah berkurang. Selain itu, tindakan tersebut dapat membuat kamu menjadi lebih tenang dan rileks.
4. Cobalah untuk menceritakan hal-hal yang kamu rasakan tersebut kepada orang yang kamu percaya atau support system kamu. Dengan menceritakan hal tersebut, kamu tidak akan merasa sedih dan terpukul sendirian. Bisa saja kamu akan merasa bahwa hal tersebut sapat membuat pikiranmu menjadi lebih ringan.

Kami berharap bahwa kami bisa membantumu. Jika kamu membutuhkan teman cerita kembali, kami di sini siap untuk mendengarkanmu 😊

Tetaplah semangat walaupun cobaan dalam hidupmu sangat berat. Yakinlah pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa bangkit dan pulih dari titik terendah mu ini.

Love and hugs,
Tim Peduli Remaja Indonesia