Saya ibu dengan 1 anak.
Saya akhir2 ini merasa aneh dengan diri saya.
Setiap saya marah dan jengkel dengan anak, ada keinginan untuk menyakiti dia..meskipun tidak saya lakukan, tapi terkadang saya membayangkan menyakitinya. Saya merasa seperti ibu yang buruk. Tolong saya.
Terima kasih sudah mau terbuka menceritakan masalah kamu.
Apa yang kamu rasakan memang menakutkan, tetapi itu tidak berarti kamu ibu yang buruk. Justru fakta bahwa kamu merasa takut dengan pikiran itu dan memilih untuk tidak melakukannya menunjukkan bahwa kamu masih memiliki kendali dan hati nurani. Banyak orang tua yang sedang mengalami stres, kelelahan, atau tekanan emosional dapat mengalami pikiran mengganggu (intrusive thoughts) seperti ini, dan pikiran tersebut tidak sama dengan keinginan untuk benar-benar menyakiti anak.
Yang perlu dilakukan sekarang adalah mengenali saat amarah mulai naik. Kalau kamu merasa emosimu sudah sangat memuncak, segera letakkan anak di tempat yang aman, misalnya bersama anggota keluarga lain atau di ruangan yang aman.
Lalu beri waktu untuk diri sendiri beberapa menit untuk menjauh. Tarik napas perlahan, cuci muka, atau minum air sampai tubuhmu lebih tenang. Menenangkan diri terlebih dahulu bukan berarti mengabaikan anak, tetapi melindungi anak sekaligus dirimu.
Jangan menyimpan beban ini sendirian. Ceritain kepada pasangan, keluarga, atau orang yang kamu percaya agar kamu mendapat dukungan, terutama jika akhir-akhir ini kamu merasa sangat lelah, kurang tidur, atau kewalahan mengurus anak.
Tapi, kalau suatu saat pikiran itu semakin terasa kuat, kamu mulai takut kehilangan kendali, atau merasa ada kemungkinan benar-benar melakukannya, anggap itu sebagai keadaan darurat. Segera jauhkan diri dari anak untuk sementara dan minta bantuan orang terdekat atau tenaga kesehatan agar keselamatanmu dan anak tetap terjaga.
Kamu bukan ibu yang gagal karena memiliki pikiran itu. Yang terpenting adalah bagaimana kamu memilih untuk tidak mengikuti pikiran tersebut dan berusaha mencari pertolongan, seperti yang sedang kamu lakukan sekarang.
Salam,
Tim Tanya Konselor