Pindah jurusan untuk kedua kalinya

Tanya KonselorCategory: PsikologiPindah jurusan untuk kedua kalinya
Andarina Mayola Fahira Noor asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Halo, nama saya Yola. Saat ini saya berkuliah di fakultas hukum Unpar
Dari SD, saya memiliki kesulitan dalam bergaul. Saya kebanyakan menolak ajakan teman untuk berkerjasama atau gimana. Saya termasuk orang yang baik, tapi kadang saya takut kalau saya dianggap tidak profesional dan banyak melarikan diri dari tanggung jawab. Namun saat ini saya merasa hilang, dan ingin sekali kembali ke lingkungan yang lebih suportif, karena jujur saya bingung harus berteman sama siapa, teman saya pun hanya terbatas 2-3 orang, hobi dan keinginan saya pun berubah-rubah seiring waktu, dan saya merasa trauma dan fobia sosial makin hari makin meningkat seiring waktu. Apa yang harus saya lakukan ya? Orangtua saya bilang pindah jurusan itu bukan jawaban, namun disatu sisi saya merasa hampa dan bahkan susah berkonsetrasi untuk belajar

1 Answers
Nauraa Silva Staff answered 1 month ago

Halo, Yola. Sebelumnya mohon maaf atas respons yang terlambat. Terima kasih banyak sudah mempercayai kami untuk bercerita. Melihat ini adalah hal yang kamu rasakan beberapa tahun lalu, aku berharap saat ini kondisimu sudah jauh lebih baik, kamu sudah menemukan lingkungan yang lebih suportif, dan perlahan bisa merasa lebih nyaman dengan dirimu sendiri maupun orang lain.
Namun, kalau ternyata perasaan bingung, hampa, atau fobia sosial itu masih ada atau muncul kembali, penting untuk tidak menghadapinya sendirian. Kamu bisa mulai dari langkah kecil, seperti tetap menjaga koneksi dengan orang yang kamu percaya, mencoba terlibat pelan-pelan di lingkungan yang terasa aman, dan memberi ruang untuk memahami perasaanmu tanpa menghakimi diri sendiri.
Kalau rasa takut dalam bersosialisasi sudah terasa mengganggu aktivitas sehari-hari (misalnya sampai menghindari banyak hal atau sulit fokus), sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pendampingan yang lebih tepat dan terarah.
Semoga saat ini kamu sudah berada di fase yang lebih baik, ya. Kalau pun belum sepenuhnya, tidak apa-apa kamu tetap bisa pelan-pelan ke sana. Terima kasih dan semoga respons ini membantumu. Semoga sehat selalu.