Halo, darimana aku harus mulai. Aku udh 2 tahun jln 3 tahun menikah. Sudah ada anak 1. Aku dan suami tinggal di rumah mertua. Kehidupanku awalnya biasa aja. Aku 6 bersaudara dgn 3 orang saudaraku sudah berkeluarga juga. Karena keluarga besar, kami sekali kumpul banyak, rame. Tapi, suamiku satu satunya yg ga mau ikut acara kumpul-kumpul. Awalnya aku cuek baru sekitar setahun mulai berasa aneh sendiri. Ke rumah sodara semua bawa suami, aku enggak. Kemana mana yg lain sama suami atau istri aku sendiri. Sampe anak lahir, aku masih suka sendiri aja. Aku iri dengan laki laki. Kalo keluarga suami ada acara aku selalu ikut tapi kalau keluargaku yg punya acara, suamiku belum tentu ikut. Kalo ke rumah kakaknya aja, yg padahal deketh aku ikut. Sedangkan lalo ke rumah kakak aku, suamiku ga pernah ikut atau dateng sama sekali. Lebaran pun begitu. Aku selalu ikut acaranya dia, tapi dia enggak. Apa ya
Aku ngerasa benci lama lama. Benci aja gitu. Lama lama aku jadi benci sama dia dan keluarganya. Rasanya aku juga ogah ikut ke rumah sodara dia. Tapi dipikir-pikir, pernikahan ini aneh aja gitu. Koo aku kemana mana sendiri. Suami aku mana? Aku pengen kayak orang normal aja. Keluarga normal lainnya. Dan aku pengen dia bisa adilgak cuma mikirin keluarganya aja.
Sering bgt rasanya mau pisah. Buat apa gitu aku punya suami tp rasa gak ada. Bahkan kondangan aja aku sendiri. Aku udah nikah begini, berasa single. Tapi aku ingt anak, sedih. Nangis rasanya. Aku anngis terus krn aku marah, kesel, lelah, kecewa. Tp aku ga bisa berbuat apa apa. Tapi suami mau gimana juga, dia ga pernah ada kata durhaka sama istri. Coba kalo istri, bisa durhaka sama suami dan kualat.
Capek. Mau nangis. Aku pengen bahagia semestinya aja
Hai, salam kenal! Terima kasih telah berbagi cerita dengan kami di curhatinonline.com. Aku bisa membayangkan perasaan sedih, marah dan kecewa yang sedang kamu rasakan. Semoga masalahnya segera teratasi dan kamu tidak sedih lagi ya.
Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah komunikasi antara suami dan istri. Terkadang salah satu pihak merasa pasangannya bisa memahami perasaannya tanpa perlu diutarakan. Sayangnya tidak selalu seperti itu. Meskipun telah hidup bersama dalam jangka waktu yang lama bukan berarti pasangan selalu mengerti apa yang kita rasakan. Mereka juga manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu perlu adanya komunikasi yang asertif agar terhindar dari konflik yang berkepanjangan. Komunikasi asertif dilakukan dengan cara menyampaikan apa yang dirasakan dan diinginkan kepada orang lain tanpa bermaksud menyerang orang lain atau bersikap agresif. Bisa dimulai dari menjadi pendengar yang baik, mencari timing yang tepat dan saat santai meluangkan waktu berdua, menggunakan bahasa yang tidak agresif, bersikap tenang dan mampu menyampaikan perbedaan pendapat.
Sebelumnya apakah sudah pernah dibicarakan baik-baik dengan suami mengenai alasannya tidak mau menghadiri acara keluarga pihak istri? Apakah beliau ada kesibukan lain? Atau mungkin ada kondisi yang membuat beliau kurang nyaman berada di acara tersebut? Kemudian kamu juga perlu menyampaikan bahwa selama ini kamu bingung dan sedih karena beliau tidak pernah mau ikut acara keluarga. Kamu juga ingin hadir di acara-acara tersebut sebagai pasangan suami istri agar bisa menikmati momen bersama, karena ketika sudah menikah otomatis keluarga suami adalah keluarga istri dan begitu juga sebaliknya. Jika menurut suami ada hal yang membuatnya kurang nyaman di acara-acara tersebut, maka langkah selanjutnya adalah bersama-sama mencari solusi dan kedua belah pihak harus siap untuk berkompromi.
Mungkin akan membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk membangun komunikasi yang asertif hingga bisa menemukan solusi atas permasalahan ini. Sehingga aku harap kamu dan suami bisa sama-sama saling menguatkan ya. Apabila dirasa sulit mencari jalan keluar, bisa dicoba untuk meminta bantuan salah satu anggota keluarga atau pihak ketiga yang bijaksana dan bisa bersikap netral. Namun jika anggota keluarga belum bisa membantu, bisa menghubungi tenaga profesional seperti konselor pernikahan.
Stay safe, healthy and happy!