Orang tua pilih kasih

Tanya KonselorCategory: PsikologiOrang tua pilih kasih
Tutorial Cooking Viral asked 6 years ago . Client detail : , y.o

Selamat siang admin, Saya ingin curhat tentang permasalahan yang saya alami dan terkadang sangat mengganggu suasana hati saya. Sampai seringkali karena saya pendam sering terbawa hingga kedalam mimpi dan membuat saya menangis. Saya adalah anak ke2 dari 2 bersaudara. Saya memiliki kk laki2. Orang tua saya suda berpisah dan tinggal masing2. Saya dan kk tinggal dengan ibu saya sekarang. Ke2 orang tua saya sudah memiliki anak favorit sedari saya masih kecil. Ayah saya sudah pernah menikah sebelumnya dan sudah memiliki anak perempuan. Makanya mungkin karena itu juga ibu dan ayah saya lebih menyukai anak laki2. Kk saya anak yang nakal dan dari sisi akademis di sekolah juga kurang, sehingga setiap belajar ibu saya selalu mengajarkan kk saya. Dari kecil saya selalu berusaha sempurna dan lebih pintar dari kk saya dengan harapan lebih diperhatikan, ternyata saya salah karena saya dianggap sudah bisa melakukannya sendiri. Saya selalu disuruh melakukan apapun sendiri. Sehingga saat kecil saya lebih dekat dengan mba yang bekerja di rumah bukan dengan orang tua saya. Hal itu terus berlanjut hingga dewasa. Salah satu contoh kecil kk saya dibelikan mobil, untuk berpergian kemanapun. Saat sekolah saya biasa menggunakan angkot atau metromini hingga saat kuliah saya membeli motor dari hasil jualan olshop saya. Sampai saya bekerja, salah satu teman dekat saya dan kakak senior saya bertanya kenapa saya anak perempuan naik motor kesana kemari sejauh ini sendiri sedangkan kk saya dibelikan mobil. Saya hanya terdiam dan jadi kepikiran kembali tentang anak favorit. Dan hal lainnya yang juga sering terjadi setiap pagi ibu saya selalu sibuk menyiapkan sarapan untuk kk saya hingga jika ada orang yg telpon ke rumah pun selalu dibilang untuk telpon nanti karena dia takut kk saya tidak ada makanan, sedangkan saya sebaliknya saya selalu berangkat pagi bekerja dengan menyiapkan sarapan dan bahkan bekal saya sendiri. Pernah suatu hari saya sakit, tetapi saya tetap berangkat bekerja, hingga mama rekan kerja saya menitipkan bekal untuk dibagikan untuk saya. Sedangkan ibu saya sendiri saja tidak perduli padahal malamnya saya sudah mengatakan bahwa saya sepertinya tidak enak badan. Saya pernah bekerja sebagai auditor dimana saya bekerja hingga pagi seringkali. Setiap pulang bekerja, ibu saya tidak pernah menanyakan apapun apakan saya sudah makan atau belum. Jika kk saya dia akan menunggu hingga larut malampun dan menyiapkan makanan takut kk saya belum makan. Saya pernah mengutarakan kegundahan saya mengenai pilih kasih ini ke ibu saya tetapi saya malah dimarahi. Hingga akhirnya sejak saat itu saya berusaha positif. Mungkin saya saja yg baperan dan tidak pengertian. Hingga suatu hari saya mendengar perbincangan ibu saya dengan paman saya. Saya mendengar bahwa paman saya menegur ibu saya karena dia pilih kasih dan lebih menyayangi kakak saya. Saya yang mendengar itu pun langsung sedih sekali. Tetapi saya tetap diam dan berusaha baik2 saja. Hal yang paling menyakitkan saat dlu saat saya smp, saya jika libur atau pulang sekolah dulu suka membantu usaha ayah saya. Pernah suatu hari ada customer berbicara dengan ibu saya dimana disitu ada saya juga. Customer itu berkata enak yah bu anaknya bisa bantuin juga, lalu ibu saya berkata kalo dia ini( iu maksudnya saya) gak bisa apa2, kalo kknya memang bener bisa bantuin. Customer yang mendengar kata2 itu langsung diam dan ngeliat saya kasian gitu terus meralat nggalah masa begitu, buktinya dia itu bantu2. Hal itu ga pernah saya lupa sampai sekarang. Masih banyak contoh kejadian lainnya yang tidak mungkin saya ceritakan disini sekarang. Saya harap mimin bisa membantu permasalahan saya ini, apakah ada advice yg bisa membantu permasalahan saya ini? Terimakasih banyak sebelumnya ya min.

1 Answers
Best Answer
Damba Bestari Staff answered 6 years ago

Halo, sebelumnya maaf ya baru sempat membalas.
Bisa dipahami, tentu sangat nggak mudah bila di posisi kamu. Kamu juga sudah berusaha menjadi anak yg baik, berprestasi dan sangat mandiri. Namun sayangnya, apresiasi yg kamu dapat dari orang tua kurang. Walau saya yakin kalau dari pihak lain di luar rumah justru mengapresiasi. 
Langkahmu untuk langsung menyampaikan pada ibu tentang apa yg kamu rasakan juga sudah baik, walau responsnya belum sesuai dg yg diharapkan. Tidak apa2, perasaan kecewa dan sedih yg kamu rasakan itu sangat wajar dan manusiawi. Jangan menyalahkan perasaan itu dan terlalu berusaha untuk tetap baik2 saja. It’s okay not to be okay, right? Walau sebagai anak, tetaplah bersikap sopan. 
Saat ini, bisakah kamu meminta tolong dari paman yg pernah menegur ibumu tadi untuk berkomunikasi dg ibumu (baiknya waktu bicara juga ada kamu, tidak hanya mereka berdua) bahwa apa yg kamu rasakan sejujurnya membuat kamu sedih karena kamu sangat mencintai ibu. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang tua di generasi ibu belum punya referensi bagaimana cara menjadi orang tua yg benar, karena zaman dulu masih jarang ada seminar parenting, media sosial, website atau buku2 yg bisa mengedukasi, tidak seperti zaman sekarang (beruntunglah kita sehingga bisa memutus mata rantai itu, agar bisa mengasuh anak2 kita dg lebih baik). Mungkin juga ibumu punya masalah psikis yg belum terselesaikan sehingga memengaruhi perlakuan beliau ke kamu.
Itu dulu yg bisa kami sampaikan, bila kamu masih butuh cerita lagi dan masalah ini sudah mengganggu fungsi/aktivitasmu sehari-hari, kamu bisa konsultasi langsung ke profesional (psikolog atau psikiater) terdekat. Sekarang bisa gratis atau sangat terjangkau karena dicover BPJS. 
 
Semoga segera diberi jalan keluar terbaik. Ingat, kamu nggak sendirian, dan kamu layak dicintai! 
Salam.. 🙂