Orang Tergila-gila Pada Saya Karena Adanya yang Berpura Mengaku Menjadi Saya di Facebook

Tanya KonselorOrang Tergila-gila Pada Saya Karena Adanya yang Berpura Mengaku Menjadi Saya di Facebook
cecil asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Saya mau cerita mengenai masalah saya yang terjadi hingga saat ini. Saya akan menceritakan ini cukup jelas dan panjang agar bisa dimengerti asal mulanya. Kejadian ini bermulai saat saya masih bersekolah sekitar tahun 2014. Pada saat itu saya menemani teman saya berkeliling sekitar daerah saya tinggal mencari tempat kos untuk teman saya berinisial D. Saya menemani D berkeliling dan dia sangat susah sekali menemukan tempat kos sehingga dia berpikir agar dia bisa tinggal dekat saya, dia bertanya pada saya, “kenapa gak coba tempat kos sebelah rumah lu?” Memang benar di sebelah saya ada tempat kos. Jadi kami pergi bertanya ke orang yang tinggal kos di situ. Setelah mengetuk pintu, lalu bertanya kepada orang yang berada di dalam tempat itu. Kami bingung kenapa orang ini terlihat sangat gugup. Teman saya menanyakan harga. Orang itu menjawab, lalu menanyai apakah nama saya Sania? Saya jawab bukan. Tapi tidak memberitahu nama saya. Lalu dia bilang wajah saya mirip sekali dengan adik saya. Saya hanya menjawab namanya saudara pasti ada kemiripan. Lalu saya dan teman saya pergi mencari kosan lagi. Setelah itu saya pulang ke rumah. Saya cerita ke ibu saya. Ibu saya bilang kenapa saya tanya ke sebelah soal kosan. Saya bilang saya bantu teman saya menanyai harga. Ibu saya bilang orang sebelah kosan itu agak aneh sejak bercerai. Saya  benar-benar tidak begitu tahu soal orang sekitar rumah/tetangga karena saya pagi pergi sekolah sore pulang ke rumah sibuk dengan pr/kerja kelompok tugas ke rumah teman. Esok hari saya pulang sekolah bersama teman saya, orang aneh itu ada di depan pintu ia tinggal. Saya cuek saja dan saat masuk ke rumah, saya mendengar suara teman saya  seperti berbicara dengan orang aneh itu. Untuk memastikan, saya chat teman saya menanyakan apa benar dia bicara dengan orang aneh itu. Teman saya jawab “Iya, tadi dia nanyain kita sekolah dimana, sama nanyain nama lu siapa” Dan saya juga melihat facebook saya (pada saat itu masih punya, tapi saya tutup akun karena merasa tak berguna dan diganggu orang aneh itu), saya mendapati inbox dari orang aneh itu ternyata. Inbox itu berisi “Hai, ini aku tetangga kamu. Boleh kenal kamu gak kurang gak lebih?” Saya semakin takut dan memiliki perasaan tidak enak. Saya langsung blokir. Mungkin karena dia tahu saya bersekolah dimana. Dengan kata kunci itu dia add teman sekolah saya dan mengirimi inbox di facebook berisikan ingin dikenalkan dengan saya dan isinya sangat panjang sekali. Teman-teman saya saat di sekolah banyak yang menghampiri dan menanyakan itu. Saya bilang saya tidak tahu soal dia ini terjadi karena saya menemani D menanyakan harga kosan. Saya suruh mereka blokir saja. Saya sangat takut saat itu dan menghapus akun facebook saya. Ternyata dia sudah mencuri foto-foto saya di facebook dari foto profil saya dan foto yang diupload di akun teman saya dan dicrop wajah saa saja. Dia juga mengedit foto saya bersama foto dia. Saya benar-benar tidak ingin melihat wajah orang itu di facebook. Sangat takut. Hidup saya berasa aman saja setelah dia pindah tinggal. Namun masalahnya semakin parah dan saya benar-benar tidak tahu apa. Pada pertengahan tahun 2018, teman saya J melaporkan kepada saya mengenai orang itu yang masih menggilai saya. Akun facebooknya berjumlah 15 dan menggunakan nama dia dan saya. Contoh: W Love CB, W Rindu CB, dll. Saya berpikir untuk memberanikan diri melihat. Saya terkejut banyak sekali foto saya diupload ke akun orang aneh itu. Status FB dia berisikan soal saya namun ada hal yang janggal bagi saya. Saya mendapati screenshot yang diupload dia ada nama akun mengaku sebagai saya (misal: CB menantimu) Saya mencoba menyelidiki dengan melihat akun orang aneh itu dari kronologi tahun 2014. Saya melihat akun palsu yang mengaku sebagai saya itu seperti menganggu dia walau dia pada saat itu punya pacar. Komentarnya sangat menganggu dan menyebalkan karena saya tidak mungkin melakukan itu. Saya kesal namun tidak tahu siapa orang tersebut. Dari melihat status update tahun 2014-2018, orang aneh itu suka mengungkit kalau CB menantimu, seperti menyesali komentar CB menantimu di fb, inbox dengan CB menantimu, bahkan yang saya kaget saking niatnya berpura-pura mengaku jadi saya dia juga teleponan dengan orang itu. Orang aneh itu juga mengatakan di status fbnya dia suka ke daerah rumah saya. Bahkan dia foto berpose depan rumah saya. Juga 2x melempar boneka ke rumah saya serta surat. Namun, ibu saya yang menemukan dan juga tidak bercerita. Saya bertanya baru dijawab soal ada boneka dilempar dan surat. Bersyukur saya berasa dilindungi tidak pernah bertemu setiap dia datang ke daerah saya. Karena dia pernah berkata di status facebook ingin menghamili dan menculik saya. Saya takut untuk melihat langsung. Untungya setiap dia datang ke daerah saya tidak dipertemukan. Karena hal itu saya jadi menggunakan akun fb ayah saya memantau akun orang aneh itu jika dia ke daerah rumah saya. Saya ingin waspada. Karena dia selalu bercerita di facebook setiap dia ingin ke daerah saya. Dia juga seorang pengangguran. Yang membuat saya takut untuk pulang ke rumah jika saya pulang kerja, adanya mata-mata yang suka melapor tentang saa ke orang aneh itu. Saya tahu karena orang aneh itu bilang di status fbnya. Dan juga mata-mata yang saya maksud orang kosan sebelah saya yang lainnya, dia juga kalau melihat saya dengan tatapan aneh dan sejak dia tahu saya pulang kerja di jam berapa dia selalu ada di depan dekat gang rumah saya seperti menjagai namun sambil duduk berbicara dengan temannya namun juga melirik ke arah saya. Untungnnya sekarang saya pulang di antar teman saya. Jadi saya merasa aman. Saya ingin sekali mengetahui siapa orang yang mengaku sebagai saya dengan nama fb itu. Juga saya mau orang aneh itu berhenti menggilai saya karena itu bukan saya. Saya tidak pernah cinta orang aneh itu dan saya tidak mungkin berkomentar sembarangan di status orang bahkan sampai berantem dengan orang tidak dikenal. Saya sangat menghindari itu. Saya juga berasa dicemarkan namanya oleh orang yang saya tidak tahu siapa. Saya berpikir apakah polisi bisa melacak. Sampai saat ini orang aneh itu masih menggilai saya dan bercerita terus tentang saya di akun facebooknya juga mengupload ulang foto lama saya  saat itu. Saya terkadang stress ingin sekali menyelesaikan namun takut salah langkah dan tidak tahu harus bagaimana. Saya harus waspada dan berjaga diri dengan memantau melihat orang aneh itu di akunnya takut dia ke daerah saya tinggal. Saya merasa ini beban dan saya tidak tahu kapan ini akan selesai.

Terima kasih. Mohon bantuan dan jawabannya.

1 Answers
Best Answer
Damba Bestari Staff answered 7 years ago

Halo Cecil, terima kasih sudah curhat di sini. Maaf kami baru membalas.
Hmm.. wajar kalau kamu bingung. Karena yg orang tersebut lakukan, sudah melanggar batas privasi sehingga membuat kamu gak nyaman. Dan kalau sekilas mendengar ceritamu, sepertinya orang itu mengalami masalah atau gangguan jiwa, karena perilaku nya yg tidak wajar.
Pada beberapa orang, selama tidak berbahaya atau ada perbuatan yg melecehkan, kita mungkin bisa mengabaikan. Seiring dengan waktu, dia akan jenuh sendiri.

Namun kalau sudah mengancam keselamatan atau melecehkan, ini saran yg bisa kamu pertimbangkan:
1. Bila kamu punya akses (tapi tidak perlu pertemuan langsung), sampaikan secara sopan ke orang tersebut bahwa kamu tidak nyaman dengan perbuatannya.
2. Sebaiknya jangan kamu lakukan sendirian, karena kita tidak tahu pasti orang ini berbahaya atau tidak. Coba minta bantuan ke orang di sekitarmu yg lebih dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan
3. Bila dia masih terus mengganggumu bahkan lebih (semoga tidak), sampaikan ke orang dewasa yg kamu percaya tadi, beberapa kasus mungkin perlu dilakukan mediasi (bisa kekeluargaan, hukum, atau medis bila ternyata orang itu menderita gangguan jiwa berat)
4. Yg kamu lakukan sudah benar, sementara buat akun media sosialmu menjadi privat (tidak perlu dinonaktifkan). Hindari menulis alamat ataupun kontak pribadi seperti nomor telepon di media sosial. Ini aturan umum sih sebetulnya, untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan.
Semoga segera ada jalan terbaik ya, selama ada orang dewasa yg menemanimu, insyaAllah kamu lebih aman. Dan pastinya, selalu berdoa. Kamu nggak sendirian 🙂
Good luck, Cecil!