Menyesal

Nadine asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Saya sangat menyesal karena teman paling dekat saya meninggal, sebelumnya saya sering berseteru dengan dia, walaupun saya sudah meminta maaf dan saya meminta dia jangan mengganggu hidup saya lagi. Karena dia menyukai saya, tetapi saya punya seseorang yang saya cintai (bukan dia), saya sangat menyesal di saat terakhir alm. saya tdk bisa menjadi seseorang yg membuat bahagia dan semangat. Memang seharusnya saya menerima dia, menjadi orang terakhir yg dia cintai. Seperti ada rasa penyesalan yg tdk berujung, bagaimana saya harus menjalani hidup jika selalu dibayangi rasa trsbt? Terima kasih. 

1 Answers
febria rike Staff answered 7 years ago

Hai.. Terima kasih sudah mempercayakn Curhatin Online dan berbagi kisahnya pada kami. 😘

Sebelumnya, kami turut berduka atas meninggalnya sang sahabat. Semoga amal ibadahnya diterima, diampuni dosa2nya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Amin.
Memang benar bahwa pada beberapa titik dalam hidup kita, akan menghadapi rasa sedih karena kehilangan seseorang. Wajar karena ini suatu respon emosional. Dan ini tentu gak bisa kita hindarkn karena setiap orang akan meninggal. Tiap situasi akan membawa tingkat kesedihan yang berbeda. Tergantung pada banyak faktor, termasuk kepribadian, cara mengatasi, pengalaman hidup, keyakinan, dan penyebab kehilangan. Maybe because he/she is the special one. He/she is the most loved person. Atau juga karena ada janji yg belum ditepati, pesan hidup yg blum tuntas, sperti yg sobat alami ini. Namun kita masih bs berupaya menghapus kesedihan itu. Sebab datangnya hnyalah sementara.
Pertama. Terima rasa sakit ini. Biarkan dirimu berduka. Toh menangis bukan berarti kita lemah. Lalu berlapang dadalah. Memang membutuhkan waktu untuk bisa sembuh. Beberapa orang mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama. Namun pada org lain, bisa singkat. Memahami hal ini akan membantu kita untuk pulih lebih cepat. 
Temukan lagi rasa nyaman dari keyakinan ini. Berdoa, beribadah, jg pergi ke tempat ibadah. Anggap bahwa ini adalah masalah kecil. Dan kita punya Tuhan Yang Maha Besar. Sobat mungkin juga bisa mengungkapkan rasa sayang pada sahabat tsb melalui doa-doa, hati dan pikiran.
Kemudian. Tempatkan posisi di tengah2 keluarga dan teman-teman. Jika biasanya kita bangga menjadi orang yang kuat, sekarang adalah waktunya untuk bersandar pada orang lain. Beri tahu mereka apa yang kita butuhkan dan mereka akan menjadi pendukung terbesar. Meskipun hnya sekedar menyediakan bahu untuk menangis. Ingat juga bahwa kita juga menyayangi keluarga dan teman2. Maka manfaatkan ini sbaik mungkin, sblum kelak kita mengalami penyesalan yg sama. Stelah kehilngan.
Bisa jg kita mengekspresikan perasaan ini dengan cara yang kreatif. Buat cerita, puisi, lagu, lukisan, kolase foto, dll.
Kita jg bisa berbaur dgn suatu komunitas. Karena rasa duka bisa membuat kita merasa sangat kesepian. Berbagi kesedihan dengan orang lain yang berempati dengan kita, sangat disarankan. Siapa tau ini malah bisa menginspirasi. Memberi semngat org lain untuk tegar menghadapi khidupan. Ini akan membuat diri kita menjadi lebih baik, beraura positif.
Bila keluhan masih berlanjut, berkonsultasilah langsung pad psikolog/psikiater terdekat. Terima kasih. 😘