masalah ini cukup rumit. hal ini berawal dari kesalahan yang menurutku \”semuanya\”. ayah ibuku yang terlalu mengekang dan kakakku yang pembangkang. hingga saat itu tiba, kakaku harus menikah dengan seorang lakilaki pilihannya walaupun kedua orang tuaku entahlah bagaimana perasaannya waktu itu. semua itu harus terjadi menyelamatkan martabat keluarga yang nyatanya sudah tidak bisa diselamatkan. semua berjalan biasa saja, orang tuaku masih marah pada keduanya, namun mereka mau tidak mau harus menerimanya secara perlahan. lakilaki itu yang kini ku sebut \”kakak\” tidak terlalu diperlakukan baik oleh ibuku, ya mungkin karena ibuku masih belum menerima apa yang terjadi pada anak perempuannya. namun aku tau itu sangat slaah. sering terjadi cekcok hingga pernah keduanya meninggalkan rumah namun itu tak bertahan lama. keduanya tunduk pada kedua orang tuaku terutama ayahku. hingga pada ayahku meninggalkan dunia ini. semua berubah. \”kakak\” laki-lakiku menjadi tulang punggung keluarga.ekonomi tinggi namun kebahagiaan mulai hilang. mereka memiliki banyak harta. kakak lakilakiku menjadi sombong dan memperlakukan ibuku semaunya. ia mulai berani membentak dan melarang hal-hal kecil yang dilakukan ibuku. ibuku kemudian menikah lagi, disitu maslaah kembali muncul, kakak lakilakiku mengompori kakakku untuk benci pada ibuku. mereka tidak setuju dan kemudia mengorbankan kebahagiaan ibuku. ibuku harus menikah tanpa restu keduanya. itu tidak masalah. ibuku tetap melaksanakannya. ibuku harus tinggal dnegan suaminya dan suaminya tak boleh pulang ke rumahku. disitu ibuku masih snagat legowo. seluruh hal yang dilakukan ibuku selalu salah dimatanya. ibuku selalu disindir, dibentak, bahkan didiamkan. aku tau semua itu, aku mencoba diam, aku hanya sering merencaakan bahwa aku ingin terlepas dari semuanya dan hidup bahagia. suatu saat aku ingin merantau ke luar kota hanya untuk melarikan diri. namun setelah ku pikir-pikir bagaimana nasib ibuku jika aku tidak ada, siapa yang akan menguatkannya. aku yang selalu tegar, aku yang selalu cuek, aku yang selalu tenang dihadapan ibuku yang menangis saat bercerita. namun jika ibu tau, aku selalu menangis saat malam hari, aku selalu menangis saat bersujud, aku selalu overthinking terhadap sesuatu yang akan membuat ibuku sakit hati. aku bukanlah aku yang dulu. aku merasa bahwa aku saat ini adalah sosok yang dingin dan misterius. aku takut pada diriku. aku takut aku akan menjadi pendendam yang buruk. tidak ada yang dapat kuajak curhat karena aku bukan tipe orang yang mudah percaya. dan aku sangat lega dnegan aku yang berbagi cerita saat ini. terimakasih telah membacanya. -senjaaa, 7 mei 2020
Hallo kak, aku sudah selesai membaca cerita kakak dan aku mau ngucapin terima kasih yaa karena kaka sudah mempercayakan cerita ini melalui platform tanya konselor. Sebelumnya aku juga mau ngucapin turut berduka atas bepulangnya ayah yaa kak, semoga beliau berada di tempat yang terbaik di sana.
Menanggapi cerita yang sudah kakak sampaikan tadi, aku cukup tergambar seberapa kuatnya kakak untuk berusaha menjadi penengah dan pendengar yang baik dalam keluarga terlebih ibu. Meskipun demikian dalam cerita yang kakak sampaikan tadi aku juga merasakan bahwa menjadi kakak juga tidaklah mudah, dimana di satu sisi kakak diharuskan untuk terus menerus memahami situasi yang terjadi walaupun dalam hati rasanya semua ini tidak adil dan ingin bersuara juga rasanya takut berlebihan atau malah memperkeruh suasana :(. Tetapi disini aku melihat kakak sudah mengambil langkah yang bijak dan dewasa, dimana dalam situasi ini kakak tetap berusaha untuk dekat dengan ibu dan memilih menjadi pendengar yang baik agar ibu tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi ini. Namun kak, disisi lainnya juga sepertinya kamu lupa bahwa gelas yang kamu punya sudah terisi penuh setelah kamu banyak menampung isi dari gelas lainnya. Ketika gelas itu menjadi penuh atau melebihi kapasitasnya, seperti apa yang kamu sampaikan di atas tadi yaitu kamu merasa menjadi pribadi yang berbeda jika dibandingkan dengan kamu yang sebelumnya. Sehingga ketika kamu merasakan hal tersebut bisa jadi itu adalah signal dari dirimu yang ingin bilang bahwa gelas yang kamu miliki saat ini sudah melebihi kapasitasnya untuk menampung isi yang baru, oleh karena itu bentuk perlindungan dirimu adalah kamu berubah menjadi pribadi yang cuek dan dingin dengan harapan agar kamu tidak menyakiti orang lain atau dirimu sendiri nantinya jika terus menerus memaksakan diri untuk menampung isi dari gelas lainnya. Seperti bom waktu yaa kak? Keliatannya akan baik – baik saja jika ditahan, tapi jika terlalu lama ditahan juga bisa membahayakan diri sendiri atau orang terkasih yang ada disekitar kita. Sehingga perlu diingat yaa kak, emosi yang tidak dikelola dengan baik maka dapat berdampak buruk juga bagi diri sendiri nantinya.
Disini aku ingin menyampaikan bahwa aku bangga dengan apa yang sudah kakak lakukan dalam situasi ini dan aku berharap semoga kakak selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi permasalahan ini. Selain itu aku juga ingin berpesan pada kakak, bahwa boleh saja kakak mendorong diri untuk selalu membantu orang lain tetapi jangan lupa juga yaa untuk memberikan ruang untuk membantu diri sendiri :). Mungkin terdengar luas pengertian ruang yang aku sampaikan, tetapi ruang disini bisa berbentuk berbagi cerita dengan teman terdekat yang dipercaya, melakukan hobby yang kakak senangi, berolahraga, menulis apa yang kakak rasakan di sebuah buku atau note handphone untuk membantu kakak merefleksikan kembali tentang apa yang sedang kakak rasakan, atau bisa seperti ini kak berbagi cerita melalui salah satu platform yaitu tanya konselor yang kakak rasa aman untuk kakak berbagi cerita, dll. Harapannya ruang yang aku sampaikan tadi tidak hanya meringankan beban yang dirasakan, tetapi juga membantumu mengelola isi gelas yang kamu miliki dengan sudut pandang yang lain.
– Tim Tanya Konselor –