Masalah dengan teman

Tanya KonselorCategory: RemajaMasalah dengan teman
Anonnymous _ asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Aku sudah berteman dengannya selama 8 tahun dan kami hampir tidak memiliki sahabat lain. Ada sih teman, tapi tidak begitu akrab. Kami sering jalan, makan, curhat berdua layaknya sahabat pada umumnya (bukan lawan jenis).
Masalah bermula ketika awal masuk kuliah. Karena dia anak yang supel, dia memiliki banyak teman, sedangkan aku yang introvert tidak. Tapi aku ikut senang dengan keadaannya.
Tapi lama kelamaan, ketika dia ada masalah di jurusannya dan mengakibatkan dirinya tidak memiliki teman, sementara aku baru memiliki teman lain, dia secara jelas mengatakan padaku bahwa dirinya iri dan kesal padaku sambil menangis.
Aku hanya terdiam.
Aku tetap seperti biasa menyempatkan waktu untuknya. Mendengar curhatannya, melakukan hal yang dia mau aku bantu. Pula sudah mengajak dirinya bergabung dengan temanku yang baru, tapi belakangan ini dia kembali menyatakan kalau dirinya iri padaku.
Aku tidak mau meninggalkan temanku yang baru karena disini aku merasa diterima dan dapat merasakan rasa senang karena bisa bercanda tawa bersama untuk melupakan sejenak masalah pribadiku.
sedangkan kalau bersama temanku ini, aku cenderung hanya mendengarkan curhatan plus tangisannya, dan melakukan hal yang dia suruh tanpa aku bs curhat balik (karena dia bukan tipe pendengar yang baik) ataupun meminta bantuannya (karena dia mudah menolak kalau dia tidak mau dimintai bantuan)
Apa yang harus kulakukan?

1 Answers
Annisa Wirandika Staff answered 2 months ago

Halo kak, terima kasih yaa sudah mau berbagi cerita di sini. Dari apa yang sudah kakak sampaikan, terasa sekali kalau kakak sedang berada di posisi yang membingungkan dan cukup melelahkan secara emosional. Di satu sisi kakak merasa senang karena akhirnya menemukan lingkungan pertemanan yang membuat kakak diterima, tapi di sisi lainnya kakak juga tetap peduli dengan teman lama yang sedang kesulitan. Sehingga wajar sekali kalau kakak merasa gelisah menghadapi situasi ini.
 
Perasaan iri yang dirasakan oleh temanmu sebenarnya hal yang wajar untuk dirasakan, apalagi saat dia sedang merasa kehilangan atau kesepian. Namun, penting juga untuk diingat yaa kak bahwa perasaan tersebut adalah tanggung jawabnya, bukan sesuatu yang harus kamu tanggung atau perbaiki sendirian. Selama ini kakak sudah berusaha hadir, mendengarkan, dan mendukungnya yang mana hal itu sudah menunjukkan bahwa kakak adalah teman yang peduli. Dalam pertemanan yang sehat, memang idealnya akan ada hubungan timbal balik atau “saling”. Jika hubungan terasa berat di satu sisi seperti kakak yang lebih sering mendengarkan tanpa mendapatkan ruang untuk didengarkan, sehingga wajar jika lama-kelamaan kakak merasa lelah secara emosional.
 
Di situasi ini, kakak tidak harus memilih antara teman lama atau teman baru. Namun untuk saat ini yang lebih penting adalah bagaimana kakak tetap menjaga diri kakak sendiri. Kakak mungkin bisa mulai dengan menetapkan batasan yang sehat seperti tetap peduli, tapi tidak sampai mengorbankan kebutuhan emosimu sendiri. Selain itu jika memungkinkan, kakak juga bisa mencoba mengomunikasikan secara jujur hal-hal yang dirasakan dalam pertemanan ini untuk menghindari permasalahan yang lainnya.
 
Memang tidak mudah, apalagi kalau hubungan ini sudah berjalan cukup lama. Tapi perlu diingat kembali yaa kak bahwa kakak juga berhak untuk merasa senang, diterima, dan memiliki lingkungan pertemanan yang membuatmu nyaman dan berkembang. Semoga jawabanku bisa sedikit membantu yaa, kak.
 
-Tim Tanya Konselor-