Bolehkah saya memblock nomor WA mantan? Soalnya saya masih ada rasa cemburu dia pasang foto profilnya cewek baru. Pikir saya, saya sudah ikhlas ketika saya diputus tanpa sebab pada bulan november 2017, ternyata belum. Putusnya itu, dia tiba-tiba menghilang. Dapat nomor kontaknya pun dari temannya. Kami LDR. Jika saya block, mantan saya punya hutang sama saya. Tapi kalau tidak block, hati saya masih sakit ngeliat dia sama pacar barunya. Dia masih curhat juga sama saya tentang hubungan asmaranya dan juga kerjaannya. Dia juga selalu bertanya apakah saya sudah ada pacar baru atau belum. Ini saya bingung, apakah saya harus block atau tidak. Mohon masukkannya. terima kasih.
Halo…
Salam kenal..
Terima kasih sdh mau bercerita dg kami..
Pasti berat yah menghadapi masalah dg mantan spt ini, apalagi dihadapkan pd pilihan blok kontak krn hati msh panas dg sikapnya saat ini bersama yg baru vs kehilangan kontaknya yg brarti kehilangan nominal hutang tertentu..
Untuk itu mnrt sy, kamu perlu menentukan prioritas penyelesaian masalah.. Manakan yg lbh utama n penting utk diselesaikan.. Dg kesadaran bahwa tiap pilihan pasti ada konsekuensinya..
Bbrp opsi yg bs kamu ambil
Opsi A (Tagih Hutang, Baru setelah itu blok kontak)
1. Ingatkan dy dg sopan ttg hutangnya. (Apalagi jika nominal nya cukup besar. Jika benar dy berhutang maka adalah hak kamu utk menagihnya 😊). Tanyakan kesediaannya melunasi hutangnya.
2. Bila kemudian telah dibayarkan, dan hatimu msh berat utk mengikhlaskan (sy rasa ini wajar, krn memaafkan dan mengikhlaskan pun butuh proses), baru kamu blok kontaknya.
Opsi B (iklaskan keduanya: lgsg blok WA tanpa menagih hutang)
Seperti yg sy sebutkan di atas, memblok kontak wa mnrt sy diperbolehkan… krn stiap org pny caranya sndri utk move on, termasuk mengurangi akses kontak dgnya.
Opsi C (tdk menagih dan tdk blok kontak)
Opsi ini butug kelapangan hati yg luar biasa. Krn kamu akan pasif menunggu dy ingat n sadar utk bayar hutang (atau skalian kamu ikhlaskan dy tidak bayar) dan kamu jg msh akan bnyk kontak dg dy.
Kerugiannya: “makan hati bangeeet”, bs baper berlarut-larut.
Kelebihannya: jika kamu mau berproses mengasah hati utk ikhlas pd kedua hal ini, kamu akan menjadi pribadi yg tangguh pd akhirnya.
Hmmm…
Kalau sy pribadi org yg lbh memilih “speak up/berani bicara” untuk hak hak saya.. Maka sy pribadi lbh memilih opsi A..
Tpi skali lg.. keputusan ada di tanganmu yah… Putuskan dg bijaksana… Minta hikmat dr Tuhan dg berdoa, bila perlu terbukalah juga dg org tua/keluarga terdekat yg kamu percaya, siapa tahu ada masukan dan jalan keluar yg lbh melegakan..
Salam semangat!