Salam kenal, saya adalah anak bungsu yg selalu dimanja dan dituruti kemauannya. Tapi semua mendadak berubah ketika keluarga saya terlilit hutang bank. Saat ini status saya mahasiswa semester 2 dan akan lanjut ke semester 3. Saya bisa kuliah karna dapat beasiswa 75% dari semua total biaya kuliah, tapi ternyata 25% nya lagi masih terbilang cukup susah untuk ayah saya membayar uang kuliah tersebut yang hanya 2 jt. Tetangga saya tiba2 menawarkan pekerjaan di proyek dan ayah saya meminta saya untuk bekerja disana agar saya bisa membiayai kebutuhan pribadi saya dan keluarga termasuk membeli motor. Saya yang sebagai anak bungsu mendadak kaget karna tiba2 semuanya berubah drastis. Sebenernya saya mau aja kerja, tapi masalahnya saya sangat menyayangkan kuliah dan beasiswa saya apabila tidak dilanjut dan juga tahun sebelumnya saya sudah pernah kuliah tapi hanya sampai semester 2 karna tidak dapat beasiswa, lalu saya mendapat beasiswa di kampus lain. Saya malu sama temen, saudara apabila saya tidak lanjut kuliah, harus jawab apa saya ke mereka apabila mereka menayangkan hal tersebut. Dan saya juga tidak enak dengan Kaka yg sudah membantu 50% biaya kuliah, beliau sangat ingin adeknya menjadi sarjana. Dan mental saya juga sebenernya belum kuat untuk menjadi pekerja. Ada banyak kerugian apabila saya menerima pekerjaan tersebut. Tetapi disisi lain ayah saya benar2 menginginkan saya kerja agar ada biaya tambahan untuk keluarga. Ayah saya bilang Sarjana bisa kapan saja, nanti setelah saya ngumpulin uang saya bisa lanjut kuliah, katanya. Sebenernya hal yg paling saya takutkan ketika milih bekerja adalah saya memiliki penyakit epilepsi dan itu bisa terjadi kapan saja. Saya malu apabila penyakit ini kumat di tempat saya bekerja. Dan Hari ini adalah penentuan dimana saya harus memilih bekerja atau cuti kuliah. Saya benar2 bingung dan tidak tau harus cerita ke siapaa. Menurut bapak/ibu saya harus memilih yang mana? Pilih kerja dan keuangan keluarga saya akan kembali membaik sekaligus ingin membahagiakan umi saya menuruti semua keinginannya, tetapi saya akan menerima banyak kerugian tentang kuliah. Atau tetap kuliah dan berjalan seperti hari biasanya tetapi akan merepotkan orang tua sekaligus tidak enak dengan tetangga yang sukarela memberi saya pekerjaan. Hari ini saya harus membuat keputusan
Halo kak azzahra. Saya coba menjawab yaa. Sebelumnya terima kasih sudah menceritakan permasalahan kamu. Berada di situasi yang mengharuskan kita memilih terkadang membuat kita bingung terlebih ketika kita dan orang yang kita anggap penting (dalam konteks ini adalah orang tua kamu) memiliki keinginan yang berbeda. Pada dasarnya, setiap dari kita memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Yang penting, kita paham konsekuensi, risiko, serta sumber daya untuk menjalaninya. Dalam konteks permasalahan Kak Azzahra, kakak bisa coba membuat list risiko, manfaat, dan sumber daya apa saja yang kira kira akan didapat ketika memilih untuk lanjut kuliah maupun memilih lanjut kerja. Setelah itu, coba Kak Azzahra renungkan kira-kira setelah kakak mengetahui risiko, manfaat, dan sumber daya, mana yang Kak Azzahra lebih sanggup menjalaninya? Karena setiap pilihan pasti ada risikonya, tetapi setiap risiko itu tentu punya penyelesaiannya masing-masing. Kemudian, jika memungkinkan Kak Azzahra dapat coba mengomunikasikan bersama kakak maupun ibu.