Saat tk sampai sd komunikasi gw itu bagus, yaitu gw gampang Berkomunikasi Dengan orang yang belum gw kenal maupun yang gw kenal, tapin saat jenjang smp itu semua berubah, Karena adanya tindakan bullying Teman2 smp Yang membuat gw jadi Susah untuk membuat teman Dan Berkomunikasi apalagi Bicara ke cewek boro boro susah banget, dan sejak COVID gw terbawa ke Dunia yang buruk Yaitu gw Jauh Dari tuhan gw Dan kenal namanya pmo, kira2 ada advice biar Gw bisa balik ke diri gw saat sd, soalnya pengen banget jadi Orang yang komunikatif ga kayak sekarang kalau Keluar Dan komunikasi sama orang aja takut buat ngeliat mukanya apalagi sama teman sma baru sangat susah untuk menyapa Apalagi kalau ngobrol Temanya dikit banget
Hai Kak Terima kasih telah menghubungi kami dan berbagi cerita dengan kami.
Saya memahami bahwa perubahan yang terjadi dalam hidupmu, terutama sejak memasuki jenjang SMP dan mengalami pengalaman bullying, telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kepercayaan diri serta kemampuan komunikasimu. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, terutama ketika seseorang mengalami pengalaman kurang menyenangkan yang membuat cara pandangnya terhadap interaksi sosial berubah. Ditambah lagi, masa pandemi yang membuat banyak orang lebih sering menghabiskan waktu di rumah menyebabkan kebiasaan dan pola hidup ikut berubah, termasuk semakin menjauh dari kehidupan sosial dan mengalami keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Namun, saya ingin meyakinkan bahwa semua perubahan ini bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih ada kesempatan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan komunikatif seperti dulu.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menerima dan memahami perubahan yang terjadi dalam diri sendiri. Terkadang, ketika seseorang mengalami masa sulit seperti ini, ada kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri atau merasa bahwa keadaan tidak bisa diperbaiki. Namun, penting untuk menyadari bahwa perubahan ini adalah hasil dari pengalaman yang terjadi di masa lalu, bukan karena adanya kelemahan atau kekurangan yang tidak bisa diperbaiki. Dengan menerima bahwa situasi ini telah terjadi dan memahami bahwa ada kendali untuk memperbaikinya, maka proses pemulihan dan pengembangan diri akan menjadi lebih mudah.
Setelah bisa menerima kondisi saat ini, langkah selanjutnya adalah membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memulai dari lingkungan yang paling nyaman. Jika berbicara dengan orang baru terasa sulit, cobalah untuk mulai berinteraksi lebih sering dengan orang-orang yang sudah dikenal dan membuat merasa nyaman, seperti keluarga atau teman lama. Bisa juga melatih keberanian untuk menyapa orang baru dengan hal-hal sederhana, misalnya sekadar mengucapkan “Hai” atau “Apa kabar?” saat bertemu teman sekelas. Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung terlibat dalam percakapan panjang, tetapi cobalah untuk membangun kebiasaan berbicara sedikit demi sedikit, sehingga rasa takut atau canggung dalam berkomunikasi bisa berkurang secara perlahan.
Selain itu, meningkatkan keterampilan komunikasi juga menjadi langkah penting dalam proses ini. Jika merasa kesulitan dalam berbicara, bisa mencoba melatih diri dengan cara menyiapkan beberapa topik ringan yang bisa dijadikan bahan pembicaraan, seperti membahas hobi, film, musik, atau hal-hal menarik yang sedang terjadi di sekitar. Bisa juga melatih keterampilan berbicara dengan berbicara di depan cermin atau merekam suara sendiri, sehingga bisa mengevaluasi bagaimana cara berbicara yang lebih nyaman. Tidak hanya itu, berlatih mendengarkan dengan aktif juga dapat membantu dalam membangun komunikasi yang lebih baik. Cobalah untuk lebih fokus saat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi dengan antusiasme yang wajar, sehingga lebih mudah terlibat dalam percakapan tanpa merasa canggung.
Saya juga memahami bahwa berkomunikasi dengan orang baru, terutama lawan jenis, menjadi tantangan tersendiri. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh pengalaman di masa lalu yang membuat rasa percaya diri berkurang. Untuk mengatasi hal ini, bisa memulai dengan langkah kecil, misalnya mencoba membangun kontak mata dan tersenyum ketika berinteraksi dengan orang lain. Jangan terlalu khawatir dengan bagaimana orang lain menilai, karena yang terpenting adalah merasa nyaman dengan diri sendiri. Bisa juga mencoba untuk bergabung dalam komunitas atau kegiatan sosial yang sesuai dengan minat, sehingga interaksi dengan orang lain terjadi dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Terkait dengan kebiasaan yang membuat merasa semakin jauh dari Tuhan serta terjerumus dalam kebiasaan yang kurang baik, saya ingin menekankan bahwa kesadaran untuk ingin berubah adalah langkah awal yang sangat baik. Untuk mengatasi kebiasaan ini, bisa mulai dengan mencari cara untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan positif. Misalnya, mencoba melibatkan diri dalam aktivitas fisik seperti olahraga, menekuni hobi baru, atau meningkatkan keterampilan tertentu yang bisa membantu lebih produktif. Jika merasa semakin jauh dari kehidupan spiritual, bisa mulai dengan langkah sederhana seperti meluangkan waktu untuk merenung, berdoa, atau mencari komunitas yang bisa mendukung untuk kembali mendekatkan diri pada nilai-nilai yang selama ini mungkin terabaikan.
Selain itu, sangat penting untuk memiliki dukungan sosial yang positif dalam proses ini. Jika merasa kesulitan untuk menghadapi perubahan ini sendirian, jangan ragu untuk berbicara dengan seseorang yang bisa dipercaya, seperti teman, keluarga, atau bahkan seorang konselor yang bisa membantu memberikan arahan dan dukungan yang lebih spesifik. Terkadang, berbicara dengan seseorang yang memahami kondisi ini bisa membantu mengurangi beban emosional dan memberikan perspektif yang lebih positif dalam menghadapi tantangan yang ada.
Terakhir, saya ingin menekankan bahwa perubahan tidak perlu terjadi secara instan, tetapi yang terpenting adalah terus berusaha dan konsisten dalam mengambil langkah-langkah kecil untuk memperbaiki diri. Tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri jika mengalami kesulitan di awal, karena setiap proses memiliki tantangannya masing-masing. Dengan kesabaran, ketekunan, dan dukungan yang tepat, saya percaya bahwa akan ada perkembangan positif untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri, komunikatif, dan memiliki kehidupan yang lebih baik seperti yang diharapkan.
-Tim Tanya Konselor-