Hallo ka Yentii, Terimakasih sudah menulis dan menuangkan ceritanya,
Aku dengar kamu, tanpa menghakimi dan rasa lelah itu terasa berat ya. Dan itu sangat wajar. Kadang lelah itu bukan cuma capek fisik, tapi campuran dari banyak hal seperti, kecewa, pikiran penuh, perasaan yang dipendam, dan mungkin juga merasa harus kuat terus. Kalau sudah sampai bilang “aku lelah”, biasanya itu tanda kamu sudah menahan banyak hal sendirian.
Kamu nggak harus kuat terus kok.
Coba tarik napas pelan sebentar…
kamu coba bicara sama diri kamu sendiri, maafkan jika kamu terlalu keras terhadap dirimu sendiri, maafkan kalau kamu sering menutupi luka sendiri, maafkan apapun itu yang membuat diri kamu berpura-pura kuat atas apa yang terjadi pada hidupmu. Karena diri kamu sendiri juga berhak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan yang layak. peluk erat dirimu dan katakan mari kita mulai semuanya dari awal dan bangun semuanya dengan awal yang baik, tanpa harus berpura-pura.
kalau boleh aku tahu, kamu sekarang lelahnya lebih ke arah apa?
- capek hati (hubungan / orang lain)
- capek pikiran (overthinking, tekanan)
- capek fisik (kurang istirahat)
- atau campuran semuanya?
Semoga hari hari mu selalu dimudahkan dan terus berjuang untuk menjadi manusia yang utuh. peluk dari jauh untuk kak yentii..
See you tim tanya konselor