kepikiran-sampai-nggak-bisa-tidur

Tanya KonselorCategory: Remajakepikiran-sampai-nggak-bisa-tidur
Rachel Mozalita S asked 6 years ago . Client detail : male, 13-16 y.o

Kak, aku punya sahabat, jadi ceritanya kemarin ada lomba 17 Agustusan di sekolah, terus kelas kita disuruh mewakili lomba2 yang diadakan. Di sekolah kita ada lomba make up 17-an. Nah, list perwakilan lombanya ini sudah lewat batas pengumpulan, akhirnya aku tanya ke ketua kelas siapa enaknya yang jadi perwakilan lomba make up (ceritanya ini semua lomba kecuali make up sudah ada perwakilan). Ketua kelas jawabnya sahabat aku. Aku juga sempet tanya bu Guru, kata bu Guru sahabat aku yang paling cocok ikut lomba itu. Nah berhubung bu Guru dan Ketua Kelas setuju, ketua kelas suruh aku tambahin nama sahabatku di list, (sahabatku sudah aku tanyain kak, mau ikut apa nggak, tp dia offline lama bgt) terus aku kepikiran kak, aku minta maaf ke dia tapi dia cuma bales \\\’Haha\\\’, aku harus gimana kak?

1 Answers
Annisa Wirandika Staff answered 4 months ago

Hallo, sebelumnya terima kasih yaa sudah berbagi cerita dengan tanya konselor. Setelah membaca ceritamu tadi aku memahami perasaan khawatirmu yang saat ini berubah menjadi perasaan gelisah serta rasa bersalah terhadap sahabatmu dan aku juga menyadari bahwa posisimu dalam situasi ini juga terbilang tidak mudah untuk pada akhirnya mengambil keputusan tersebut. Sehingga disini aku ingin memberikan beberapa pandangan mengenai situasi tersebut yang harapannya dapat membantumu merefleksikan kembali situasi yang telah terjadi dan dapat menjawab beberapa kegelisahanmu.

Pertama keputusan untuk mengajukan nama sahabatmu sebagai kandidat di salah satu perlombaan. Dari apa yang sudah kamu sampaikan tadi, menurutku tindakanmu sudah tepat. Dimana sebelum akhirnya kamu mengajukan nama sahabatmu, kamu telah mendiskusikan hal ini dengan beberapa orang yang memiliki pendapat cukup penting dalam situasi ini yaitu ketua kelas dan guru. Tidak hanya itu kamu juga melibatkan sahabatmu untuk memberikan tanggapan atas usulan yang sudah kamu terima tadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan yang kamu ambil disini bukanlah keputusan sepihak, melainkan keputusan bersama.

Lalu salah satu hal lain yang membuatmu merasa terganggu adalah balasan dari sahabatmu yang hanya membalas pesanmu dengan kalimat “haha” setelah menunggu lama. Menurutku jawaban tersebut masih belum dapat dimaknai apapun atau diambil kesimpulan yaa. Karena kembali lagi balasan yang disampaikan oleh sahabatmu adalah pesan teks yang sulit kita pastikan maksud dari si pengirim. Bisa jadi dia memberikan balasan tersebut karena terkejut dan bingung harus menjawab apa atau bisa jadi seperti yang kamu pikirkan bahwa dia keberatan untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut. Sehingga disini yang ingin aku sampaikan adalah pesan tersebut masih belum dapat menggambarkan sepenuhnya keputusan dari sahabatmu tadi yaa dan mungkin next-nya bisa kamu tanyakan kembali secara langsung mengenai tawaran tersebut agar lebih jelas yaa :). Perasaan bersalah yang kamu rasakan juga sangat benar adanya, dimana emosi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa kamu peduli dengan sahabatmu dan tidak ingin membuatnya merasa terbebani. Namun disisi lain perlu kita sadari juga posisimu disini juga terbilang tidak mudah, dimana kamu diminta untuk segera memberikan keputusan karena adanya keterbatasan waktu yang diberikan oleh panitia sekolah. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri yaa dalam situasi ini, karena apa yang sudah kamu lakukan sudah tepat dan bertanggung jawab :).

-Tim Tanya Konselor-