Saya pernah beberapa kali didekati pria dan berlanjut di WhatsApp kami pun sering chatingan,telponan,bahkan vidio call,dia juga kadang meminta saya untuk mengirim poto saya,awalnya saya cuek tapi lama lama saya mulai tertarik dengan dia tetapi ketika saya ingin membuka hati buat dia tapi dia malah seakan akan menjauh dari saya,yang awalnya selalu menghubungi saya duluan dan sekarang tidak lagi,bahkan kami sampai seperti orang yang tidak kenal lagi padahal dulu sangat dekat sekali,saya kadang malas menghadapi situasi seperti ini,padahal dia duluan yg menyukai saya dan menghubungi saya,tetapi ketika saya sudah menyukai dia,dia malah menghilang tidak ada kabar dulu dia bilang dia tidak seperti itu tapi ternyata semua itu bohong
Halo Widy,
Terima kasih karena sudah mempercayai kita untuk jadi tempat cerita kamu ya. Situasi seperti ini memang bisa terasa membingungkan dan cukup menguras perasaan, apalagi ketika awalnya dia yang lebih dulu mendekat, memberi perhatian, sering menghubungi, lalu perlahan justru menjauh saat kamu mulai membuka hati. Perubahan yang tiba-tiba seperti itu wajar sekali membuat kamu merasa kecewa, lelah, bahkan mungkin mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Dari cerita kamu, terlihat bahwa hubungan ini berkembang cukup intens mulai dari chat, telepon, hingga video call. Ketika komunikasi berjalan konsisten, perasaan memang bisa tumbuh dengan sendirinya. Jadi sangat manusiawi kalau akhirnya kamu mulai tertarik dan ingin memberi kesempatan lebih. Namun ketika sikapnya berubah tanpa penjelasan yang jelas, rasa kehilangan dan kebingungan itu tentu terasa nyata, apalagi sebelumnya dia mengatakan bahwa dirinya tidak akan bersikap seperti itu.
Yang penting untuk kamu ingat, perubahan sikap seseorang bukan berarti ada yang kurang dari diri kamu. Terkadang ada orang yang menikmati proses mendekati dan memberi perhatian, tetapi belum tentu siap untuk konsisten atau bertanggung jawab secara emosional. Itu lebih mencerminkan kesiapan dirinya, bukan nilai diri kamu.
Rasa malas menghadapi situasi seperti ini juga bisa menjadi tanda bahwa kamu sudah lelah secara emosional. Mungkin ini bisa menjadi momen untuk lebih memperhatikan batasan dan kebutuhan kamu sendiri dalam sebuah hubungan. Misalnya dengan melihat konsistensi tindakan sebelum melibatkan perasaan lebih dalam, serta tetap menjaga ruang pribadi termasuk dalam hal berbagi foto atau hal-hal yang sebenarnya belum sepenuhnya membuat kamu nyaman.
Kalau kamu merasa perlu kejelasan, komunikasi yang jujur dan tenang bisa menjadi pilihan. Bukan untuk memaksa, tetapi untuk menjaga ketenangan hati kamu sendiri. Namun jika dia tetap tidak menunjukkan konsistensi, penting untuk tetap memprioritaskan harga diri dan kesehatan emosional kamu.
Yang terpenting, jangan menyalahkan diri kamu karena sudah membuka hati. Itu menunjukkan bahwa kamu mampu merasakan dan memberi perhatian dengan tulus. Kamu berhak mendapatkan hubungan yang jelas, hangat, dan saling menghargai.
Kalau pengalaman ini masih terasa mengganggu atau membuat kamu ragu terhadap diri sendiri, cobalah berbagi cerita dengan teman, sahabat, atau orang yang kamu percaya. Mendapatkan sudut pandang dari orang lain sering kali membantu kita melihat situasi dengan lebih jernih. Dan jika suatu saat kamu merasa perlu didampingi lebih jauh, mencari bantuan profesional juga merupakan langkah yang bijak.
Kamu pantas dihargai, bukan hanya saat seseorang sedang tertarik, tetapi juga dalam konsistensi dan keseriusan. Jaga hati kamu dengan penuh penghargaan terhadap diri sendiri. Kamu berharga dan layak untuk bahagia!
-Tim peduli remaja indonesia