Hallo… sebenarnya ini udah lama banget dipendam nya, gak tau pengen curhat ke siapa lagi. aku gak ada temen bahkan keluarga sendiri pun gak ada yang bisa dipercaya aku anak pertama dikeluarga. aku punya 2 adek perempuan. aku ngerasa aku harus sempurna dalam berbagai hal salah satunya akademik dulu waktu sekolah SD aku harus dituntut bisa harus!!!. tapi nyata nya aku gak mampu setiap pembagian rapor aku selalu dibandingin sama temen yang bahkan juara umum sekolah mama selalu bilang \\\\\\\” liat temen kamu tuh! dia aja bisa masa kamu gak bisa dia juara 1 umum lagi kalau kamu apa nilai pun pas-pas san gak ada yg bisa dibanggain dari kamu\\\\\\\” and yaa.. itu terus berlanjut samapi aku sma aku sma setiap kali ngeliat niali rapot aku yg jelek selalu kata itu kata keluar sekalipun nilai rapot aku bagus pasti mama selalu membandingkan aku dengan anak yg juara 1. mama bahkan bilang mau kuliah atau tidak terserah kamu aku bahkan harus melupakan hobi menulis dan melukis hanya demi supaya aku pinter. sedangkan adek- adek mereka semua kesayangan mereka bisa memenuhi keinginan mama yang pengen punya anak yang pinter dan berbakat. mama sayang mereka. dan itu terus berlanjut sampai kehidupan kerja. aku udah berusaha yang terbaik tapi selalu sama setiap mama ada masalah selalu aku yang dimarah bahkan bukan sekali atau dua kali berkali-kali aku diusir dari rumah. aku sudah berusaha menjadi anak yang baik, anak perempuan kebanggaan mama, anak perempuan yang selalu mama inginkan aku sudah berusaha. aku bahkan masuk kuliah di univ yang mama suka. aku iri sama setiap temen perempuan aku bisa sedeket itu sama mama nya. sekarang bahkan aku gak tau aku mau, apa mau bagaimana. bahkan pikiriran dan hati aku kosong aku ngerasa aku sendirian di dunia ini. gelap banget
Hai Deviarinda, terima kasih sudah mempercayakan kami untuk mendengar ceritamu. Terima kasih juga kamu sudah berani menceritakan masalahmu dan tidak memendamnya.
Kamu bercerita kalau kamu punya 2 adik perempuan ya? Apakah kamu anak pertama? Sangat wajar sekali sebagai seorang kakak kamu ingin menjadi yang terbaik agar bisa jadi panutan adik-adikmu. Kamu pasti juga sudah melakukan yang terbaik agar bisa jadi contoh adik-adikmu. Terima kasih ya.
Di sisi lain, kamu cerita kalau mamamu selalu membandingkan nilai akademikmu dengan temanmu. Mamamu juga sering memarahimu. Pasti rasanya sangat tidak menyenangkan dibanding-bandingkan dan dimarahi seperti itu ya.
Namun pada dasarnya setiap orang tua pasti menyayangi anak-anaknya. Orang tuamu pasti juga menyanyangi layaknya mereka menyayangi adik-adikmu. Tapi setiap orang tua bisa berbeda-beda dalam menunjukkan kasih sayangnya. Mungkin kamu dan mamamu belum menemukan titik temu antara apa harapan mamamu, dan mamamu juga belum memahami sepenuhnya usaha-usaha yang telah kamu lakukan untuk menjadi anak yang baik dan tentunya kakak yang baik juga untuk adik-adikmu.
Kalau di bidang akademik mungkin kamu belum bisa menjadi yang terbaik, saya yakin pasti ada dalam dirimu kemampuan yang menonjol dan bisa menjadi nilai lebih untuk kamu.
Kamu bisa mulai mengeksplore kira-kira kemampuan atau hal apa yang ada dari diri kamu ya. Sehingga kamu bisa menunjukkan bahwa meskipun dalam hal akademik belum bisa jadi yang terbaik, tapi ada lho hal positif dan kemampuan lain dari diri kamu.
Mungkin kamu bisa mulai melakukan hobi menulis atau melukismu lagi lho. Kalau kamu lagi sedih, marah, atau sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, coba mulai dituangkan dalam bentuk tulisan atau lukisan. Siapa tau itu bisa jadi karya. Penulis atau pelukis terkenal juga banyak lho yang memulainya dari meluapkan emosi yang sedang mereka rasakan.
Selain bermanfaat sebagai hobi, menulis dan melukis itu bisa juga sebagai media katarsis kalau kamu sedang tidak baik-baik saja, dan itu sudah terbukti secara ilmiah dan terbukti di banyak orang juga lho.
Jadi tidak ada salahnya kamu mulai mencoba melakukan lagi hobi yang sempat kamu tinggalkan. Siapa tau dari hobimu itu kamu bisa menghasilkan karya dan membuktikan ke mamamu kalau kamu punya kemampuan menonjol yang membanggakan. Selain itu, emosi marah, sedih, tidak menyenangkan, atau emosi negatif lainnya yang selama ini kamu pendam karena merasa tidak tahu harus cerita ke siapa juga dapat tersalurkan, dan tentunya kamu bisa lebih sehat secara mental.
Lalu kalau kamu merasa ingin bercerita, kamu tidak perlu merasa sendirian lagi ya. Kamu boleh menceritakan masalahmu kepada kami. Feel free ya. Kami memiliki Teman Curhat dan Konselor yang siap sedia untuk mendengar cerita-ceritamu. Terima kasih sudah selalu mengusahakan yang terbaik.
Tetap semangat ya Deviarinda
Salam bahagia dari kami,
Tim Peduli Remaja Indonesia