idk what to do

yunqis sunshine asked 5 years ago . Client detail : female, 13-16 y.o

Hi, sorry i want to tell my little problem esp abt sexual harassment yg saya alami bbrpa tahun kebelakang. sebenarnya sangat susah utk menceritakan semuanya tapi semoga ini bisa meringankan beban saya, anw i’m 15 y.o. kejadian pertama kali adalah saat saya berumur sekitar 5/7 tahun, saya ingat betul tetangga saya menyentuh area privat bawah saya dgn senang, disaat itu saya belum mengerti apa² . disaat saya berada di kls 6 sd guru saya sering menyentuh tubuh saya dan teman² saya spt area lengan dan pundak. kami takbisa berbuat apa² karena pasti tdk ada yg percaya dan takut dia akan mengancam kami. serta dgn gatau malunya dia pernah memeluk saya dri belakang saat saya sendirian di kelas, saat itu saya langsung lari kekantin sekencangnya, takut cemas panik jadi satu. tubuh saya mmg ckup berisi untuk ukuran usia saya karena faktor keturunan. saya srg di catcall orng maupun teman saya dgn kata² yg menjijikkan, bahkan dijadikan fantasi seksual temn saya. sampai akhirnya tetangga saya meraba payu*** saya saat saya sendirian dikamar dan mengatakan ” pydr kamu keras atau empuk si? ” , saya hancur sekali saat itu saya susah payah bercerita ttg ini ke keluarga saya dan respon mereka ckup mengecewakan dan malah ttp bercanda dgn pelaku. saya menangis setiap hari setiap malam dan pernah berfikir apa saya dilahirkan hanya utk dilecehkan saja?, saya selalu berfikir kenapa saya punya badan seperti ini ketika tmn sebaya saya menginginkannya, saya sering melamun, menatap sesuatu dgn tatapan kosong, dimarahin guru saya karena melamun terus pasca kejadian itu, bertahun-tahun saya berusaha lepas dri trauma yg saya alami tapi gagal. orang tua saya seakan tdk peduli dgn apa yg saya alami dan memaksa saya ttp terlihat baik² saja, pernah saya bnr² down saya mengurung diri di kamar, diam malah saya dibenci sekeluarga, jujur itu menambah beban saya, karena keluarga saya tipe org yg ” gausah dipikirn, kek gt doang lupain aja ” dan bermuka 2 ke org lain. saya capek saya gabisa cerita ke siapa pun trmsk teman saya, susah mengungkapkan semua ke org lain, setiap hari yg saya pikir adalah saya tdk pantas utk seseorang, selalu dilecehkan, susah konsentrasi, pelupa, melamun, pesimis, sulit mengambil keputusan, selalu membenci diri saya sendiri, bayang² trauma saya selalu muncul, dan ketika itu muncul saya akan menangis sendirian beberapa jam ke depan, dan itu berlangsung berulang-ulang. saya pernah berfikir apa iya saya depresi? apa iya saya harus pergi ke psikolog? but sometimes saya berfikir i’m just overreact dan lebay. tepat tdi sore, pelaku yg melecehkan saya ke rumah saya perihal membicarakan tanah, dia pencitraan mengajak berjabat tangan, sungguh selama ini saya melihat dia saja takut panik ingin menangis tremor, tentu saya menolak ajakan trsbt karena rasa benci saya tentunya, yg membuat saya kecewa adalah org tua saya yg ikut memaksa saya berjabat dgn dia kaya wtf? ortu saya tau kejadian trsbt, tapi malah keluarga saya bercanda dan bersenang-senang dgn dia, rasanya sakit sekali saya merasa tdk di hargai, i’ve suicidal thoughts sometimes tapi saya ingat dosa saya banyak dan tdk ingin ini tambah memberatkan saya di akhirat. saya pernah bilang ke diri saya sendiri ” kamu harus hidup, ada kebahagiaan didepan sana yg menanti kamu dan kamu harus melaluinya ” saya selalu bercerita pada tuhan ttg what i suffer menangis setelah shalat adalah kebiasaan hahaha, everything was exhausting. thank u so much for hearing my story, i hope u always have a great day and god bless u, thank you.

1 Answers
Audiannisa Irfantiara Staff answered 5 years ago

Halo, yunqis sunshine. Bagaimana kabarmu? Semoga sehat selalu yaa 🙂
Sebelumnya, terima kasih karena sudah memercayakan kami sebagai tempatmu bercerita.
Kami turut sedih membaca ceritamu, apalagi hal yang dialami kamu sejak kecil itu sangat amat tidak pantas dan tidak benar dilakukan oleh siapapun.
Memiliki bentuk badan yang tidak kamu inginkan di umurmu dulu bukanlah sesuatu yang menyedihkan, kok. Tubuh yang kita punya adalah salah satu anugerah dari Tuhan yang nilainya sangat luar biasa. Itulah mengapa setiap manusia harus bisa menghargai dan menghormati bentuk tubuh manusia lain. Tubuh manusia bukan lah suatu objek yang bisa diperlakukan orang lain dengan seenaknya, apalagi hingga menjurus ke arah pelecehan.
Dengan kamu sudah bercerita dengan keluargamu itu adalah langkah yang sangat tepat. Meskipun untuk saat ini kamu belum mendapat respon yang baik dan suportif dari mereka, tapi kamu jangan menyerah ya. Tetaplah berjuang untuk mengedukasi mereka betapa pentingnya perlindungan korban atas pelecahan seksual.
Selain dengan keluargamu, apakah kamu punya tempat bercerita lain seperti teman dekat? Atau apakah kamu sempat berpikir atau sudah berbicara tentang hal ini ke orang yang sekiranya pernah melakukan pelecehan tersebut kalau kamu risih dan tidak suka?
Kalau kamu sudah mencapai tahap yang sangat keterlaluan dan mengkhawatirkan, segera cari bantuan ya. Selain kamu bisa menceritakan hal ini kepada seorang profesional seperti psikolog, kamu bisa mencari bantuan ke siapapun. Ke guru bimbingan konselingmu, orang yang dihormati di sekitarmu, keluargamu yang lain, atau pihak yang berwenang yang mengurusi masalah ini.
Please jangan malu menceritakan hal ini kepada orang lain untuk mencari bantuan. Kamu tidak melakukan dosa apapun. Kamu sudah berada di jalan yang sangat tepat dan jangan lelah untuk berjuang untuk memperjuangkan hak-hak dasar kita sebagai manusia agar orang lain mengerti bahwa tindakan mereka tidak bisa ditolerir.
Semoga, dengan saran di atas dapat memecahkan masalahmu yaa.
Sehat selalu, terus berjuang, dan jangan lupa bahagia! 💖
Salam sayang,
Tim Remaja Peduli Indonesia