Hukum mendoakan tiga pria

Tanya KonselorHukum mendoakan tiga pria
Hamba Allah asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Assalamualaikum , saya hamba Allah, perjalanan cinta saya cukup unik, yang pertama kami terpisah karena kami berada di pulau yang berbeda dan kami tidak memiliki alat komunikasi, hingga kami menikah dengan pasangan masing-masing, saya pun mendapatkan jodoh , perkenalan kita hanya satu bulan kemudian menikah , setelah menikah ternyata suami saya tidak soleh tidak berada di jalan Allah,, ditengah perjalanan rumah tangga saya , saya terhubung dengan cinta pertama, karena cinta permata saya berstatus duda, dia tidak ingin merebut saya dari suami saya, , kemudian saya mendaptkan tambatan hati dengan pria asal Banglades dia sangat tampan manis penuh perhatian bagi saya tidak ada yang kurang darinya,, tetapi karena dia tidak ingin merusak rumah tangga saya dan bahkan dia mengharapkan rumah tangga kami bahagia,,,, dan hati saya mengatakan bahwa pria asal Banglades adalah cinta saya yang terakhir, dan saya tidak ingin jatuh cinta lagi,,,karena saya terlalu menyayangi mereka dan sempat berharap untuk menjadi yang terbaik,, saya mendoakan setiap selesai sholat,, saya selalu berharap mereka bertiga selalu bahagia, selalu dalam lindunganNya sepnjang waktu dan bahagia,,, pertanyaan saya apakah yang saya lakukan ini salah atau tidak Terimakasih

1 Answers
Elis Febriyani Staff answered 1 month ago

Halo kak,
terima kasih sudah berbagi cerita yang sangat pribadi ini. Apa yang kamu alami memang tidak sederhana, dan wajar kalau kamu merasa bingung dengan perasaanmu sendiri. Perasaan sayang, keterikatan, dan keinginan untuk mendoakan orang-orang yang pernah berarti dalam hidup itu hal yang manusiawi. Di sini kamu aman untuk bercerita kak.
Dari ceritamu, terlihat bahwa ada beberapa orang yang pernah mengisi hati kamu dengan cara yang berbeda-beda. Ada cinta pertama, ada suami sebagai pasangan saat ini, dan ada sosok lain yang hadir memberi perhatian dan kenyamanan. Di satu sisi kamu ingin tetap menjaga rumah tangga, tapi di sisi lain masih ada rasa yang tertinggal atau terhubung dengan orang lain. Itu yang membuat hatimu terasa terbagi kak.
Kalau dilihat lebih dalam, mungkin ini bukan hanya tentang boleh atau tidak mendoakan mereka. Tapi lebih ke kondisi hatimu saat ini. Ketika masih ada keterikatan dengan beberapa orang sekaligus, wajar kalau hati jadi tidak tenang dan sulit fokus menjalani kehidupan yang sekarang. Mendoakan kebaikan itu tidak salah, apalagi kalau isinya hal-hal baik. Tapi yang perlu kamu sadari, apakah doa itu benar-benar tulus, atau masih ada harapan dan perasaan yang belum selesai di dalamnya kak.
Mungkin kamu bisa pelan-pelan merenungkan beberapa hal:

  • Saat kamu mendoakan mereka, apakah kamu sudah benar-benar ikhlas, atau masih ada harapan tertentu?
  • Apa yang sebenarnya kamu butuhkan dalam hubungan sekarang?
  • Seperti apa hubungan yang ingin kamu jalani ke depannya, terutama dengan pasanganmu saat ini?

Kalau memang ada hal yang terasa kurang dalam pernikahan, tidak apa-apa untuk mulai mencari cara memperbaikinya, misalnya dengan komunikasi yang lebih jujur dengan pasangan atau mencari bantuan dari orang yang bisa dipercaya seperti saudara, teman dekat atau bantuan profesional.
Sebagai penutup, mendoakan kebaikan untuk orang lain itu hal yang baik. Tapi akan lebih menenangkan kalau kamu juga mulai mengarahkan hati untuk lebih utuh pada kehidupan yang sedang kamu jalani sekarang kak. Kamu berhak punya hati yang tenang, tidak terbagi, dan tidak terus dibayangi oleh perasaan yang belum selesai.
Pelan-pelan ya, kak. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Yang penting sekarang adalah lebih jujur pada perasaanmu dan memilih langkah yang bisa membawa kamu ke arah yang lebih tenang dan baik ke depannya. Kamu tidak sendirian. 🤍
-Tim Peduli Remaja Indonesia