hallo. aku berumur 18 tahun kelas 3 sma, aku anak yng lumayan pinter sejak kecil akhirnya saya merendahkan/ terlalu percaya diri akan masuk ke SMA favorit di kota ku. taunya aku tidak keterima, aku sekolah dikampung selama 1 semester, dan karena ga keterima di SMA favorit tersebut, itulah awal konflik dimulai. ga deket sama orang tua, berasa asing dirumah. bagaikan masuk ke sma favorit adalah harga diri mereka, pdhl akupun tertekan aku tidak ingin sekolah di kampung. akhirnya singkat orangtuaku nyogok 🙂 aku diterima . dan bnyk murid pindahan lain mungkin nyampe belasan karena emng pd mau ke SMA favorit ini, bahkan orng kurang mampu pun memaksakan diri. walau begitu aku tetap rangking di sma ini. dan skrng aku berada di rangking 4. saat kls 2 aku tak punya teman, hanya teman sebangkupun. aku sulit bergaul dan berharap di rumah akan menyenangkan, tapi.. entahlah setiap apapun yg aku lakukan selalu salah, pernah ribut besar besaran hingga ayah menjenggutku, kebesokannya aku sakit, aku sangat ingin mati saja, saat itu, aku meminum semua antimo yng ada di rumah kurang lebih 7 buah. tapi itu hanya membuatku tidur.saat sudah agak reda aku bilang ke mamah bahwa kepalaku sakit tapi dokter malah bicara alasannya karena aku terlalu sering bermain hp, memang benar aku telalu sering main hp, tapi sakit ini muncul setelah ayah menjenggutku(menarik rambutku),aku tak mengatakannya pada dokter karena malu. dokte rmemberiku obat yang saat ibuku cari didalam obatnya ada narkobanya, itu obat saraf sepertinya. saat itu dia ambil obatku dan aku ta meminumnya. semuanya kembali reda, tapi sering terjadi maslah2 dengan ibuku. ibuku sering bilang pusing jika ada aku dirumah, aku bosan mendengarnya bahkan jika itu yang dia mau aku rela untuk mati agar dia berhenti bicara seperti itu. sekitrar 3 minggu yg lalu aku ingin keluar ke senayan bersama teman teman tapi ayahku melarangku, aku memberontak, karena aku memang tidak pernah keluar rumah untuk main karena dia slelalu melarangku. aku tahu dia kawatir jika aku keluar tapi jika berlebihan seperti ini berarti dia memang tidak percaya padaku. dimarahi, akhrinya aku ke kamar dan tetap dimarahi, semua yg aku lakukan salah, pasti dimarahi. akhirnya aku sudah tak peduli dengan itu, akhirnya datang kk ku yg ingin meminjam headset, bukannya meminta baik baik dia malah berkata ( mana ambilin, ambilin cepet) dengan nada yg menyeramkan, aku ambilkan lalu aku lempar ke wajahnya. dia memukulku dan menarik rambutku keras, aku menahan tapi yasudahlah aku sudah tahu pasti akan seperti ini. stelah itu aku tidak bisa melihat dengan benar, selalu tidak fokus. pusing, lemas, kepala sakit sekali. bagaikan orang asing dirumah. saat itu aku akan bagi rapot, bukannya senang dengan rangkingku yang bagus tapi mereka tidak peduli bahkan aku mengambil rapotku sendiri. guruku bilang ” mana orangtua kamu? harusnya mereka bangga anaknya rangking 4″ aku hanya bilang orangtuaku sibuk. karena pusing tak hilang, dan saat ibuku pulang dari toko dia malah memarahku, pdhl yg kuharapkan adalah pelukan, dan pertanyaan kamu kenapa? aku ingin mendengar itu. saat itu juga mamah bilang pusing ada aku dirumah, dan aku lnsng menjawab bener? yauda aku pergi aja. aku kedapur dan minum obat sebotol tapi dia nangsi dan aku memuntahkannya, kita berdebat atas kemauanku bunuh idiri, aku lelah.aku ingin dia berhenti berkata mamah pusing ada aku dirumah. dan kenapa dia menahan ku agar tidak mati? bukankah dia tidak ingin aku ada disini. masih banyak masalahnya. hingga hari ini aku masih ribut dengan keluargaku terutama ayah dan ibuku. aku sudah tak peduli dengan kekeradan fisik, saat mereka memarahi ku aku akan melawan dan mereka akan memukulku, aku bahkan suka cutting denan pisau dikamar. karena hati dan mentalku sudah lelah, jika boleh aku ingin mati detik ini juga. tapi mendengar perataan ayahku jika aku boleh mati dan dia tidak peduli. aku sangta ingin melakukannya itu baru dia katakan tadi saat aku berkata kepala ku sakit dan minta dibawa kedokter, dia malah menyuruh supir yg mengantar, ibu dan ayahku tidak mau, ibu bilang aku hanya akting. aku memang sakit setelah kk menjenggutku juga, bahkan jika aku akting, kenapa tdiak kalian kasihan padaku. menanyakan kabarku. bukan malah memperburuk keadaan.aku baru saja menggunting rambut panjangku. aku benci rambut ini.. jika kalian bilang aku kurang bersyukur entahlah, tapi jika kalian bilang aku kurang ibadah, maaf aku menjalankan solatku dengan tepat waktu bahkan aku selalu berdoa agar ini selesai. tapi tak kunjung selesai. aku bingung ingin ceritakan ini pada siapa. andai aku bisa meminjam seseorang seorang untuk memelukkku
Hai Kak, maaf jika aku tidak menyebutkan namamu sebagai bentuk penghormatan dan karena aku baru bisa menjawab curhatan-mu hari ini 😊🙏 tapi siapapun kamu aku yakin bahwa kamu adalah orang hebat. Terima kasih banyak ya atas kepercayaan kakak untuk berbagi cerita di sini, itu bukan hal yang mudah 🤍
Sudah cukup lama ya kak sejak kakak menuliskan cerita ini. Bagaimana kabarnya hari ini? Aku berharap dimanapun kakak berada, kakak selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan juga sedikit ketenangan di hati 🫶
Izinkan aku memberimu sedikit kehangatan lewat pesan ini kak. Izinkan aku menjadi teman yang mendengarkan cerita kakak hari ini. Walaupun kita tidak saling mengenal dan tidak berada di tempat yang sama, aku ingin kakak tahu bahwa ada seseorang yang membaca ceritamu dengan sungguh-sungguh dan peduli pada apa yang kakak rasakan. Peluk jauh untuk kakak ya 🫂
Aku bisa merasakan dari ceritamu betapa berat semua yang kakak alami. Merasa tidak dimengerti di rumah, merasa sendirian di sekolah, bahkan saat sedang sakit atau sedih justru tidak mendapatkan perhatian yang kakak harapkan. Wajar sekali jika semua itu membuat hati kakak lelah, kecewa, dan merasa seperti orang asing di rumah sendiri. Siapapun yang berada di posisi itu pasti akan merasa sangat terluka.
Aku juga melihat satu hal penting dari cerita kakak: meskipun semuanya terasa berat, kakak tetap berusaha bertahan. Kakak tetap sekolah, tetap berjuang sampai bisa mendapatkan peringkat yang baik. Itu menunjukkan bahwa di dalam diri kakak sebenarnya ada kekuatan yang luar biasa, walaupun mungkin sekarang kakak sendiri sudah sangat lelah.
Kak, berpikir untuk bunuh diri bukanlah satu-satunya jalan untuk mengakhiri rasa sakit. Pikiran itu sering muncul ketika seseorang sudah terlalu lama menanggung luka sendirian. Tapi perasaan kakak tetap penting, dan kakak pantas mendapatkan bantuan serta didengarkan dengan lebih baik.
Kalau kakak memungkinkan, cobalah perlahan mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk mendengarkan cerita kakak secara langsung, seperti guru BK di sekolah, guru yang kakak percaya, keluarga lain, atau orang dewasa yang bisa memberi dukungan. Kadang berbicara dengan orang yang tepat bisa membantu kita merasa sedikit lebih lega dan menemukan jalan keluar yang sebelumnya tidak terlihat.
Dan kak, satu hal yang ingin aku sampaikan: perasaan ingin dipeluk, ingin ditanya “kamu kenapa?”, ingin dimengerti itu semua adalah kebutuhan yang sangat wajar kak. Tidak ada yang salah dengan keinginan kakak untuk diperhatikan dan disayangi.
Terima kasih karena kakak sudah berani bertahan sampai hari ini. Itu sudah merupakan langkah yang sangat besar. Aku benar-benar berharap hari-hari kakak ke depan bisa terasa sedikit lebih ringan, sedikit lebih hangat, dan kakak bisa menemukan orang-orang yang mampu melihat betapa berharganya diri kakak.
Kalau kakak masih ingin bercerita, menuliskan perasaan, atau sekadar ingin didengarkan, kakak boleh menuliskannya lagi di sini. Aku akan membaca 🤍
Semangat ya kak,
Kamu pasti bisa, kamu kan HEBAT 😊
~ Tim Tanya Konselor