Hopeless

Naya asked 7 years ago . Client detail : , y.o

saya denta. sya ingin sedikit curhat tentang keadaan yg sedang sya alami sekrng. saya seorang tuna daksa dan penyandang bibir sumbing..
aku tak begitu mempermasalahkn keadaan sya ini. sya yakini ini sudah menjadi garis takdir saya.
namun, sya kerap kali merasa down karena orang” sekeliling sya tidak begitu menerima sya dengan baik. orang” bnyk yg meremehkan saya, karena keadaan saya yg tidak lebih baik dari mereka.
tentu ini membuat sy terpuruk. sy lbih bnyk menghabiskan wktu berdiam diri dirumah sja. jauh dari pergaulan. membuat sya tidak banyak memiliki teman.. komunikasi sya kurang lancar dngn oranglain.karena sya jarang bertemu ornglain di keseharianku. kerap kali sya merasa gugup dlm berbicara. sya lebih banyak diam .
sampai diumur 20 ini. tak berani saya berangan”tinggi karna kehidupan saya yg hampir antisosial dan lahir dari kluarga yg minim ekonomi. pdhal sya sngt ingin sekali berkuliah layaknya teman” sebayaku yg tidak berbeda..
ketika sendiri, saya sering merenung. apa yg salah pada diriku? padahal semasa sekolah dulu sya seorang periang. di caci , di maki, di anggap kecil pun saya bisa tegar.
namun sekarang, selepas sekolah .sya merasa dunia ini begitu kejamnya bagi orang yg sepertiku. aku merasa patah semangat. sangatlah lemah.
apa yang harus saya lakukan. saya lelah dgn kepribadian sya yg seperti ini, sya ingin bangkit.tpi tak tau cara bgymana bisa. mhon saran nya..

1 Answers
Refva Anggraini Staff answered 2 years ago

Halooo, sebelumnya terima kasih banyak ya sudah mau sharing di web curhat online ini dan terima kasih yaa karena kamu sudah mau validasi apa yang lagi kamu rasakan.
Kami sangat memahami apa yang Anda rasakan. Tidak ada yang suka dikucilkan atau diabaikan, dan tidak ada yang suka meremehkan karena hal kekurangan fisik yang diri sendiripun kalau bisa memilih tidak ingin mempunyai kekurangan tersebut.
Perlu diingat bahwasannya manusia diciptakan se adil adil nya. Adil itu tidak harus sama dengan yang lainnya, adil itu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu, serta individunya sendiri harus sadar sejauh mana dia mampu sehingga dia tidak menyakiti diri dia sendiri (yang utamanya).
Disini, kamu menganggap bahwasannya selepas sekolah dunia begitu sangat kejam. Kami memahami perasaan itu, namun perlu dipahami lagi bahwasannya setiap pertumbuhan usia, lingkungan tidak akan selalu sama, bahkan diri sendiripun juga tidak akan selalu sama, akan berubah seiring kondisi lingkungan dan ekspektasi dari diri sendiri. Kita bertemu dengan orang baru, orang lama tidak selalu sama entah pemikirannya entah kegiatannya. Sama dengan diri sendiri, pasti ada perubahan dalam diri sendiri.
Percayalah, bahwasannya kamu tidak sendirian, ada banyak individu yang sukses sesuai dengan keinginan mereka di luar sana. Sekarang, coba direnungkan kembali, apa sih yang membuat kamu merasa hingga sejauh ini kamu baru sadar kalau lingkungan kamu tidak menerima kamu? kalau lingkungan kamu meremehkanmu?
Mungkin kamu bisa menuliskan semua unek-unek yang muncul dibenakmu terkait pemikiran orang-orang disekitarmu tentang kamu. Dari tulisan yang kamu buat ini, buatlah sebagai pemicu dirimu sendiri bahwasannya kamu tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Kamu bisa menjadi pribadi yang lebih dari dirimu sebelumnya.
Mungkin saat ini kamu menarik diri dari lingkungan sosial, tidak mengapa apabila kamu lelah untuk berdiam sendiri mencari ketenangan. Namun perlu diingat bahwasannya, diri kamu sendiri menginginkan adanya interaksi sosial, namun tertahan oleh perasaan diremehkan dan tidak diterima.
Interaksi sosial itu tidak harus keluar rumah. Pada jaman sekarang, sudah banyak platform, group, sosial media, yang bisa membantu kita dalam bersosialisasi walau sebatas platform, itu tidak mengapa. Mungkin kamu bisa ikut sebuah komunitas yang mungkin “maaf” sama dengan kondisi kamu, sehingga kamu bisa paham juga, bagaimana sih cara mereka menguatkan diri, bagaiama sih mereka tetap bersosialisasi di luar sana, bagaimana sih mereka sukses dengan cara mereka sendiri. Hal itu juga bisa menjadi opsi.
Terkait keinginan kamu berkuliah, namun kamu paham bahwasannya kondisi ekonomi keluarga yang belum mendukung hal itu. Menurut kami, itu adalah sikap yang baik dari dirimu, yaitu memahami kondisi di sekitar kamu dan tidak terlalu memaksakan. Mungkin kamu bisa mengambil langkah lain terlebih dahulu, bisa dengan ikut kursus sesuai kesukaan kamu, atau kerja yang kualifikasinya cocok untuk kamu.
Pada saat ini banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk individu yang berkebutuhan khusus. Menurut kami, hal ini adalah sesuatu yang positif, karena beberapa perusahaan percaya, dibalik adanya kekurangan, masih ada kelebihan yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan ke arah yang lebih baik.
Tidak mudah memang, karena mungkin apa yang kami sarankan kamu bisa saja belum siap atau mungkin ada hal lain yang kami belum tahu permasalahan kamu lebih spesifiknya seperti apa. 
Namun, perasaan diremehkan ini apabila terus menerus dipikirkan akan membuat efek negatif pada kondisi badan kamu. Kami paham, bahwasaannya keinginan untuk dihargai, dipandang sama dengan yang lain menjadi hal yang paling mendasar dari semua kebutuhan manusia. Kita ingin merasa bahwa, kita ini juga penting bagi sekitar. Apabila perasaan ingin dianggap sama ini disambut dengan hal yang positif, itu akan memotivasi kita untuk berkontribusi dan bertindak secara positif. Namun apabila perasaan diremehkan dan tidak dianggap ini terus dipupuk yang berlebihan malahan akan berdampak negatif dan akan membuat kondisi diri sendiri tidak sehat.
Perlu dipahami juga bahwasannya kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan. Yang bisa kita kontrol adalah apa yang diri sendiri pikirkan dan apa yang diri sendiri akan lakukan. Jadi, cobalah untuk mengganti perasaan diremehkan itu dengan penilaian diri sendiri. Alangkah lebih baik apabila rasa harga diri kita berasalah dari kita menganggap diri kita lebih baik dari sebelumnya dibanding dengan memikirkan bagaiamana orang lain memperlakukan diri kita.
Sekian, semoga dapat membantu permasalahan kamu, jangan lupa bahwasannya diri kamu berharga