gantung

anon asked 6 years ago . Client detail : female, 19-24 y.o

Saya bertemu dengan dia saat SMA, lalu saat pertama kali melihat saya sudah suka dengan dia. Tapi waktu SMA saya tidak diberikan kesempatan untuk ngobrol atau sekelas bareng, sehingga saya tidak bisa mengenal dia lebih dekat. Saat itu saya relakan perasaan saya, dan saya jadian dengan orang lain. Waktu berlalu, saya masuk kuliah, tidak pernah kontak dengan dia sama sekali, sampai akhirnya saya ketemu dia ternyata kita satu kampus tetapi beda jurusan. Dia adalah tipe orang yang sangat dingin dan cuek, tetapi saya tau dia sangat perduli terhadap orang lain. Saat kami kuliah, aku sering nebeng dia untuk pergi ke kampus karena rumah kamu 1 arah, seiring berjalannya waktu kami ngobrol, curhat satu sama lain, saling komunikasi lewat chat dan terus seperti itu, saat itu saya masih jadian dengan mantan saya sehingga saya tidak terlalu memikirkan persaan saya, tetapi saya baru sadar walaupun saya masih jadian dengan mantan saya, saya tetap sayang sama dia.Kami selalu chat dan telponan jika ada waktu senggang, dan dia selalu balas chat saya dengan respon yang positif. Suatu hari saya tanya \”kita mau dibawa kemana?\” seperti itu, lalu dia bilang kalo dia nyaman seperti ini dan ingin menjalani saja. Dia bilang kita teman, tapi kenapa saya tidak percaya dengan dia, dan tetap berusaha untuknya. Suatu saat saya berantem hebat dengan dia, karena dia sedang kacau mungkin, dia bilang ke saya untuk stop chat dia. Saya kaget lalu alasannya dia ngomong itu karena \”dia hanya merasa tidak nyaman\” setelah saya tanya apa selama ini bersama saya tidak nyaman, dia bilang ada beberapa situasi yg tidak nyaman, tapi tidak semua. Disitu saya merasa sedih dan bodoh, saya baru tahu kalau selama ini dia tidak tahu apa yang dia lakukan, dia ragu dengan perasaannya. Lalu dia minta maaf dan bilang agar aku lupakan smeua yg dia omongin, dia mau kita komunikasi lagi. Kami tidak kontak selama 4 bulan lebih, lalu dia akhirnya kontak aku untuk sampaikan selamat ulang tahun (awal juni), dari situ aku berusaha untuk jawab seperlunya. Dia masih minta maaf karena kejadian kemarin, dia bilang dia menyesal. Setelah itu kami masih kontakkan sampai sekarang, mungkin sekarang lebih intens dan lebih dalam. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus berhenti? Aku bingung karena aku sayang sekali dengan dia, total kami berhubungan seperti ini sudah 3 tahun, dan kami adalah teman deket (inner circle).