Hallo Kak, mohon sarannya, saya sekarang ini sangat bingung, bingung dengan keadaan saya dan hati saya
menurut kakak sekalian bagaimana?
saya sangat mencintai dia, dia pun juga begitu sepertinya
tapi masalahnya, sekarang ini kami mulai tidak ada kabar, dan bisa dibilang kalau kami sudah putus tapi tanpa ada kata “putus”
awalnya, dia lagi stress karena belum dapat kerja, tiba tiba saja dia seolah olah nyuruh saya untuk pergi dari dia dan cari penggantinya, saya sudah jelaskan kalau untuk pergi gak akan nyelesain masalah, harusnya saling support, terus dia jawabnya “aku gaminta kamu buat nunggu aku, kalau kamu mau pergi silahkan saja” akhirnya saya ambil kesimpulan kalo kita putus, saya gangerti kak, dia tuh sebenernya sayang atau enggak sih sama saya, apa cuma kasihan, dia bilang waktu itu, mau nikahin saya, tapi sekarang kenapa gini, karena saya udah nunggu dia kurang lebih 5 tahun, saya merasa hati saya tidak bisa membuka lagi untuk yang lain, setiap hari saya sedih kak, banyak kenangan sama dia, bahkan liat chat yang dulu aja suka gaberasa air mata jatuh, bahkan hanya mendengar namanya saja saya deg2an kak, apa saya mengalami gangguan jiwa atau bagaimana kak? dan kenapa saya tidak bisa membuka hati saya untuk yang lain? kenapa dia seperti itu kepada saya? apa yang harus saya lakuin kak? tetep bertahan atau meninggalkan dia saja?
Halo Air, makasih ya udah curhat di sini. Sebelumnya mohon maaf karena lama jawabnya.
Ada yg bilang, cinta itu seperti roller coaster. Kadang bikin kita bahagia bgt dan semangat menjalani hari2. Tapi kadang bisa bikin kita down bahkan sampe males ngapa2in.
Hal2 seperti di atas masih normal asalkan.. proporsi yg bikin bahagia tetap harus lebih banyak. Karena hubungan asmara itu sifatnya mutualisme, wajib ada usaha dari kedua belah pihak utk saling membahagiakan, saling menunggu, saling setia dan saling bertoleransi atas kekurangan masing2. Kamu yg bisa menilai, kira2 hubungan kalian seperti itu gak, atau jangan2 lebih bersifat 1 pihak. Karena kalau iya, itu bukan sebuah hubungan yg sehat dan layak dipertahankan. Belum menikah saja seperti itu, gimana kalo sudah nikah? Masa kita berjuang sendiri.
Dan yg paling penting sebetulnya adalah komunikasi. Kalau menurutmu dia masih cukup berharga utk dipertahankan, coba kamu upayakan utk bertanya langsung, mau dibawa ke mana sebetulnya hubungan ini. Kita ga bisa menebak pikiran orang lain, kan bukan ahli telepati. Semua harus ditanyakan dan disampaikan langsung. Bisa jadi dia sedang bingung karena masalah pekerjaan tadi. Karena bagi seorang laki2, harga dirinya adalah pada pekerjaan. Dia pasti mikir, gimana mau membahagiakan calon istri dan keluarga, kalau pekerjaan aja masih belum jelas. Dan soal itu harus kalian bicarakan kalo mau lanjut ke hubungan yg lebih serius, karena finansial sangat bisa menjadi sumber konflik dalam suatu keluarga.
Soal kamu yg belum bisa move on, bisa jadi karena kamu sebetulnya masih berharap sehingga belum ikhlas melepas. Karena itu, segera komunikasikan langsung dg dia. Apapun hasilnya, yg penting sudah ada kepastian, tidak menggantung. Iya ya iya, tidak ya tidak, sehingga kamu siap untuk melanjutkan hidup, dan membuka hati untuk yg lain. Itu soal waktu, tentu perlu proses yg nggak instan untuk bisa membuka hati (apalagi kamu cukup lama bersama dia). Percayalah, pelan2 waktu akan membantu kamu untuk siap mendapat calon suami yg terbaik.
Non, kamu itu berharga, dan berhak bahagia. Jangan menggantungkan kebahagiaanmu dari orang lain. Banyak2 kumpul sama teman, lakukan hobi dan curhat ya, itu akan sangat membantu.
Salam ^^