Panggil aja aku nana seorang gadis yg sedang duduk di bangku sma kelas 1 aku memiliki bakat yg ada begitu saja tanpa usaha yaitu bahasa inggris diluar kepala pertama aku ga sadar tapi orang orang disekitarku yg selalu mengatakan nya padaku maka aku mencoba sebuah tes beasiswa 2 minggu keluar negeri proyek EF (english first) saat aku mencoba nilai ku cukup tinggi esoknya orangtuaku ditelepon oleh pihak EF agar mengikuti kegiatan homestay dilondon selama 2 minggu gratis tanpa bayar aku senang tak main tak sabar menunggu liburan desember kemarin tapi orang tua ku tak sependapat denganku mrk ga pernah mendukung cita-cita ku jadi aku tak dapat izin berangkat ke London desember kemarin walau telah memaksa dan pihak ef juga ikut memaksa nah.. Setelah lama akhirnya liburan ramadhan datang tak disangka pihak ef menghubungi menawarkan agar aku ikut diliburan kali ini aku bertanya kepada orang tua memohon izin tapi mrk tak mengizinkan walau aku telah menuruti bagai permohonan mereka aku ingin pergi aku ingin lepas dari rantai orangtua ku yg selalu mengarahkanku harus apa aku ingin pergi. Beri aku kesempatan pa.. Ma..
Hai Nana,
Kamu pribadi yang tidak hanya cerdas, tapi juga tabah dan berbakti. Itu tercermin dari ceritamu. Bagaimanapun gemilangnya prestasi, kamu cukup tabah untuk menurut kehendak orangtua. Tentu kamu adalah pribadi yang baik dan penyayang pada orangtua. Dan itu juga tak lepas dari baiknya didikan dari orangtua padamu.
Mengenai keinginan orangtua yang tidak mengizinkanmu liburan ke LN, sudahkah kalian duduk bersama dengan santai untuk membicarakan ini secara terbuka dari hati ke hati?
Saya tidak dapat menemukan alasan orangtua di ceritamu. Bersediakah kau berbagi dengan kami?
Bagaimana dengan mencoba mendengarkan sebab dan alasan orangtua tidak mengizinkanmu? Sedikit informasi untukmu, kebanyakan orangtua senang sekali didengarkan anak-anaknya. Mungkin karena faktor usia dan merasa lebih berpengalaman, kebanyakan orangtua ingin didengarkan. Cobalah bertanya secara halus tanpa nada memaksa atau menghakimi, diawali dengan pujian yg tulus terlebih dulu, seperti begini kira-kira: “Papa Mama, saya sayang dan hormat pada Papa dan Mama. Saya bersyukur memiliki orangtua seperti Papa Mama sehingga saya menjadi pintar seperti sekarang, tentu itu karena bantuan & kasih sayang dari Papa & Mama. Ada saatnya, saya ingin mengembangkan diri dan tentu itu saya membutuhkan izin dan restu dari Papa dan Mama. Seperti menimba ilmu dan pengalaman ke LN misalnya. Adakah sesuatu yang dapat saya mengerti, bagaimana agar saya mendapat izin dan restu Papa dan Mama? Atau, adakah sesuatu yg dapt saya mengerti, apa yang Papa Mama risaukan jika saya menimba ilmu di LN untuk sementara?”
Setelah itu dengarkanlah penjelasan orgtua sampai akhir tanpa menyela atau mencela. Jika sudah selesai versi orgtua, mintalah izin untuk membagikan versimu. Misal, bahwa “saya menganggap kesempatan ke LN ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan kelak untuk membanggakan papa dan mama”. Biasanya orangtua akan trenyuh betapa anak yg dibesarkannya dari kecil bisa menjadi tumbuh bijak dan dewasa.
Satu cerita untukmu, saya dulu punya teman ingin berangkat ke LN untuk menempuh pendidikan, tapi terhalang izin orgtua karena dia menderita sakit kronis walau tampak biasa saja karena dia patuh berobat. Orgtua mencemaskan kesehatannya dan khawatir tidak dapat hadir saat dibutuhkan.
Teman satu lagi juga sama, tapi terhalang karena keterbatasan biaya. Orgtuanya terlilit hutang karena adik teman saya itu sakit-sakitan. Orgtuanya tidak terbuka membahas itu, menutupi seolah tdk ada masalah. Mungkin karena menganggap itu masalah orgtua yg seharusnya tidak dibagikan pada anaknya.
Mungkin ada juga orgtua yg risau sendiri karena trauma kecelakaan pesawat.
Dan mungkin akan ada beberapa sebab dan alasan lain yang para orangtua khawatirkan, tapi belum kita ketahui. Kita akan mengetahuinya jika kita coba untuk memulai diskusi dengan hati. Perjelas sesuatu yang tak pasti. Tak diizinkannya sesuatu hal pasti ada dasar penyebabnya. Dan mungkin jika kita termasuk orang yang pandai bersyukur, kita bisa mengambil hikmah dari buah kesabaran saat kita mengetahui hasilnya.
Semoga bermanfaat, Nana. Teruslah berprestasi. Pasti banyak jalan menuju gemilang bagi pribadi sepertimu. Saya yakin itu.
Salam.