Hubungan mulai tahun 2014. Sma kelas 2.
Dia kasih aku cincin dan janji hanya akan nikahin aku, dan aku juga kjanji hanya akan terima lamaran dia.
Entah bodoh atau lemah. Selalu dia melakukan kesalahan dan selalu aku kembali dan kembali. Jahat ? tidak dia tidak jahat. Dia baik perhatian, dan nyaman. Dan aku selalu ingat kesalahanya hingga kadang tak sadar respon ku perlakuanku kasaar ke dia. Namun begitu saja terjadi, meluap tanpa bisa aku menahan dan mengontrol emosiku. Emosi ? ya karna emosi. Pelajaran perttama wanita iru nggak seharusnya emosi, jadilah wanita yang baik istri yang lembut dan pelindung. Tapi setelah ak sadar aku langsug baik juga perhatian ke dia kita sama sama bahagia. Bercanda, cerita bareng lagi. Dan aku sudah parah tergantung sama dia, apapun minta pendapatnya seolah dia yang dominan dalam hubungan ini. Dan klo lagi males belajar atau lelah dia juga dukung aku semangatin aku meski aku minta dulu. Tpi kata2nya bisa masuk dan buat ak termotivasi, entah mungkin sugesti.
Dari situ aku mulai terbiasa marah itu hal biasa ke dia. dia selalu ngelarang aku, nggak sama temen nggak sibuk kecuali kuliah dan dirumah aja. Aku lakuin juga meskipun kadang ngeyel tapi tetep aku lakuin. Dan imbasnya aku nggak punya banyak temen dan tertutup. But , saat itu aku punya dia nggak terlalu kerasa. Tapi saat kadang aku ngerasa ak nggak punya temen di kuliah aku marah sama dia karna ngerasa klo dia sayang kenapa nglarang aku, knapa nggak saling percaya dan menjaga. Tapi disamping itu malah dia juga nglakuin apa yang dia larang ke aku. Dia bohong ke aku, dia juga main sama temenya dan dia juga ikut kegiatan diluar kuliah. Kecewa ?? iya aku kecewa, aku mikir kalo cinta kenapa bohong, padahal aku juga nggak ngekang dia, klopun dia bilang aku bisa ngerti asal dia jaga hati.
Dia bilang sma aku nggak bisa lihat wanita lain. Nggak tertarik sama sekali. Bahkan terlihat cantik selain aku nggak ada, dimatanya thats just me. Bertahun2 bilsng gitu dan emang blm pernah ketahuan di chat atau sama cewek lain. Dak aku jga jaga dia, nggak komunikasi sama sekali sama cowok kecuali tugas dan kepepet aku baru ngomong sma cowok meskipun nggak bilang dia krna bakalan marah dianya.
Dia sering bohong dan aku pun ngambek, aku minta udahan . dia mohon mohon bener2 mohon minta maaf nggak akan ulangin lagi dan ya kata2nya janjinya semua sangat indah dan aku mau bali. Tapi aku marahya juga kebangetan nggak hanya marah diam, tapi aku caci dia aku usir2. Dan dia klo mohon bener2 mohon misal nggak ak angkat telfon beneran didatengi kerumah, misal aku tuttup rumah bebenran ditungguin.
Dan terus berkali2 gitu dan akhirnya aku juga mulai bohong ke dia. ya aku kadang bales chat di grup dan chat temen cewek aku tpi habis itu aku hapus, dan aku juga ikut suporter olahraga kelas karna itu wajib dan ak nggak bilang, kyak gitulah.
alhamdulillah aku sudah masuk kuliah . Sudah 4 tahun hubunganya. Suatu ketika dia ada pkl di malang dan bilang klo nggak boleh bawa hp selama 4 hari. Tapi ternyata banyak temenya buat snap gram. Aku sembunyi2 juga buka snap temenya krna ak juga nggak boleh main instagram. Dan emang bener2 boleh bawa hp. Kenapa sampai segitunya bohong. Padahal kalau dia bilang ak juga nggak ganggu dia disana. Suara dia bagus aku sering banget dikirim lagu dinyanyiin dia. dan disaat makrab pkl itu dia nyanyi di panggung.
Mayan kecewa sih dia bohong awalnya, aku marah ngambek. Emang ya aku ngambekan hmm. Aku minta udahan awalanya mau langsung hilang aja aku blokir semua. Tapi nggak tega pasti kebingungan.aku tanya dia awalnya nggak mau ngaku dan akhirnya mau ngaku. Aku buka hpnya dia juga chat sama banyak orang, bilang juga klo cewek kelas sebelah cantik banget. Dan dia mohon lagi inta maaf ya seperti biasa tapi kali ini beda dia bilang kalau ini terakhir kalinya. Dri dulud sih udah bilang terakhir kali terus, bahkan sudah janji sma ibunya dan demi ibunya juga nggak bohong2. Aku bukan berati nggak boleh ini tiu yang ak minta JUJUR semua bisa dikomukasiin ak juga nggak nglaarang klo keadaan emang ngerasukan ak bisa ngerti. Dan kali ini bilang bener2 terakhir.
Emang aku selalu bilang minta udahan dan ngambek, tapi nggak pernah rela kehilangan dia. aku Cuma maunya di nggak bohong lagi hubungan nggak berantem. tapi saat kecewa kali ini, aku kagum sama temen kuliahku dia hafidz, baik, rendah hati, ramah dan ganteng. Cuma kagum, dan mikir emang bener selama oarang pacaran emang bakal dibohongi dan akhirnya aku mau untuk hijrah dan aku minta putus tapi kita komitmen. Akhirnya kita putus, tapi Cuma status dan komunikasi hubungan masih walaupun nggak seintensif dulu. Panggilan dari syang juga ganti ke mas dan adek.
Dari hungan itu aku sering marah ke dia, masih inget dia bohong dll. Sementara aku ingin hijrah aku cari banyak ilmu tentang pacaran nggak boleh dan jodoh ditangan Allah dan aku kirim screen shoot kata2nya atau video ustad juga ke dia. ingin juga belajar ngaji dan hafal alquran. Tapi kadang timenya nggak pas pas ak habis lihat video telfonan sama lawan jenis nggak boleh nah dia telfon aku terus dan selalu bilang nggak ada waktu buat dia. aku semakin jutek bales pesanya dan kadng juga perhatian. Dan karna aku ngga kuuat nahan ngantuk jadi pas dia perjalanan malem belum sampai rumah atau kos aku sering ketiduran dulu tapi klo dia telfon pasti aku bakal bangun, tapi dia marah dan knapa nggak nunggu dll. Karna disitu aku capek banget krna seharian full kuliah. Di abilang klo ditelfon dulu baru bangun semua orang juga bisa. Aku sering marah ke dia marah marah dan marah tanpa aku sadari, disitu bener2 ngerasa dia sering egois nggak mikirn aku. Aku hanya mikirn diiriku saat itu tanpa mikirin dia.
Dan tiba2 hilang nggak ada kabar darinya. Dia balas chat ku dia marah dia sangat marah dan kasar balasanya di bilang dia udah sadar klo dia sangat aku rendahin, aku injek2 dan akuu usir dan aku seirng bilang jodoh ditangan Allah. Dan sebelum dia gitu di sudah cerita perlakuanku ke rang tuanya. Dan aku seketika sadar dan minta maaaf mohon ke dia sekali saja kesempatan karna belum pernah ak mohon sampai gitu dan minta kesempatan, tapi sudah dia nggak mau sekali kesempatanpun nggak mua. Yaudah hilang setiap hari tanpa kabarnya.
Dan dia nggak mau ak ganggu dia atau hubungin dia lagi.
Aku bingung gimana harusnya bersikap saat dikekang tpi sayang. Dan saat marah nggak bisa ngontrol. Dri hubungan itu siapa yang salah sebenernya.
Trimaksih jawabanya
Hai Wanita,
Sudah ngobrol sama banyak teman, hari ini? Inget kapan terakhir kali ketawa-ketawa bareng temen deketmu? Gimana rasanya? Enak kah? Coba lupakan sejenak masalah ini dan lakukan hal-hal yang dulu sulit kamu lakukan sepanjang 4 tahun terakhir. Nikmati tiap detiknya.
Kamu boleh membiarkan drimu sendiri bersenang-senang dulu sebelum nantinya harus menyelesaikan permasalahanmu. Kembali lagi pada permasalahanmu saat kamu sudah cukup bahagia. Kebahagiaan membawa kejernihan pikiran. Kamu akan mudah melihat permasalahanmu dengan lebih jelas saat kamu merasa bahagia.
Setelah itu, kamu bisa menentukan mana yang terbaik untuk hidupmu. Bertemanlah dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang dan sifat yang berbeda, sehingga kamu bisa memilah mana yang layak ada dihidupmu dan mana yang tidak.
Kamu sudah melakukan langkah yang benar dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Tinggal menerapkannya saja. Jika selama 4 tahun terakhir ini kamu sudah dekat dengan satu orang, sekarang coba dekatkan diri pada orang-orang disekitarmu. Seperti keluarga, teman dekat, sahabat, kuliah. Mereka layak mendapat perhatianmu juga lho.
Luangkan waktu sejenak untuk hal-hal disekitarmu. dan susun ulang skala prioritasmu. Sudahkah menempatkan dirimu sendiri dalam skala prioritasmu? Kalau belum, coba lakukan kali ini. Kenapa? karena kamu juga layak untuk bahagia dan diprioritaskan. Lupakan sejenak beberapa orang yang kurang menghargainya. Mulai benahi ini dari diri sendiri. Setelahnya kamu akan tahu dengan sendirinya apakah mantan kamu masih layak berada di hidupmu.
Salam bahagia!!!