Permisi kak,ijinkan saya untuk curhat dikit..mama saya selalu maksa saya untuk pakai jilbab,tapi saya belum terbiasa untuk pake jilbab,jadi saya itu masih lepas pasang gitu..tapi sebelum mama seperti itu saya pernah berinisiatif pengen pakai gamis,pakai jilbab di mana dan kapan aja dan intinya ingin jadi lebih baik..tapi semenjak mama saya seperti menekan,memaksa saya (mnurut saya) saya jadi nya keras kepala dan jadinya males untuk berjilbab,padahal saya bisa merubah diri saya sendiri karena saya sudah besar,saya punya keputusan sendiri..tapi mama saya ga mengerti apa yang saya inginkan..saat saya di paksa berjilbab,saya jadinya ga mood banget..tiap malam saya selalu memikirkan itu,kadang saya nangis kenapa mama saya harus begitu..dan juga kadang saya ngerasa cape karena ga ada yang mengerti saya,ga ada yang ngerti apa sebenarnya yang saya mau..saya pernah ngerasa cape sampe ingin menyerah,tapi alhamdulillah teman saya menguatkan saya..saya kadang berpikir mungkin temen deket sama Allah aja ya yang bisa ngertiin saya..
Hallo Nabila, terimakasih ya sudah cerita dengan kami
Dari cerita nabila, saya paham betul bagaimana perasaan nabila saat ini. Karena apapun yg dipaksa endingnya akan membuat kita kurang nyaman. Meskipun konteksnya adalah hal yang baik sekalipun tapi tetap disisi lain akan membuat kita tidak bisa leluasa berkespresi.
Nabila saat km memasuki usia2 remaja ada beberapa hal yg perlu kamu ketahui. Fase yang saat ini km lewati perkembangan emosinya yang sangat singnificant, jadi sensitif, temprament, suka marah, sedih murung, suka adu argumenr, berontak, semua emosi negatif yg kompleks muncul pada diri remaja.
Kalo nabila bertanya “apakah wajar saya marah?”
Oh sangat wajar sekali, apalagi dengan situasi dan kondisi yg menurut kamu ini adalah sebuah “paksaan”.
Disini anak2 remaja egonya lebih besar memang, maunya dingertiin mulu susah untuk mengerti. Gasalah kok kamu merasa seperti itu. Pada dasarnya anak2 usia remaja ingin eksplore diri.
Yuk mulai sekarang ketika kamu dihadapnkan sama sebuah problem artinya nabila harus belajar melihat suatu problem dei berbagai sudut pandang. Ayo kita telaah pelan2 ya,
1. Dalam agama seorang muslim wajib menutup auratnya ketika sudah baligh, nah terlepas dari kamu terpaksa atau tidak tetap seorang nabila adalah perempuan yang “wajib” menutup auratnya.
2. “Tapi mamaku maksa banget aku gasuka”, nah bagi orangtua mendidik seorang anak perempuan itu bukanlah hal yg mudah, sekali salah atau bahkan teledor maka berakibat fatal. Mungkin Nabila juga tau semakin kesini banyak kejahatan2 yg menjadikan perempuan sebagai korbannya, mungkin ada perasaan takut perihal perkembangan jaman dan pergaulan remaja saat ini dibenak mama Nabila sehingga terkesan unsur “memaksa”.
3. Untuk saat ini nabila msih belum ingin memakai hijab karena berharap km memakai jilbab saat km sudah siap. Tapi niat nabila sudah baik loh, km sudah pelan2 nyicil gamis. Artinya perkara siap ga siap itu asalanya dari mana hayoo? ya dari diri kita sendiri kan ? Tugas bila nata hati, nata diri coba posisikan diri nabila sebagai sosok mama yg khawatir dengan anak perempuannya “Sudah baligh kok gamau nutup aurat”
Nabila pernah denger istilah
“Witting tresno jalaran saka kulino” yg artinya (suka karena terbiasa). Mungkin bila belum siap, gada perubahan yang langsung dalam hitungan detik,semua butuh proses, butuh waktu. Lepas paakai jilbab adalah salah satu bentuk proses seorang nabila menuju bener2 nutup aurat.
Ketika km menemukan ketidak nyamanan sampaikan dengan baik kepada mama, jelaskan keinginan bila seperti apa. Mungkin dengan km menjelaskan caramu untuk berproses nutup aurat bisa diterima oleh mama. Berubah itu step by step, dan hal ini bisa km sampaikan dengan harapan mama kamu punya sudut pandang lain dalam memahami kemauan si anak.
Wanita akan lebih cantik jika dia menutup mahkotanya dan sebagai bentuk menjaga diri sendiri.
Semangat nabila, semoga proses nabila untuk berhijab pelan2 bisa kamu terima.
❤️
Salam bahagia dari kami Tim Peduli Remaja Indonesia