Haiiii….
Mau curhat, setahun yang lalu mama meninggal. Otomatis ayah sekarang menjadi satu-satunya orangtua yang aku punya. Awalnya aku punya pekerjaan yang lumayan, tapi sayangnya kondisi nya pekerjaan ku ada di luar pulau. Awalnya aku nawarin ayah buat ikut aku pindah, karena aku ngerasa gaji dari pekerjaanku cukup buat membiayai ayah dan aku. Tapi sayangnya ayah menolak. Dan beliau, lebih menawarkan untuk aku yang balik ke rumah dan berhenti bekerja untuk lanjut kuliah. Oke, aku akhirnya setuju dengan keputusan beliau. Aku mulai kuliah dan tinggal di rumah lagi atas usul ayah. Awal mula, semuanya masih fine saja. Ayah tidak membatasi pergerakan saya, saya masih dibebaskan untuk bermain dan mencari hal baru yang mungkin menjadi minat saya seperti membuka usaha yang mungkin cocok untuk saya. Awal mula karena belum ada kesibukan dalam jadwal kuliah saya. Saya menawarkan diri pada ayah untuk membantu mengembangkan bisnis beliau. Awal mula beliau menolak, dan menyuruh saya fokus kuliah saja.
Tapi ketika jadwal perkuliahan saya mulai aktif, beliau tiba-tiba mengusulkan saya untuk membantu bisnis beliau. Saya setuju, karena saya merasa masih bisa menghandle segalanya.
Tapi lama kelamaan ayah saya mulai membatasi pergerakan saya. Saya tidak lagi bebas bermain atau sekedar pergi keluar untuk waktu yang lama. Setiap keluar beliau bisa menelepon saya 30 menit sekali, walaupun saya sudah berpamitan hendak pergi kemana dan mau apa. Lama kelamaan ayah saya lebih protektif kepada saya, seperti pergi kemanapun harus beliau yang mengantarkan saya. Alhasil saya jadi tidak bisa bebas berteman dan pergi dengan teman-teman saya. Teman-teman saya jadi tidak berani mengajak saya sekedar nongkrong atau bermain di rumah saya. Saya tau ayah saya peduli kepada saya. Tapi karena ke protektifan ayah saya, saya juga menjadi kurang punya teman sebaya yang bisa berkumpul dengan saya. 😔😪
Hallo, terima kasih yah kamu sudah mau berbagi cerita dengan kita.
Terima Kasih juga kamu sudah menjadi anak yang berbakti kepada orang tuamu, jadi kamu pasti berat yah, kamu hebat sudah bertahan sampai di titik ini dan Kamu beruntung sekali punya ayah yang sangat sayang denganmu walaupun mungkin cara ayah berlebihan dalam memperlakukanmu. Perlu kita ingat kita tidak bisa mengubah tindakan dan pola pikir seseorang tapi kita bisa dengan “mempengaruhi” cara pandang mereka. Oh ya, Aku juga ingin mengucapkan turut berduka cita yah atas kehilangan Ibu kamu.
Pertama-tama kita bisa membalikkan posisi nya atau melihat dari kaca mata ayah kamu. Kehilangan Ibu juga pasti memberikan dampak terhadap ayah kamu, beliau juga kehilangan sosok pendamping dan sahabat bagi dirinya. Enggak bisa dipungkiri, ini juga pasti memberikan dapak cemas pada ayah kamu. Dari sisi kacamata ayah kamu mungkin beliau juga takut bakalan kehilangan orang lain yang Ia sayangi selain Ibu kamu yaitu kamu sendiri. Ayah kamu menjadi mulai mengatur dan protektif dengan kegiatan kamu sehari-hari yang tanpa beliau sadari membuat kamu menjadi kurang bebas dalam berteman atau bersosial dengan lingkungan pertemanan kamu.
Untuk menghadapi ayah kamu, kamu perlu menyadari bahwa “melawan” bukanlah cara yang tepat, tapi dari sisi lain juga kita bisa melihatnya bisa jadi kita kurang komunikasi dengan orang tua kita. Kamu bisa mulai dengan membuka komunikasi atau pembicaraan tentang hal ini kepada Ayah kamu. Dengan mencari waktu senggang untuk duduk berdua, berdiskusi dan mengungkapkan segalanya. Jadikan ayah sebagai teman yang bisa diajak terbuka untuk membahas hal apapun, mulai dari hal yang ayah senangi dan pelan-pelan kamu juga bisa terbuka terkait hal yang kamu senangi, yakinkan kepada ayah bahwa kamu mampu menjaga dirimu dan bisa dipercaya, tunjukkan kepada ayah kalau kamu adalah anak yang mandiri dan dewasa. dari sana semoga ayahmu akan mencoba memahami dan mempercayaimu.
Tetap dan selalu semangat yah!