apakah ini dalam sebuah hubungan toxic atau tidak?

Tanya KonselorCategory: Remajaapakah ini dalam sebuah hubungan toxic atau tidak?
acha letisya asked 6 years ago . Client detail : female, 19-24 y.o

selamat sore, saya disini mau menceritakan hubungan saya dengan lelaki sebut saja inisialnya R. kami berkenalan melalu aplikasi dating 2 tahun yang lalu, lama kelamaan kami pindah chat wa lalu kami tertarik satu sama lain, lalu sekitar bulan juli 2018 kami berpacaran. selama berpacaran kami tidak selalu mulus” saja dalam menghadapinya, pada awal awl pcaran dia kalau marah dia selalu mengeluarkan kalimat kasar yang seharusnya tidak  diucapkan keadaan itu berlanjut sampai sekitar hubungan kami 6 bulan, lalu saya mulai memberi omongan baik” ke dia dan dia mulai berubah sedikit, lalu setelah itu jika dia marah pada saat bertemu saya dia selalu tidak bisa diajak bicara dan diam seribu bahasa, bukannya seharusnya dapat dibicarakan baik” bukan saat bertemu? dan jika dia marah lebih sering tidak bilang kesalahan saya apa dan apa yang terjadi sehingga dia marah sebesar itu ke saya, saya selalu di suruh intropeksi diri dan saya bingung dengan keadaan yang terjadi dikarenakan pada saat itu kita guyonan baik baik saja. lalu ada suatu ketika dia merasa insecure secara tiba tiba dan saya jadi sasaran kemarahannya, apa yang saya ucapkan ke dia selalu dianggap memojokan dia, lantas saya harus bagaimana?. lalu beberapa saat lalu dia sempat marah langsung dan anehnya marah tanpa alasan dengan kalimat kasar itu mulai muncul lagi, saya coba nanya ada apa lalu dia hanya diam dan diam, tibalah dimana keadaan saya capek dengan keadaan ini yg saya rasa sudah tidak baik saya memutuskan pisah lalu sela beberapa hari dia datang dan mengucapkan bahwa dia merasa bersalah dan mengakui kejahatan itu dan apa saja yang dia perbuat ke saya, yang saya pikirkan adalah 1. saya ingin balikan tetapi apakah dia akan melakukan kejadian itu lagi? saya takut dimarahi dan disentak seperti itu lagi, apalagi saya tidak pernah dimarahi oleh orangtua sekasar itu yang 2. masa saya harus melepaskan orang yang sudah dekat dengan saya dan menemani saya saat susahnya kuliah dengan alasan seperti itu, akhirnya saya memilih opsi 1, lalu apakah keputusan yang saya lakukan benar?