Saya masih berusia 17thn baru tamat sma, lagi nunggu pengumuman sbm yang akan diumumkan ban depan tanggal 14. Sejak saya kelas 2 sma saya sudah di jodohkan dengan rekan kerja ibu saya, saya menolak trus menolak perjodohan itu. Puncak nya seminggu yg lalu, saya di ancam jika tidak menerima perjodohan itu keluarga saya bakal hancur, akhir nya saya terima perjodohan itu, tapi tidak ada 1 hari saya batalkan lagi, saya tanya dalam diri saya, saya yakin kan diri saya, sudah benar kah keputusan yang saya ambil ini? Saya membatalkan perjodohan itu karena ini soal pernikahan. Saya mau menikah sekali seumur hidup dengan seseorang yang saya cintai, dan saya tidak ingin menikah dengan orang hanya karena rasa kasihan, setelah pembatalan itu ada pihak dari luar keluarga bilang saya bakal jadi lonte di masa depan, kata kata yg menyakitkan terus di lontarkan, semua permasalahan permasalahan di salah kan ke saya, saya masih 17thn saya masih masa peralihan remaja ke dewasa, saya stress saya menangis tiap hari tiap malam, tidak ada selera makan, saya merasa seperti tidak ada yg mendukung dan menemani saya, saya berdoa terus agar semua nya cepat berlalu, tapi apakah semua ini salah saya? Salah saya mengambil keputusan seperti itu? Saya tidak mau mempermainkan masa depan, saya tidak mau mempermainkan pernikahan, saya tidak mau menyakiti orang lain, saya tidak mau menikah dengan orang hanya karna dia baik, karna dia perhatian, karna dia mapan, saya mau menikah dengan seseorang karna saya juga mencintai dia, masalah ini terus terjadi selama 2 tahun, tetapi puncak maslah nya terjadi seminggu yg lalu, saya pernah punya pikiran untuk lari dari rumah bahkan lebih parah nya bunuh diri, dua tahun saya dalam kondisi seperti ini, saya bingung harus bagaimana ???
Halo Yohanna,
Terimakasih telah mempercayakan Tim Tanya Konselor tentang permasalahan kamu! Saya mengapresiasikan kamu yang masih bertahan dan mencoba mengikuti kemauan keluarga.
Perjodohan kadang diberlakukan orang tua karena mereka ingin yang terbaik bagi anaknya, tetapi terkadang pilihan itu membuat seseorang mau tidak mau menerimanya dan terkadang kesannya terpaksa, ada 3 opsi yang bisa kamu lakulan:
(1) Dari permasalahan yang kamu alami, coba mediasi dengan orang tuamu terlebih dahulu disaat mood nereka baik.
(2) Berbicara dengan tunangan/calon suami, rundingkan jika masih tetap ingin bersama atau tidak.
3. Jika keputusan kalian sudah final tidak ingin bersama, rundingkan dengan kedua belah pihak; keluargamu dan keluarga mempelai pria agar bisa di musyawarahkan dengan baik.
Semoga saran kami bisa membantumu untuk mengatasi permasalahan yang kamu alami. Stay healthy and safe!
Salam Hangat,
Tim Peduli Remaja Indonesia💞