Jadi, saya punya teman berinisial G. Kita baru berteman 2 tahunan tapi aku rasa kita udah deket banget.
Singkat cerita, aku beberapa hari yang lalu ngeliat story G dengan tulisan “Yang paling menyebalkan adalah saat kamu gak punya siapa2 unutuk cerita”. Pas ngeliat story itu, aku jadi tersinggung.Gimana engga? Aku ada disini lho, kamu gak ngomong2 apa atu cerita apa2 sama aku. Aku apa disinii jadinyaaaaa 🙁
Lalu, aku chat G sama ku kirim juga screenshot Instastory dia.
Gak lama, dia bales:
[21:31, 4/1/2021] G: gua tw gua pnya temen
[21:31, 4/1/2021] G: tau bgt
[21:32, 4/1/2021] G: tp prnh gk si u…u tau u emang sndiri..tapi kaya yagitu
[21:33, 4/1/2021] G: i know i have friends,but i feel like i have no one to talk to about the shit.
Stelah itu, aku tanya, “emang lu lagi pengen ngomongin apa?”. “Gak ada” katanya. Bahkan samapi kutanya dia dua kali dia tetep jawab “Gak ada/Gak mau”. Lalu, dia ngomong kalau dia bad mood dan akan chat aku keesokan harinya. Dan bener aja, akhirnya dia cha aku:
[20:06, 4/3/2021] G: kl story kmrn emng gbsa dicritain dan smua temen² gua gak ada yg gua critain
[20:06, 4/3/2021] G: untuk ini,u tw kan temen gua ada beberapa kubu gitu
[20:07, 4/3/2021] G: dan gua kotak²in gitu yah krna cerita²nya juga gua kotak²in
[20:07, 4/3/2021] G: example, klo lg masalah ttg sekolah SMA gua critanya sama temen SMP gua
[20:07, 4/3/2021] Gi: klo gua ada mslh sama temen SMP gua,gua crita nya ke grace dkk
[20:08, 4/3/2021] G: kl ttg kluarga kan gua crita ke u
[20:08, 4/3/2021] G: gitu:)
Aku paham banget maksud dia. Paham bangettt. Masalahnya disini, apa aku masi boleh percaya dia 100%? Apakah hubungan ini sebenarnya sehat? Karena katanya kan dia cerita ke aku kalau ada masalah keluarga aja. Terus kalo ada masalah diluar itu gimana? Aku gak boleh tau kah? Aku gak maksud kepo, tapi sama halnya kayak masalah ini, aku gak tau dia ada masalah apa, tapi dia badmood sampe aku juga kena. Sampe bikin story gitu. Dia kayak nge-expect orang lain peduli tapi dia juga gak mau open tentang masalahnya.
Aku disini bingung aja harus apa. Aku takut salah ambil langkah ntar malah hancurin hubungan aku sama dia. Aku bener2 butuh pencerahan disini. Terimakasih kalau sudah baca sampai sini. I need help.
Halo, Rachel! Terima kasih yaa karena sudah bersedia berbagi cerita dengan kami. Kami sangat kagum lho dengan kepedulianmu kepada teman. Kamu pasti sangat menyayanginya ya sehingga tidak ingin dia merasa sendiri dan bersedih 😊
Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah. Dengan berbagi kepada orang yang dapat dipercaya, seperti misalnya sahabat atau keluarga, diharapkan beban yang dipikul dapat menjadi lebih ringan. Namun, ternyata menjadi terbuka itu juga bukan hal yang mudah lho bagi beberapa orang. Mungkin memang ada orang yang bisa blak-blakan dengan siapapun mengenai permasalahannya, tapi sebagian yang lain bisa jadi tidak demikian. Beberapa orang membutuhkan waktu dan ruang sendiri untuk akhirnya dapat berterus terang tentang perasaan dan permasalahannya. Semuanya itu tidak ada yang salah kok, wajar dan sangat bisa dimengerti.
Nah, sebagai sahabat yang baik, mungkin kamu merasa tidak tega ya jika sahabatmu, tidak mau berbagi cerita padahal kamu sudah berusaha dan sangat ingin membantu/meringankan semua bebannya, tidak hanya tentang masalah keluarga. Kepedulianmu itu baik sekali lho, tidak semua orang bisa bersikap demikian. Namun, tentu saja G tetap memiliki hak untuk berterus terang dan bercerita serta hak untuk menyimpan masalahnya. Mungkin ia masih butuh waktu dan ruang, mungkin ia masih belum siap, atau mungkin memang dia ingin menyelesaikannya sendiri. Jadi, tetap hargai apapun keputusannya ya.
Kamu tidak perlu merasa bersalah karena ia tidak mau terbuka, kamu masih bisa mendukungnya dengan cara yang lain. Bersahabat itu tidak harus selalu siap membantu menyelesaikan masalahnya, tapi cukup dengan menemaninya, mendampinginya, mendoakan, memberikan sentuhan fisik positif seperti memeluk, dan memberikan dukungan, itu sudah lebih dari cukup. Yang dikhawatirkan adalah ketika kamu mencoba bertanya terlalu dalam atau terlampau sering, ia justru menjadi tidak nyaman atau salah paham karena merasa dipaksa hingga ia pun marah.
Jika ia sedang dalam suasana hati yang kurang baik atau badmood, cobalah untuk menilai; apakah sekiranya dia sedang ingin dihibur, ingin ditinggalkan dulu sendiri sejenak, atau dia ingin seperti apa, mungkin kamu lebih memahami dia dan situasi yang terjadi saat itu. Jika kamu masih bingung, kamu bisa menanyakannya dengan cara yang baik, apa yang sekiranya kamu bisa bantu. Tapi apabila kamu rasa kamu sulit untuk menghadapi situasi tersebut karena emosinya terlalu meledak-ledak, tidak ada salahnya juga untukmu menghindar sejenak dan kembali lagi saat ia sudah merasa lebih baik. Namun, jangan lupa untuk mengkomunikasikannya dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan ia justru merasa ditinggalkan.
Jika ia merasa sulit bercerita dengan teman-temannya, kamu bisa juga lho menyarankannya untuk mengubungi tim kami melalui whatsapp bersama teman bicara atau melalui website ini. Kamu juga bisa memintanya menghubungi guru bimbingan konseling di sekolah/psikolog/psikiater kepadanya, terutama jika kesedihannya sudah mulai mengganggu aktivitasnya sehari-hari, mengganggu prestasi di sekolah, mengganggu konsentrasi, pola makan dan tidur, membuatnya menarik diri dari lingkungan, atau melakukan hal berbahaya bagi dirinya/orang lain. Tapi sekali lagi, jangan lupa untuk menyampaikannya dengan cara yang baik dan tidak memaksa, pilihlah momen yang tepat di saat emosinya sedang tidak sedang meledak-ledak, dan pergunakanlah bahasa yang baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat membuat hubungan persahabatan kalian menjadi tidak nyaman.
Tetap semangat dan jangan pernah lelah menjadi orang yang baik serta perhatian dengan teman ya! Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa membantumu menghadapi permasalahanmu. Apabila masih ada yang terasa mengganjal, kamu bisa kembali bertanya di sini, kami akan dengan senang hati menjadi teman berbagi. Terima kasih! 😊
Salam bahagia dari kami Tim Peduli Remaja Indonesia