Semenjak kuliah aku merasa tidak jadi diri sendiri. Kecewa karena masuk jurusan yg tidak sesuai masih menghantui. Masuk kelas unggulan yang malah menjadi beban mental karena sering disepelekan karena tidak sepintar temen² yg lain. Hubungan asmara yg juga berantakan, harus lihat pasangan jalan dengan wanita lain. Hampir broken home karena Ayah punya wanita simpanan dan harus ngelihat mama jadi wanita yang lemah karena cuman bisa cerita ke aku. Aku jadi benci dengan laki-laki, orang² yg kupercaya malah membuatku sedih. Semenjak semua masalah itu datang, aku jadi menjauh dari lingkungan pertemanan aku lebih sering sendiri. Kuliah ku ancur ancuran. Tidak ada minat belajar tapi merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tp tidak ada gairah dalam diri untuk benar peduli. Aku sering tiba-tiba nangis kalau sudah di kamar kos. Sekarang sudah semester 8, kalau ga salah sejak semester 3 aku tidak bisa tidur nyaman di kos ku. Selalu tidur diatas jam 12 malam, sering mimpi buruk sampek keringetan. Kalau sudah mood jelek dan kecewa dengan sekitar aku selalu melampiaskan amarah lewat makan, tubuh ku jadi gendut karena aku cuman bisa melampiarkan kemarahan dan kesedihan lewat makanan, berat badanku sampai naik 15kg. Aku sudah mencoba berdamai dengan keadaan ku yg “menurutku” tidak normal ini, namun jika ada pemicu yang membuat aku “kumat” aku jadi lemah lagi, nangis sendiri lagi, tidak bisa tidur sampek subuh.
Aku bisa kemana, biar aku bisa sembuh
Hai rana,
Moga kabar kamu baik-baik aja ya 🙂 Terimakasih sudah mempercayakan masalahmu pada tim kita. Pernah nyoba keluar pagi-pagi buat sekedar nikmatin pemandangan diluar kosan? Mungkin bakal terlihat sepele sih. Tapi saat kamu mencoba melihat sekeliling, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak sendiri 🙂
Diluar sana orang-orang juga berjuang dengan permasalahannya masing-masing. Dan kami berharap kamu juga melakukannya 🙂 Cobalah kembali memulai pertemanan dengan menemukan orang-orang yang bisa memahamimu. Karena seringnya, kita merasa sendiri karena sudut pandang kita hanya satu. Dengan memiliki beberapa teman baik, maka mereka akan senantiasa memberikan perspektif baru. Sudut pandang yang baru.
Bukankah selalu ada pelangi setelah hujan badai? 🙂