am i good enough as a sister?

Tanya KonselorCategory: Psikologiam i good enough as a sister?
Ardelia Aryanti Putri asked 4 years ago . Client detail : female, 19-24 y.o
TW // s-ui-cide

I'm the first daughter dari 2 bersaudara. My parents went through a divorce when me and my brother was in elementary school. I somehow think that I have this kind of responsibility that I need to take care of my brother. Semakin besar, semkain besar juga rasa khawatir aku ke adikku. I feel like he went through a lot and I don't think I could empathyze him karena he tried to k1ll h1mself. Sejak itu aku selalu nurutin apa yg dia mau. I always treat him good (I think) karena aku mau dia gak kepikiran untuk melakukan itu lagi. And as he grows up, banyak kelakukan dia yg bikin aku geleng2. He even said things that he wouldn't feel sad if I die dan he even pray thay I would get covid lagi. Kayak apa ya.. It feels like my presence in this world isn't needed. The only thing that makes me want to live is for him to feel better, dan not wanting to k-word himself anymore. Tapi makin kesini, aku juga capek. People always relied to me if it's about my brother. Aku capek, when people relied to me about my brother, aku rely ke siapa untuk diri aku sendiri? Aku capek banget. Aku bener2 capek. Aku gak tau mau krmana. Ke temen? Merwka ada masalah sendiri dan aku gak mau ganggu mereka, orang tua? They're the reason that I need to be like this. Ngebentengin semuanua. Ngecover smuanya. Apa2 aku, aki juga capek. I want to rely to someone as much as they relied to me. I jusy want it all to end. Capek. anngrt, I don't know what to do anumore. Aku capek. Semuanya selalu ke aku, tapia ku ke siaap? Capek bsnget, it feels like I want to delete my existence in this world. Aku udah mikir begini dari aku smp kelas 8, aku sekarang kuliah semester 6. Capek bsnget jujur benersn I don't think I would make it that far
 
1 Answers
leonyvira@gmail.com Staff answered 4 years ago

Hai, salam kenal! Terima kasih ya telah berbagi cerita dengan kami di curhatinonline.com dan terima kasih telah bertahan sejauh ini.

Aku hanya bisa membayangkan apa yang kamu rasakan. Pasti berat ketika harus menjadi sosok yang selalu diandalkan dan meskipun telah berusaha melakukan yang terbaik, tapi masih saja dianggap kurang. Ada satu hal yang ingin aku sampaikan ke kamu: you are enough and you are not alone.

Sebagai seorang kakak tentunya tidak ingin adiknya mengalami kesulitan dan akan selalu berusaha agar adiknya mendapatkan kehidupan yang baik. Sayangnya apa yang telah kamu lakukan tidak mendapat respon yang baik dari adik. Dari cerita yang aku baca, ada suatu masalah yang menyebabkan adik kamu ingin mengakhiri hidup. Kamu juga sudah berusaha semampu kamu agar dia tidak lagi berpikiran untuk mengakhiri hidupnya. Sepertinya kamu harus menyadarkan adikmu bahwa ia butuh pertolongan khusus. Menyadarkan bahwa apa yang dikatakannnya adalah sebuah kesalahan bagi dirinya dan juga orang terdekat yang mendengarkan. Jika ingin sembuh dari kondisi terpuruk tentunya harus ada keinginan dari dalam diri terlebih dahulu, untuk sembuh, tenang dan memulai semuanya. Sebagai seorang kakak jangan terlalu merasa kamu adalah tulang punggung atau penopang semuanya, dengan saling menguatkan kamu sudah menjalankan tugasmu sebagai seorang kakak yang baik. Bukan menjadikan kamu untuk egois, tapi kamu juga harus memikirkan diri sendiri. Supaya juga bisa menguatkan diri, dan menyebarkan energi positif untuk adik.

Saran dari aku, sebaiknya kamu dan adik harus menemukan teman bicara atau keluarga terdekat yang bisa mengerti dan memahami. Dan jika ingin menghilangkan atau mengalihkan energi negatif suasana rumah, kalian sebaiknya memanfaatkan hobi dan bakat  untuk mengalihkan dari pikiran-pikiran negatif. Dengan hobi dan bakat yang sesuai, akan menghabiskan waktu ke arah yang positif. Apalagi jika hobi dan bakat dikembangkan hingga ke ranah profesional.

Kamu perlu memastikan berada di lingkungan positif yang mendukung dan membantu kamu agar tidak merasa sendiri. Ingat, kamu sangat berharga. Aku sangat mengapresisasi kamu yang sudah berjuang lama untuk menempuh pendidikan sampai semester 6 dengan kondisi sekarang ini. Jangan menyerah ya! Masih ada banyak hal-hal baik di luar sana yang menunggu kamu. Teman-teman kamu juga pasti sedih kalau harus kehilangan kamu. It’s okay to feel sad, exhausted and desperate. Selalu temukan hal-hal kecil yang membuat kamu ingin melanjutkan hidup. Ketika kamu merasa tidak bisa mengatasi semuanya dan ingin menyerah, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional.

Semoga ini bisa membantu ya. Stay safe, healthy and happy!