Kak orang tua aku cara menyelesaikan masalahnya dengan marah Terus kak aku mengingatkan ke mama untuk berhenti menggunakan emosi aku bilang \”mah emosi itu membuat siksa batin cukup aku yang jadi korban adik ku jangan\” Tau ngak kak apa balasan dari mama \”kamu keluar ajah dari rumah kalau ngak mau dengar.\” terus adik aku terus insecure dan selalu berkata \”lebih baik aku meninggal\” seletelah aku dengar aku fikir cuman aku yang terus berkata bergitu dalam fikiran ku saat setelah di marahi sama orang tua aku selalu berfikir \” lebih baik aku mati supaya mereka sadar bahwa yang mereka lakukan salah\” aku sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah tersebut, berubah tapi mereka terus mengincar kesalahan ku selalu membandingkan ku dengan orang lain aku fikir cara mereka mendidik berbeda orang tua ku dan sifat orang tua dia dan dia memang sama kak bisa ngak kirim Saran buat menghilang persaan ingin bunuh diri pada saat bermasalah dengan orang tua
berikut tulisan yang sudah saya buat sebelum di post
Dear Kak Dira,
Sebelumnya terimakasih kak sudah bersedia untuk bercerita di platform ini. Semoga jawaban dari kami sedikitnya bisa membantu kakak dan terus semangat kak!
Orang tua adalah orang yang oaling berarti dalam kehidupan seorang anak. Karena perjuangan mereka, kita bisa berada dititik kehidupan ini. Saya yakin setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan cara yang dilakukan oleh masing-masing orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya pasti berbeda. Selalu berfikir positif dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika orang tua marah, kita sebagai anak lebih baik memilih untuk diam daripada menjawab perkataan dari orang tua. Karena bisa jadi ketika kita menjawab perkataan dari orang tua malah membuat suasana menjadi lebih keruh. Selalu berpikir positif terhadap orang tua (selalu mengingat kebaikan dan jasa orang tua). Sehingga tidak ada pikiran yang muncul untuk mengakhiri masalah dengan cara bunuh diri
Kami yakin kakak pasti bisa melewati semua ini…
Semangat kak…💕
Salam bahagia dari kami,
Tim Peduli Remaja Indonesia