Aku alvin umur 20 mei kemarin, aku sudah lulus tapi belum kerja, aku depresi dirumah tidak ada yang bisa aku ajal bicara, orang tuaku bercerai saat aku masih SD, aku anak ke 2 dari 5 bersuadara, sebagai laki laki aku punya tekanan dari ibuku karena aku ikut ibu dan semua adik ikut ibu, ayahku sudah tidak mau tau keadaan anak2nya, kini aku ingin mendapat pekerjaan tapi keadaan selalu membelenggu ku didalam rumah kontrakan ini, ditambah lagi aku orang yang susah bersosial apalagi dengan orang yang lebih tua, aku merasa tercipta jadi produk gagal didunia ini, sudah setahun lebih aku tidak bisa tidur dengan tenang, aku selalu insomnia dan sangat khawatir dengan diriku, bahkan aku ingin mengalami skizofrenia aku ingin semua ini adalah sebuah fantasi.
aku yang dari kecil tidak dekat dengan ayah dan lebih parah lagi aku adalah anak yang paling dibenci oleh ayah sendiri, kini aku merindukan kasih sayang seorang ayah. Aku merasa menyesal saat itu tidak begitu dekat dengan ayahku sendiri, dibalik itu aku juga membenci ayah yang jahat itu.
dibalik semua masalah itu aku adalah sedang dibingungkan dengan orientasi seksualku sendiri, dari masa smp aku tertarik dengan laki laki, sampai sekarangpun begitu, tapi aku juga tertarik melihat wanita yang berparas cantik tapi tidak tertarik secara seksual, setiap saat aku mengkhawatirkan diriku apa yang harus aku lakukan.
Aku merasa aku diciptakan sebagai produk gagal, orientasi seksual yang tidak dapat ku akui didepan sembarang orang, keluarga yang tidak harmonis, beban tanggung jawab yang diberikan ibu padaku, dan saat ini ibuku berubah tidak seperti dulu seakan akan ibuku sekarang tidak mau tau tentang beban anaknya, aku memaklumi mungkin dia sudah lelah dan ingin mencari kebahagiaan dirinya yang telah lama hilang.
terlalu banyak masalah yang berkecamuk dalam otakku tidak dapat aku utarakan ini semua membingungkan, setiap saat aku merasa ingin pergi kesuatu tempat meninggalkan segalanya. Aku pernah mencoba bunuh diri dengan menelan belasan butir obat acak, dan aku masih hidup,
aku ingin mati tapi aku khawatir dengan masa depan adikku,
ini terlalu rumit untuku. Mungkin anda yang membaca akan sulit memahami inti masalahnya. Tapi ini semua selalu berkecamuk dalam otakku.
Your Online Family