Selamat siang, aku mau cerita.
Fyi. Aku bertemu dengan doi itu kurang lebih sepuluh hari lalu. Dalam jangka sepuluh hari itu aku tahu lebih banyak dari pada yang aku pikir, seperti masa lalunya, kebiasaannya, dan hal-hal pribadi lainnya. Puncaknya adalah semalam dia bilang bahwa dia ingin lebih dekat lagi. ingin lebih kenal lagi. dan secara jelas dia bilang bahwa dia ingin serius sama aku. Dalam kondisi ini aku sendiri memang sudah sampai pada fase udah yang gamau main-main lagi. Ingin serius. toh, pacaran pun aku kurang nyaman soalnya aku ini anak perempuan dari strict parents. hubunganku yang pertama memang kandas karena pihak orangtua terutama Mama ga srek sama cowonya.
oke balik lagi, Awalnya aku memang tertarik sama dia, kita punya chemistry. Tapi begitu dia bilang ingin serius, dan menceritakan hal-hal yang tidak aku bayangkan dari dia di masa lalu (Dia bilang dia sempat sampai pada hubungan intim sama mantannya) seketika aku bingung dan seketika aku jadi dilema berat. disatu sisi aku menghargai bahwa dia tidak menutupi apapun dimasa lalunya. tapi aku jadi kecewa. Dia tidak memaksa aku buat menerima. Aku mau mundur tapi gabisa, mau maju juga sepertinya banyak kendala.
Harus gimana?
Halo kak sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih banyak karena kakak sudah mau berbagi cerita di sini. Aku yakin ngga mudah untuk kamu sampai ke titik ini, tapi kamu hebat sudah bertahan hingga sejauh ini. Semoga kondisi kamu sekarang dalam kondisi yang jauh lebih baik dan lebih bahagia ya😊. Aku bisa memahami betapa sulitnya situasi yang sedang kamu hadapi. Rasa bingung dan dilema itu wajar ketika dihadapkan pada pilihan yang berat. Kejujuran pasanganmu memang patut dihargai, tapi perasaan kecewa yang kamu rasakan juga valid dan wajar karena hal ini sensitif dan berat. Pasti sangat ngga mudah dihadapkan oleh pilihan antara menerima masa lalu pasanganmu atau melepaskannya. Pilihan yang akan kamu pilih nantinya harus kamu pertimbangkan dengan baik dan buruknya dan harus kamu sendiri yang memutuskan karena ini adalah jalan dari hidup yang akan kamu jalani. Ngga apa apa ketika kamu memerlukan masukan dari orang terdekat yang kamu percayai untuk permasalahan yang berat ini, namun keputusan tetap ada di kamu karena kamu yang menjalani. Untuk menghadapi permasalahan ini, coba luangkan waktu untuk menanyakan pada diri kamu sendiri, apakah kamu siap menerima masa lalunya secara seutuhnya dan cobalah mempertimbangkan semua faktor yang mungkin muncul dari permasalahan ini seperti pandangan terhadap pasangan secara seutuhnya sampai di kemudian hari, apakah ada kemungkinan bahwa masa lalu ini menjadi permasalahan di kemudian hari, apakah akan muncul ketakutan dan ketidakpercayaan kepada pasangan mengenai hubungan kalian, pikirkanlah juga kondisi kesehatan fisik dan mental dalam menjalani hubungan kedepannya. Pikirkanlah segala resiko dari setiap pilihan yang akan kamu ambil, ketika kamu memilih untuk lanjut kamu juga harus memikirkan konsekuensi yang akan kamu dapatkan baik dan buruknya, ketika kamu memilih untuk melepas kamu juga pikirkan konsekuensi baik dan buruknya. Ambilah keputusan yang paling sedikit konsekuensi buruknya. Kembali lagi, kamu yang menjalani, sehingga apapun keputusan yang akan kamu ambil pastikan itu pilihan yang lebih sedikit konsekuensi buruknya dan pilihan itu juga membuatmu nyaman dan bahagia kedepannya. Tidak perlu terburu-buru, luangkan waktu untuk mengenal lebih dalam dan memahami apa yang paling penting bagi diri kamu. Ingat, kamu berhak memilih yang terbaik untuk kebahagiaanmu. Semangat ya!💪🏻😊
Tim Tanya Konselor
Annisa Nur Fitriani dan Hanina Zulfa