Aku merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara aku memiliki 5 kakak dan satu abang. Sekarang umur ku 18 tahun aku baru lulus sekolah tahun ini.waktu aku sd mamakku sakit batu empedu dan mamaku di bawa ke rumah sakit aku sedih liat mamaku sakit , kemudian mamaku sudah di perbolehkan pulang tapi mamaku tidak sehat ia masih sering sakit dan gatal gatal. waktu aku masih kecil juga mamak sama bapakku sering bertengkar .bapakku sering mabuk, setia malam pulang ke rumah selalu marah marah sama mamaku, pernah bapakku bertengkar sama mama sampai bawa alat tajam, cangkul, pisau, aku takut, aku yg menghalangi bapak mencelakai mamak, setiap kali mereka bertengkar bapak selalu ingin celakan mamak, apalagi mamak sering sakit bapak bilang mati aja sama mamak. kejadian itu sering terjadi setiap hari, aku takut setiap kali bapak pulang malam ke rumah. sebenarnya bapak kalau ga mabuk itu ga jahat kayak gitu tapi kalau mabuk kayak benci banget liat mama. hanya aku yg tau bagaimana kelakuan bapak, kakak dan abang ku tidak tau. aku selau mendam semuanya sendiri. mamak sakit dan orang tua sering bertengkar. aku ga tau mau curhat sama siapa, aku cuma butuh teman curhat
Terima kasih udah mau cerita dan percaya buat berbagi hal yang selama ini kamu pendam sendiri. Aku bisa bayangin gimana beratnya perjalanan hidup kamu dari kecil sampai sekarang. Kamu udah jadi sosok yang sangat kuat dan hebat, walaupun mungkin kamu sendiri belum menyadarinya.
Pertama-tama, wajar banget kalau kamu ngerasa sedih, takut, bahkan bingung karena semua yang kamu alami—melihat mamak sakit, orang tua bertengkar, dan kamu harus menghadapi semua itu sendirian. Anak seusia kamu seharusnya nggak perlu menanggung beban sebesar itu, tapi kamu tetap bertahan sampai sekarang. Itu sesuatu yang luar biasa.
Rasa takut yang kamu alami saat bapak pulang dalam keadaan mabuk, marah-marah, sampai bawa alat tajam, itu traumatis banget. Dan kamu tetap berusaha melindungi mamak… itu menunjukkan kamu punya hati yang besar dan sayang banget sama keluarga.
Kamu nggak salah kalau merasa lelah, sedih, atau butuh tempat curhat. Manusiawi banget. Kamu tuh berhak punya ruang aman, tempat buat cerita, dan orang yang bisa dengerin kamu tanpa menghakimi. Kalau kamu belum nemu orang itu di sekitarmu, nggak apa-apa. Kamu bisa mulai dari langkah kecil, misalnya nulis perasaanmu di buku harian, atau cari komunitas online yang aman buat cerita. Kalau suatu saat kamu siap, kamu juga bisa coba ngobrol sama psikolog secara langsung. Kamu berhak mendapatkan bantuan dan dukungan.
Dan ingat ya, kamu nggak sendiri. Sekarang, kamu udah mulai membuka sedikit isi hati kamu, dan itu langkah awal yang besar.
Kamu bisa hubungi teman bicara via WhatsApp untuk lebih bisa berkomunikasi langsung dengan kami atau menuliskan cerita kelanjutan kamu disini.
-Tim Tanya Konselor-