Saya paham perasaanmu saat kamu sudah memberikan segalanya, mencintai dengan tulus, dan berusaha menjadi yang terbaik untuk seseorang, tapi justru ditinggalkan saat sedang ada masalah, rasanya sangat menyakitkan dan membuatmu merasa tidak dihargai.
Saya ingin kamu tahu bahwa ini bukan tentang kamu tidak cukup baik, tapi bisa jadi tentang orang yang belum siap untuk menghadapi realita hubungan yang sebenarnya. Banyak orang menginginkan kedekatan dan kenyamanan, tapi tidak semua siap menghadapi konflik atau tanggung jawab emosional ketika hubungan diuji. Penting untuk diingat bahwa hubungan yang sehat bukan hanya tentang memberi, tapi juga menerima, dan adanya komitmen dua arah untuk saling bertahan dalam suka maupun duka.
Jika kamu selalu menjadi pihak yang berjuang sendirian, mungkin sudah saatnya kamu meninjau kembali pola hubungan yang kamu jalani—apakah kamu sering mengorbankan diri sendiri demi menjaga orang lain tetap tinggal? Kamu layak mendapatkan seseorang yang tidak hanya hadir di hari-hari cerah, tapi juga memilih untuk tetap tinggal saat badai datang. Mari kita telusuri bersama bagaimana membangun hubungan yang lebih seimbang dan sehat, supaya kamu tidak lagi merasa harus terus menjadi yang “paling berjuang” sendirian.
-Tim Tanya konselor-
kenapa sih aku selalu ditinggal ketika ada masalah, padahal aku sudah berikan dia yang terbaik
1 Answers