aku-kenapa-ya

Tanya KonselorCategory: Psikologiaku-kenapa-ya
mfi al ikhsan asked 1 year ago . Client detail : male, 25-30 y.o

saya hidup di dalam keluarga yang kurang berkecukupan, waktu umur saya 9 tahun orang tua saya cerai, karna saya putra tokoh otomatis karna orang tua saya cerai saya sering di olok olok, bahkan saya selalu di sebut orang yang tidak bisa apa apa, dan saya banci, padahal sebelum itu sya selalu mengikuti kegiatan bermain dengan semangat, tapi ketika sering di cemooh saya sering murung di rumah, bahkan ketika ibu menikah lagi saya sering di usir paksa oleh ibu saya saya sering di bentak atanya sana bermain di luar, padahal diluar sana begitu banyak orang yang mengejek saya, ketika saya kelas 6 saya mendapatkan pelecehan seksual dari teman wanita saya saya sering di peluk bahkan kemaluan wanita itu di perlihatkan kepada saya, dari mulai 1 smp saya jadi penasaran dengan pornografi saya bahkan menonton banyak, kelas 2 smp saya di lecehkan oleh teman lelaki saya kemaluan saya di remes2 saya tidak bisa berbuat apa karna saya selalu kalah dengan orang lain karna saya di buli oleh semua orang termasuk keluarga saya sya ingin bercerita pun tidak bisa, saya selalu menangis sendiri, saya selalu di hadang orang lain untuk berkelahi.  mungkin sya memiliki wajah yang bagus tapi itu malapetaka bagi saya akibat trauma saya jadi gangguan psikologi akibat cobaan bertubi tubi, saya jadi sering mager,saya sering tidak enakan pada orang lain, susah berkonikasi dengan orang lain, sulit menjalankan hubungan, sering kaget, bahkan mental sya selalu down,. saya jadi condong menyuklai sesama jeniss, bagaimana saya bisa merubah itu semua? saya jadi sellu bungkan meskipun ada hal negatif bagi saya saya selalu jadi boneka orang lain karna saya tidak mampu menolak, saya takuttttttttt

1 Answers
Ulfi Mahroja Rizkina Staff answered 1 year ago

Hai kak, Terima kasih telah menghubungi kami dan berbagi cerita dengan kami.
 
Pengalaman yang kakak alami sangat berat, dan bisa dipahami jika kakak merasa kebingungan dan tertekan. Apa yang kakak alami bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh yang berakibat trauma yang mendalam yang mempengaruhi kehidupan kakak di berbagai aspek. 
Merasa rendah diri, sulit berinteraksi dengan orang lain, serta menghadapi perasaan bingung tentang identitas seksual adalah reaksi yang mungkin timbul dari apa yang telah kakak alami.
 
Penting untuk diingat bahwa kakak tidak sendirian dalam perjuangan ini, dan kakak berhak untuk mencari dukungan. Ada banyak cara untuk mulai mengatasi perasaan dan trauma ini, namun itu memerlukan waktu dan langkah-langkah yang tepat. 
Pertama, kakak bisa menghubungi seorang profesional psikolog atau konselor akan sangat membantu. Mereka bisa membantu kakak mengatasi trauma, memahami perasaan kakak dan membangun strategi untuk merespons pengalaman buruk dengan cara yang lebih sehat. 
 
Kakak berhak untuk merasa aman, dihargai, dan dicintai. Meskipun mungkin terasa sangat sulit, penting untuk mengetahui bahwa ada cara untuk membebaskan diri dari perasaan terperangkap dalam masa lalu. Selain itu, bekerja untuk memahami diri sendiri, menghargai siapa kakak, dan memberi ruang untuk kesembuhan adalah langkah penting. Kakak tidak perlu terburu-buru atau merasa bahwa kakak harus memiliki jawaban atau solusi langsung—setiap langkah kecil menuju pemulihan adalah kemajuan.
 
Saya ingin kakak tahu bahwa tidak ada yang salah dengan kakak, dan perasaan yang kakak alami sangat valid.
-Tim Tanya Konselor-