dilecehkan-saat-mabuk

Tanya KonselorCategory: Pelecehan Seksualdilecehkan-saat-mabuk
Kirana Eka putri wibowo asked 4 months ago . Client detail : female, 19-24 y.o

saya sepertinya mengalami pelecehan seksual, saya dicium dan disentuh ketika saya mabuk, diluar kehendak saya, namun karena sudah terlanjur saat saya sadar saya melakukannya lagi, saya juga berhub diluar kehendak saya, saya sudah bilang tidak mau namun tetap dilakukan, namun karena sudah terlanjur saya tetap melakukannya lagi padahal saya bisa menolak tapi tetap saya lakukan karena saya attached, apa saya masih termasuk korban pelecahan atau saya yang overreacting

1 Answers
Ulfi Mahroja Rizkina Staff answered 4 months ago

Terima kasih telah bercerita dengan kami. Apa yang kamu alami tetap termasuk bentuk pelecehan seksual, meskipun setelahnya kamu merasa “ikut terlibat” atau “tidak menolak”. Saat kamu dalam keadaan mabuk dan tidak bisa memberikan persetujuan secara sadar, lalu disentuh atau dicium tanpa izin, itu sudah merupakan pelanggaran terhadap hak tubuhmu. Ketika kamu mengatakan tidak, tapi tetap dilakukan, maka itu bukan persetujuan—itu paksaan. Sangat wajar kalau kamu bingung, merasa bersalah, bahkan mempertanyakan dirimu sendiri. Tapi itu semua adalah reaksi alami dari seseorang yang sedang terluka, bukan tanda bahwa kamu berlebihan. Rasa keterikatan yang kamu rasakan pada pelaku juga tidak menghapus fakta bahwa kamu disakiti. Dalam relasi yang tidak sehat atau yang melibatkan trauma, perasaan semacam ini sangat umum terjadi. Kamu bukan overreacting. Kamu sedang berusaha memahami sesuatu yang sangat membingungkan dan menyakitkan. Dan itu, justru menunjukkan bahwa kamu sedang berusaha menyembuhkan. Kamu tetap berharga, tetap layak dihormati, dan pengalamanmu layak didengarkan tanpa disalahkan. semangat selalu kamu sangat berhargaaaa kamu bisa mengatakan ini \”Aku berhak untuk merasa aman dan dihargai. Apa yang terjadi bukan salahku, dan aku tidak sendiri. Perasaanku valid, dan aku sedang berproses untuk sembuh dengan caraku sendiri. Aku kuat, aku berani menghadapi hari ini, dan aku layak mendapatkan cinta dan dukungan. Aku tidak harus memaksa diri untuk cepat sembuh, yang penting aku tetap berusaha dan memberi waktu untuk diriku sendiri\”
-Tim Tanya Konselor-