Aku mengalami krisis pertemanan

Tanya KonselorCategory: PsikologiAku mengalami krisis pertemanan
Ikha asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Selamat malam.
Sebenernya gatau mau mulai dari mana ya.
Gini, aku punya masalah sama hubungan persahabatan sebenernya.
Aku tipe orang yang kalo udah sayang sama sahabatku kaya “i’ll do anything for them” bahkan kadang ngorbanin kepentingan ku sendiri.
Di protes pacarku karena waktuku lebih banyak buat mereka.
Padahal mereka kaya ga ngelakuin hal yang sama, dan aku selama ini ga peduli soal itu.
Ya karena aku ngerasa aku bener2 tulus buat mereka itu.
Sampe di fase aku sadar bahwa “Persahabatan” ini cuma aku yang anggep spesial.
Aku yang berharap banyak.
Senengnya mereka bagi ga cuma ke aku, ketemen2 mereka yang lain.
Sedihnya, cuma ke aku.
Seakan mereka butuh support system, dan itu aku.
Tapi kalo aku ngerasa tiap aku cerita sama mereka, i’ve got nothing. Mereka ga sepeduli itu we
Kaya ga dapet apa2 aja, bebanku ya bebanku.
Beban mereka , bebanku.
Sampe sampe semua masalahku ku pendem sendiri, nangis sendiri.
Tapi didepan mereka , hey aku gapapa.
Sampe aku ngerasa mau gila,
Sampe akhirnya aku yang menjauh dari mereka.
Mungkin kalo ditanya “ya lo curhat aja sih, kalo lo ga cerita gimana mereka bisa tau”
Ya bukan gitu, disaat aku lagi butuh sandaran mereka punya urusan yang lebih penting.
Jadi aku urungin niat buat cerita.
Sampe saat ini akhirnya aku lebih nyaman sendirian,
Orang2 yang ku anggep sahabatku pun sepertinya ga sadar aku pergi.
Hehe mereka lupa kalo aku pernah ada di hidup mereka sepertinya.
Kadang aku kangen, tapi aku ngerasa aku ga seasik itu buat kembali ke mereka.
 
Sekarang yang jadi masalah, akubjadi gapeduli sekitar, aku hidup untukku sendiri. Gamau menjalin hubungan terlalu deket. Ga bersahabat. 
Dulu aku sempat punya masalah jiwa sepertinya bisa dibilang gitu, sempat menjadi seorang lesbians, gapunya temen, gapunya sandaran, menyakiti diri sendiri. Aku sempat takut kembali kemasa dimana aku gabisa membuat diriku ini baik baik aja, mentalku down. Aku terlihat baik saja tapi aku hancur didalam. Aku merasa aku ga ada gunanya karena ternyata aku ga berarti buat mereka yang kuanggap penting.
 
Terimakasih

1 Answers
bunda Staff answered 7 years ago

Hai Ikha, terimakasih sudah mempercayakan masalahmu ke kita.
Jadi tahap yang paling penting ketika kita menghadapi suatu masalah adalah kita “sadar” bahwa kita memiliki masalah. Dan yang kedua adalah bertanya pada diri sendiri apakah kita mampu menyelesaikan masalah tersebut sendiri. Dan mengkomunikasikannya pada orang lain jika membutuhkan bantuan. Kamu sudah mencapai tahap-tahap itu lho. Gak banyak orang yang bisa mencapai tahap ini 🙂 Jadi, sepertinya kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana yang seharusnya kamu lakukan dan mana yang tidak. Seperti yang sudah kamu ceritakan, langkah yang kamu ambil sudah tepat. Kita bisa memilih siapa saja orang-orang yang seharusnya tetap berada di hidup kita, dan siapa saja yang seharusnya kita jauhi untuk kebaikan kita sendiri. Terkadang pertemanan memang rumit. Tidak banyak orang yang benar-benar mampu berada di hidup kita dalam suka dan duka. Tapi, bukan berarti menemukan mereka jadi hal yang mustahil lho.
Ini cuma masalah proses untuk menemukan yang terbaik saja. Jadi, jangan berhenti untuk mencari. Karena “bersama-sama” lebih baik daripada “sendiri”,kan? Jadikan ini sebuah pengalaman untuk tahu siapa saja orang-orang yang bisa mengerti keadaanmu, dan mana yang tidak.
Semua hal terjadi karena sebuah alasan. Termasuk segala hal yang sudah terjadi di hidupmu. Terlepas dari baik dan buruknya masalah yang kamu hadapi, itu semua akan membuatmu bertumbuh menjadi pribadi yang kuat lagi. Yang terpenting adalah kamu sadar segala hal yang sudah kamu lakukan dan konsekuensinya. Serta mau untuk kembali ke arah yang benar lagi. 
Dalam hidup, kita pasti dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihlah yang baik, agar menjadi pribadi yang baik juga. Semua orang memiliki perannya sendiri-sendiri di dunia ini, tidak ada satupun yang tidak penting. Kamu pasti masih memiliki orang-orang yang peduli terhadapmu. Hanya saja, kamu harus melihat dengan cara yang berbeda kali ini 🙂 
Salam bahagia dari kami 🙂 jangan pernah merasa sendiri.. 🙂