Hubungan Rumah Tangga

Tanya KonselorCategory: PsikologiHubungan Rumah Tangga
Rahmah asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Hallo, saat ini saya sedang bimbang. Dulu sebelum menikah saya tinggal di kota B dan bekerja di kota J. Lalu setelah menikah saya pindah ke kota P mengikuti suami saya. Selama saya tinggal di kota P saya merasa kurang nyaman karena terkadang mertua suka ikut campur rumah tangga kami. Sekarang saya memutuskan untuk pindah kembali ke rumah orang tua dan bekerja di sini. Karena saya juga ingin merawat orang tua saya (bapak) sebab Ibu saya sudah meninggal. Tetapi, kadang suami saya berat hati untuk pindah padahal kerjaan dia pun hanya sebagai honorer di dinas provinsi. Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih sebelumnya.

1 Answers
diana caesaria Staff answered 7 years ago

Dear Rahmah, 
Terkadang memang dalam suatu hubungan rumah tangga, tidak hanya dibumbui situasi perasaan pasangan karena pada kenyataannya di kehidupan ini kita tidak hanya tinggal berdua dan tidak melulu soal asmara. Ada banyak aspek dan pribadi lainnya yang turut andil dalam kehidupan rumah tangga. Tenang, Rahmah tidak sendiri. Hal ini juga dihadapi oleh banyak pasangan rumah tangga lainnya. 
Dikatakan sebagai rumah tangga karena ada pasangan, suami dan istri. Jika menemui masalah, alangkah baiknya didiskusikan baik-baik bersama sebagai pasangan. Keputusan Bersama, bukan suami saja, atau istri saja, melainkan bersama. 
Hal yang perlu didiskusikan, masing-masing kelebihan dan kekurangan atau keuntungan dan kelemahan pada situasi A dan B. 
Duduklah bersama, bicarakan baik-baik dengan menuliskan pada 2 kolom perbandingan, misalnya : 
Jika tinggal di kota B: Kelebihannya 1,2,3, dst. Kekurangannya 1,2,3, dst.
Jika tinggal di kota P: Kelebihannya 1,2,3, dst. Kekurangannya 1,2,3, dst.
Dari situ, Rahmah dan suami bisa melihat mana yg lebih banyak kelebihannya. Selain itu, Rahmah dan suami jadi bisa saling tahu satu sama lain tentang kondisi perasaan dan situasi di masing-masing kota, yang mungkin saja selama ini kalian saling pendam. Dalam mengisi masing-masing kolom, tegaskan pada kalian berdua bahwa ada itikad kejujuran didalamnya sehingga ke depannya tidak berbuah penyesalan. Ada pula itikad untuk berorientasi pada penyelesaian masalah sehingga jika nanti ditengah pengisian kolom ada kendala, entah itu mungkin muncul emosi, kaku, egois, dan lain sebagainya, kalian sudah bersiap hati untuk menjaga empati masing-masing terhadap pasangan dan fokus pada solusi. 
Rahmah yang dikasihi Tuhan, insyaaAllah tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Tuhan memberikan kita masalah beserta menyiapkan jalan keluarnya yang terbaik untuk masing-masing hamba-Nya. Selalu libatkan Tuhan dalam kehidupan kita, dalam kelapangan maupun dalam kesempitan, dalam kebahagiaan maupun dalam permasalahan. 
Semoga terselesaikan dengan hasil yang terbaik. Salam.