Kuliah dan keluarga

Tanya KonselorKuliah dan keluarga
Alurcerita asked 7 years ago . Client detail : , y.o

Halo assalamualaikum kak. 
Saya adalah lulusan SMA tahun 2018 dan saat ini harus menunda kuliah. 
Saya adlh anak angkat dari keluarga yg biasa dibilang kelas atas. Kedua orgtua angkat saya sama sama bekerja di bidang kesehatan. Orang tua kandung saya wiraswasta biasa, dan ibu saya telah meninggal. Saya diangkat anak oleh keluarga bari setelah ibu saya meninggal. 
±6th saya hidup bersama keluarga angkat, disana ada banyak orang, ada orangtua dari ibu angkat saya, ada nenek dari ibu angkat saya juga. 
Saya harus gap year/tdk kuliah tahun ini, karena orangtua angkat saya dan orang tua kandung saya bertengkar. Saya tidak tahu harus menurut sama pihak keluarga yg mana. Dua duanya saya sayang, org tua kdg saya memaksa agar saya berkuliah, sdgkn orangtua angkat saya meminta saya untuk bekerja terlebih dahulu.
Hubungan saya dg keluarga angkat saya bisa dibilang tidak cukup baik. Kita jarang berkomunikasi. Mereka terlalu sibuk. Banyak yg bilang hidup saya pasti enak setelah tgl dg keluarga angkat. Nyatanya tidak sepenuhnya begitu. Mereka punya uang tapi tidak punya waktu. Mereka terlalu mengekang saya, semua kegiatan saya dibatasi.
 
Cita cita saya adlh menjadi seorang psikiater. Agar bisa membantu jiwa jiwa yg luka. Tapi orgtua angkat saya sepertinya tidak mendukung. Terakhir kali saya mendengar mereka berkata “uang siapa yang mau dipake buat kuliah kedokteran?” Sontak saya kecewa sekali mendengar nya. Mereka berbicara sprt itu dg nada yg tidak saya suka. Pantas saja sejauh saya belajar dirumah. Mereka memperlihatkan raut enggan. 
Belum lagi anggota keluarga lain yang mulai memberi komentar tidak enak juga. Katanya saya tidak tau diri, katanya saya sok, dan banyak lagi. Saya mendapat celaan itu hampir setiap hari. 
Saya tau ini tantangan untuk saya. Tapi saya bukan manusia super, saya sedih mendengar omongan seperti itu. Saya berhak mewujudkan mimpi saya. 
Saya harus bagaimana kak ? Lama-lama saya tidak betah di rumah. 

1 Answers
Best Answer
Damba Bestari Staff answered 7 years ago

Waalaikummussalam Wr.Wb.

Halo alurcerita, terimakasih sudah sharing.
Dalam menghadapi sesuatu, ada 3 pilihan:
– Frontal (kamu mengutarakan keinginanmu dg cara yg baik, dan berani menanggung segala konsekuensi positif dan negatif)
– Kompromi (kamu menurunkan sedikit keinginanmu, dan tawar menawar dg keinginan orang lain)
– Menghindar (kamu menghindari orang yg menjadi sumber masalah, karena sudah tidak bisa sama sekali diajak berkomunikasi).
Sepertinya, dalam kasusmu, kompromi adalah yg paling mungkin. Jadi coba kamu komunikasikan lagi dg kedua orang tuamu, namun jangan dlm keadaan emosional (karena kalau dlm kondisi emosi, biasanya pengambilan keputusannya tidak rasional). Bila perlu, libatkan pihak ke 3, orang yg cukup bijak dan disegani oleh orang tua angkatmu sebagai penengah.Terus tunjukkan usahamu dg menunjukkan kalau kamu mmg layak memperjuangkan cita-citamu.
Salam sehat jiwa 🙂