Tinggal bersama ipar

Tanya KonselorCategory: Masalah KeluargaTinggal bersama ipar
ADRI GANTENG asked 5 years ago . Client detail : female, 25-30 y.o

Saya pengantin baru yang menikah belum 1 tahun. Setelah menikah, saya dan suami pindah ke kota G dan tinggal bersama kakak ipar. Kebetulan suami bekerja membatu kakak dan abang ipar. 
sebelum pindah, kami sudah bersepakat untuk tinggal terpisah dengan kakak dan memilih tinggal di ruko tempat usaha suami. 
tetapi baru beberapa hari tinggal di ruko, ada masalah yg mengharuskan kami pindah. 
awalnya saya minta untuk ngontrak saja, tetapi suami dan mertua menyuruh untuk tinggal dgn kakak. Dgn alasan biar ada teman. 
setelah beberapa bulan hidup bersama, saya kadang merasa lebih baik untuk kami untuk mengontrak saja. 
tetapi suami selalu menolak dgn alasan keuangan atau takut saya susah krna jika mengontrak tentu kami belum punya apa apa seperti kulkas, mesin cuci dan dsb. Suami takut saya kecapean karna saat ini saya sedang mengndung. 
permasalahan muncul lagi saat saya harus memilah melahirkan disini atau di tempat asal saya bersama orang tua. 
saya tidak mau melahirkan di rumah kakak, karna takut tidak nyaman jika ortu saya berkunjung, terkadang saya ingin melahirkan di tempat asal saya krna lebih dekat dgn orang tua dan sepertinya lebih nyaman dirumah sendiri tetapi jika melahirkan disana suami saya tidak bisa menemani saya saat melahirkan. 
Saya sudah sering menyampaikan ini, tetapi suami saya selalu menolak dan ujung ujungnya jadi perkelahian diantara kami. 
apa yg harus saya lakukan? 

1 Answers
Ulfi Mahroja Rizkina Staff answered 10 months ago

Saya paham banget kalau situasi ini bikin bingung dan stres, apalagi dengan kehamilan yang bikin emosi kadang nggak stabil. Tinggal bareng kakak ipar di awal bisa jadi terasa kurang nyaman, apalagi kalau sudah ada keinginan untuk punya ruang pribadi. Suami pasti punya alasan tersendiri untuk khawatir soal keuangan dan kenyamanan kalian berdua, tapi di sisi lain, kamu juga punya hak untuk merasa nyaman, terutama menjelang melahirkan.
Mungkin yang bisa dicoba adalah ngobrol lagi sama suami, tapi dengan cara yang lebih tenang, tanpa terbawa emosi. Coba sampaikan perasaan kamu tentang keinginan untuk punya tempat yang lebih nyaman, misalnya dengan bilang, “Aku butuh tempat yang bikin aku nyaman, apalagi menjelang melahirkan. Aku paham kalau kita masih harus hemat, tapi kita bisa coba cari solusi lain biar nggak terlalu terbebani.” Bisa juga ajak suami cari alternatif tempat kontrakan yang lebih terjangkau tapi nggak terlalu jauh, jadi kalau suami khawatir soal jarak atau biaya, bisa ada jalan tengah.
Tentang melahirkan di rumah orang tua, coba jelaskan kalau itu bukan soal nggak ingin suami di samping, tapi lebih ke perasaan nyaman dan dekat dengan keluarga saat melahirkan. Mungkin suami juga punya kekhawatiran, misalnya nggak bisa ikut, tapi bisa cari cara supaya suami tetap terlibat meskipun jarak jauh, misalnya dengan video call atau hal lainnya.
Yang penting sih, kamu dan suami perlu duduk bareng, bicarakan dengan tenang, dan coba lihat masalah ini dari sudut pandang masing-masing. Konflik itu wajar, tapi pasti ada jalan keluar kalau kalian berdua mau cari solusi bareng.
-Tim Tanya konselor-