Assalamua\\\\\\\\\\\\’laikum, kak. Sebelumnya, saya terimakasih mau lihat ini Saya sma lulusan 2019, waktu sbmp pertama tidak lulus, yang kedua juga tidak lulus juga, mau tidak mau saya terpaksa kuliah lewat jalur lain. saya merasa orangtua saya berbeda memperlkukan saya dengan kakak saya walaupun mereka bilang tidak tapis saya mersakan iya. Ditambah lagi kakak saya juga lulusan kesehatan jurusan favorit. saya kuliah di jurusan farmasi. saya tahu saya lemah di kimia tapi saya paksakan kuliah karena orangtua menyuruh saya kuliah tahun 2020. waktu itu hati saya tidak mau dan juga terpaksa. Kebetulan di univ saya jurusan farmasi baru berjalan 2 tahun. saat melihat orangtua saya kayak bangga tapi untuk saya tidak. saya merasa tidak bahagia. waktu kuliah ada makul yang saya mengerti dan tidak. namun, waktu kerja kelompok kebanyakan saya yang mengerjakan. malah teman teman saya ngeluh dengan kerja kelompok tersebut. padahal saya sudah berusaha untuk menatasi soal yang diberikan dosen. setiap harinya saya belajar berat dan hari terasa suram kelabu. Ada hal lucu mau ketawa selalu dibayangi kulaih. waktu UTS dan UAS, selama ini saya mendapatkan nilai dibawah kkm. Malah UAS hari ini 0 yang saya dapatkan. sedih mau bilang ke orangtua susah. takut dapat ipk rendah orangtua marah. Orangtua saya tidak pernah bilang, apakah saya bahagia kuliah di jurusan saya atau tidak. Saya mau berhenti kuliah di jurusan saya saat ini. tapi saya takut ke depannya orangtua saya membenci saya. saya sungguh tidak tahan dijurusan saya ini. saya benar benar menyesal. ntah dosen yang tidak bisa mengajari atau saya yang tidak bisa nangkap pelajaran? padahal waktu SMA saya dapat ranking. saya merasa seperti orang bodoh. Di uts dan uas banyak sekali materi yang tidak dijelaskan dosen keluar di soal. saya ingin sekali bilang berhenti kuliah di jurusan saya. saya berniat tahun ini utbksbmptn tahun ini. Ini merupakan tahun terkahir saya sbmptn. Doakan kak semoga saya lulus tahun ini. Aamiin. Saya benar benar tidak tahu, gimana bilangnya. saya takut kalau disemester kedepannya saya malah tambah buruk. saya benar-benar takut kak. Setiap hari rasanya mau nangis, selalu mikir gimana masa depan saya nantinya. Hari terasa berat sama saya kak 🙁 .
Dear Bunga,
Terima kasih atas kepercayaan dan kesediaan kamu utk berbagi di platform ini, sehingga kami dapat membayangkan apa yang kini tengah kamu hadapi.
Bunga, tampaknya kamu merasa kurang mendapat dukungan dari keluarga, terutama orangtua. Sedih, marah, dan kecewa. Perasaan-perasaan ini tengah berkecamuk selama beberapa waktu belakangan hingga menjadikanmu kian tertekan.
Perilaku orangtua yang kerap membanding-bandingkan, pada akhirnya justru membuat kamu merasa diremehkan dan tidak berharga di depan mereka. Meski mungkin, bisa jadi, ini dilakukan orangtua guna membuatmu lebih termotivasi.
Bunga, pada akhirnya, kami yakin, tidak ada orangtua, yang dengan sengaja, membedakan kasih sayang dan perlakuan mereka. Meski mungkin, banyak terjadi perbedaan pendapat antara kamu dengan mereka.
Tidak ada yang salah dengan perasaan. Baik buruknya justru terletak pada bagaimana cara kita dalam mengekspresikannya pada orang lain.
Mulailah memahami diri sendiri, untuk kemudian belajar memahami seperti apa orang lain memahami kita. Bisa jadi posisi dan situasi mereka (dalam hal ini orangtua) yang mungkin sedang kesulitan, turut mempengaruhi pemahaman mereka.
Cobalah untuk melihat dari berbagai sudut pandang, agar kamu jauh lebih mengerti bagaimana bentuk kasih sayang mereka terhadapmu.
Kemudian, jika sudah mengetahui sudut pandang kedua orangtua, carilah jalan tengahnya.
Mengungkapkan apa yang kamu rasakan/pikirkan tidak harus saat terjadi kesalahpahaman. Mengungkapkan perasaan/pikiran kita juga dapat menghindari terjadinya kesalahpahaman serta membantu kita untuk mencapai keinginan.
Misal:
Mulailah dengan mengungkapkan perasaan kamu. Misal “Saat ini aku sedang lelah, ak bingung, aku merasa sudah banyak berusaha, tapi sepertinya apa yang aku anggap penting dan sedang aku usahakan, berbeda dengan apa yang Mama/Papa pahami..”
Mungkin, kamu mengalami beberapa kegagalan agar kelak lebih memahami arti kebahagian.
Cobalah untuk menyampaikan pendapat mu dari hati ke hati.
Dalam proses penyampaiannya pun, hindari berbicara dalam nada tinggi, serta hindari pula penggunaan kalimat sindiran dan menghakimi.
Misal “Mama, nggak pernah ngerti aku!” “Mama selalu mau menang sendiri!” dsb
Bicaralah disaat yang tepat dan hendaklah melihat kondisi emosional mereka terlebih dahulu. Usahakan secara perlahan, agar mereka lebih memahami pesan yang ingin kamu sampaikan ke depan.
Mungkin, dimulai dengan menceritakan setiap kegiatan, agar mereka makin mengerti posisimu saat ini.
Kami harap, dengan lebih terbuka, ini akan berdampak baik bagi hubungan kalian ke depan. Cobalah dengan perlahan. Pasti mereka merasakan.
Jika nantinya kamu diterima di jurusan impian, berikan alasan terkuatmu untuk mencapai mimpi. Meski mungkin mereka nantinya akan sedikit kecewa. Namun, kami yakin, kamu dapat menunjukkan bahwa jurusan baru ini akan lebih bisa membawamu menjadi pribadi yang sukses ke depan.
Andai kamu gagal pun, kamu tetap tidak boleh menyerah. Tetap semangat menyelesaikan perkuliahan. Cobalah untuk terbuka, jika kelak mengalami kegelisahan dan kekhawatiran mengenai nilai perkuliahan. Mereka pasti akan mengerti.
Pada akhirnya, semua akan berada pada tempatnya. Selalu berpikirlah positif, dear Bunga. Akan selalu ada alasan mengapa hidup menghentikan langkahmu, di titik ini.Sehat selalu. Semoga kamu dilimpahi kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani hidup.
Salam bahagia dari kami Tim Peduli Remaja Indonesia .