Saya mulai lelah dan mau menyerah

Tanya KonselorCategory: PsikologiSaya mulai lelah dan mau menyerah
Nana asked 6 years ago . Client detail : female, 19-24 y.o

Saya sedang kuliah di jurusan farmasi universitas swasta. Saya memiliki 2 kakak perempuan. Keluarga saya rukun, ortu saya tidak pilih kasih. Bisa dibilang keluarga saya normal seperti keluarga yang lain. Kedua kakak saya memiliki kecerdasan diatas rata2, kakak pertama saya seorang yg rajin, berperilaku baik pokoknya kayak anak iaaman orang tua deh. Sementar kakak kedua saya orang yang cerdas, belajar sekenanya, pandai bersosialisasi. Saya sangat akrab dengan kedua kakak saya. Saya mulai merasa tidak memiliki semangat hidup saat berada di awal SMA. Saya punya riwayat dibully saat di asrama waktu itu saya masih di bangku SMP. Saya memiliki kecemasan tentang bagaimana publik melihat saya, saya orang yg rendah diri, iq standar, tidak memiliki bakat apapun, tidak cepat paham, mudah sekali lupa, ceroboh, tidak pandai bersosialisasi. Saya tidak pernah bermimpi menjadi juara pertama, Karen saya tahu itu tidak bisa terjadi kecuali saya masuk kelas dengan rata2 kelas rendah. Saya sering sekali ketiduran tanpa saya sadari, dan keluarga saya tidak percaya hal itu yang mereka percaya saya yang tidak bisa menahan ngantuk. Saya sering sekali lupa apa yg baru saja dikatakan orang lain, sehingga kadang ibu/kakak saya mengakan ” berpikir yang cerdas, otak itu dipake itu semua karena kamu gak belajar makanya bodoh, goblok”. Bahasa yg sering diulang ulang sampai saya hafal. Saya pikir lupa adalah hal yg maklum jadi saya tak goyah saat ibu saya mengatakan hal demikian, namun suatu hari saya berpikir apa saya memang bodoh, apa mama merasa menyia nyiakan uangnya demi pendidikanku padahal aku bodoh. Aku mulai menangis, dan merasa bersalah terhadap orang tuaku. Maafkan aku mah pah, hanya menjadi anak g berguna. Suatu ketika aku optimis untuk belajar, dengan berpikir bahwa mungkin aku kurang belajar, karena kau tidak bisa cepat paham matematika seperti anak lainnya, maka aku mulai belajar matematika dengan menulis soal yang sama dan jawaban berulang ulang hingga lebih dari 5 kali. Aku pernah berencana bunuh diri dengan pisau, sebelum tidur dulu aku sering berdoa agar gak usah bangun sekalian biar g ketemu hari esok. Yang menjadi keresahan ku saat ini adalah aku hanya akan menjadi parasit bagi keluargaku jadi bukankah sebelum terjadi aku menghilang saja atau mati pasti hidup keluargaku dimasa depan bisa lebih baik tanpa ada anak g berguna dan masa depan suram.

1 Answers
Amelina Asmarani Staff answered 2 months ago

Hai Kak Nana, sebelumnya mohon maaf ya jika keresahan yang kakak alami baru bisa dijawab saat ini 🥺🙏 tapi terimakasih banyak ya kak atas kepercayaannya, aku sangat mengapresiasi keberanian kakak terbuka pada pengalaman kakak disini 🤍
Sudah terlalu lama ya kak, sampai akhirnya keresahan kakak bisa terjawab hari ini. Jadi, gimana kabarnya hari ini kak Nana ? Aku berharap dimanapun berada kak Nana selalu diberkahi sehat dan bahagia ya 🫶 Kak aku mengerti dengan apa yang sedang kakak alami, perasaan sedih, kecewa, tidak percaya diri, dan merasa tidak berharga pasti sering dirasakan pada kondisi itu. Tapi kak coba deh lihat lagi kebelakang, apakah pikiran untuk mengakhiri hidup bukan satu-satunya jalan terbaik untuk bisa menyelesaikan ini ? Tentu TIDAK kak. Selain akan menambah masalah baru juga akan mengakhiri kesempatan kakak menemukan potensi hebat dalam diri. Coba deh kakak renungkan kembali hal ini, kalo kakak benar-benar melakukan itu apakah artinya jalan kakak berakhir, masalah didalam keluarga akan berkurang dan mereka akan senang ? TIDAK kak itu tidak benar. Kakak masih harus menempuh perjalanan panjang setelah kematian, bagaimana kakak menjawab hal ini kepada Tuhan ? Apakah Tuhan akan suka atau justru marah dengan keputusan tersebut ? Kemudian keluarga, kakak, Ibu dan ayah ? Bagaimana mereka bisa senang sementara salah satu anggota keluarganya berkurang ? Bagaimana mereka bisa menghadapi setiap pertanyaan orang-orang setelahnya ? Bagaimana mereka bertahan dalam kondisi tersebut kak ? Akankah kakak akan tenang setelah melihat kondisi keluarga yang tidak bisa baik-baik saja setelah kepergian kakak ? Jadi ini bukanlah satu-satunya jalan terbaik pada kondisi seperti ini kak. Coba deh, kakak sering berdoa agar tuhan tidak lagi membangunkan kakak setelah tidur, iya kan ? Lalu apa yang terjadi ? Kakak masih ada, sehat dan panjang umur sampai saat ini, karena Tuhan gak setuju kakak berbuat demikian.
Kak, tidak ada manusia bodoh di dunia, itu hanya label untuk membuat mereka percaya bahwa mereka tidak punya potensi untuk berkembang. Tuhan itu adil kak, karena setiap manusia dikasi banyak keunikan berbeda, mereka dikasi akal untuk bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri. Jadi kata “Nakal” dan “Bodoh” hanyalah sebuah label dari manusia bukan dari Tuhan. Aku justru bangga loh, kakak sudah berusaha sekuat tenaga bahkan sampai 5 kali ? Waw itu keren banget kak, jangan lupa berterima kasih pada diri kakak yaa ❤️ Karena ga semua orang bisa bertahan untuk terus mencoba dan berusaha seperti apa yang sudah kakak lakukan. Walaupun bukan matematika, bukan berarti kakak ga punya bakat atau potensi. Banyak loh kak yang gabisa matematika tapi sukses di dunianya, karena mereka sabar dan tetap mencoba. Contoh Erika Ricardo, dia sukses dengan bakat lukisnya, apakah dia bisa matematika ? Tidak kak, ternyata erika ga sejago itu di matematika. Jadi kuncinya adalah berusaha, berusaha untuk mencari potensi yang sesuai dengan diri kita, berusaha untuk menambah skill baru dan berusaha menambah teman baik yang bisa jadi support system kakak selama mencari potensi tersebut. Aku yakin kakak bisa, kamu kan hebat kak💪Terus kenapa aku sering lupa ? Ngantuk dan ga paham-paham ? Jawabannya ada pada diri kakak dan caranya pun bisa kakak atasi, caranya dengan belajar pelan-pelan jangan sekaligus, cari tempat dan waktu yang sesuai, dan istirahat yang cukup dengan tidak begadang. Kalo susah paham belajar sendiri, coba minta bantuan kakak atau teman yang bisa, kakak tidak harus selalu sendiri untuk mencoba hal baru. Fokus pada kelebihan yang kakak miliki, setelah bangun tidur coba afirmasi diri misalnya “AKU BISA, AKU MAMPU, AKU PINTAR”. Aku yakin kakak bisa, kalo gagal ingat bahwa kakak hebat, bangkit, terus coba lagi, terus sampai kakak benar-benar mampu berdiri di kaki sendiri. Jangan hiraukan kata-kata orang kak, mereka hanya tidak melihat proses yang kakak lewati, mereka hanya melihat hasil sehingga responnya seperti itu.
Semangat ya kak,
Kamu bisa kak pasti bisa, kamu kan HEBAT 😊
Tim Tanya Konselor