Suamiku lebih mementingkan adiknya

Tanya KonselorSuamiku lebih mementingkan adiknya
Jessica octaviani asked 1 year ago . Client detail : , y.o

Siang ka, aku tak tahu lagi harus menceritakan ini semua ke siapa tapi kalau aku pendam rasanya sakit. Aku berpacaran dg suamiku ini setahun dan langsung menikah dan usia pernikahanku ini baru 3 bulan, semenjak pacaran kebutuhan suamiku ini selalu aku yg tanggung sampe nikahpun kita buat usaha yg biayain itu mama aku sendiri dan tidak ada bantuan sedikitpun dari keluarga suami, aku sih mengerti karena kan suamiku baru saja ditinggal ayahnya. tapi kesini kesini suamiku tuh ketauan aslinya, apa2 selalu ngasih ke adiknya tanpa sepengetahuan aku padahal uang yg d suamiku semuanya itu dari orangtua aku. Yg anehnya dia hanya ke adik keduanya. Suamiku sering kepergok berduaan dikamar sama adik keduanya dan anehnya ke adik bungsunya dia biasa aja. Bahkan kalau sms/wa ke adik keduanya dia hapus lg dan telponan dibelakangku, apakah yg terjadi diantara suami dan adiknya? Terus suami tuh sampe rela marah ngebentak hanya demi ngebela adik keduanya..bahkan saat kecelakaan pun terjadi suamiku hanya menolong adik keduanya bahkan aku dan adik bungsunya diabaikan padahal yg parah dlm kecelakaan itu adalah adikbungsunya. Suamiku selalu transfer tanpa sepengetahuan aku, yg bikin sakit hati itu yg suami pakai transfer adalah uang dari orangtuaku yg selalu ngasih tiap bulan. Aku selalu dinomorduakan dibandingkan adik keduanya.. Selalu yg dia prioritaskan adik keduanya. Bahkan sering aku di suruh naik ojeg online demi dia ngantar adiknya. Semua barang2 aku dipakai adik keduanya bahkan aku suka merasa suamiku ada apa dg adik keduanya.. Pernah berantem hebat karena aku meluapkan rasa sakit ini ke suami dan suami malah nampar aku😭 buat kaka semuanya aku udh ga tahan jalani semua ini. Apa yg harus aku lakukan?
Ditambah posisiku lg hamil sebulanan😢😭😭

1 Answers
faradilah Hanum Staff answered 2 weeks ago

J : Halo Jess, maaf baru balas curhatan kamu sekarang,
 
Jika boleh berpendapat, sepertinya hubungan kamu dan pasangan tidak sehat. Suami kamu menolak untuk saling berkomunikasi secara terbuka denganmu. Jika demikian, maka kalian tidak akan menemukan konsensus ketika terjadi suatu permasalahan.
 
Saya tidak memahami apa yang melatarbelakangi sikap suami kamu yang demikian. Sebelumnya, apakah kamu sudah bertanya padanya? Jika ia menolak untuk mengatakan yang sebenarnya, maka akan sulit untuk melanjutkan sebuah hubungan. Apakah adik keduanya benar-benar adik kandungnya?
 
Namun diluar itu, sikap suami yang menampar istrinya apalagi ditengah kehamilan adalah perbuatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, hal itu termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Saya pikir, jika hubungan kamu dan pasangan tidak bisa diperbaiki lagi, maka jalan terbaik adalah berpisah. Apalagi justru kamu yang menopang secara keuangan. Ketidakbijakan pasangan kamu dalam hal keuangan sangat tidak bisa dibenarkan, mengingat tugas suami lah yang mencari nafkah, bukan sebaliknya, ditambah sikapnya yang tidak wajar pada adik keduanya, maka wajar jika kamu menjadi curiga, mengingat suami kamu juga tidak mau terbuka.
 
Saya lebih setuju jika kamu bisa lebih fokus pada kesehatan kamu dan anak kamu baik secara fisik maupun psikis. Tidak mengapa untuk berpisah jika itu adalah jalan terbaik untuk membuatmu lebih bahagia. Mengingat pasangan kamu yang sepertinya tidak bisa mempertahankan rumah tangga secara benar. Jangan memaksakan diri berada dalam hubungan yang toxic.
 
Namun, sebelum melangkah jauh memutuskan untuk berpisah, alangkah baiknya kamu mengusahakan terlebih dahulu hal berikut:

  • Lakukan klarifikasi dengan proses mediasi, yaitu melibatkan pendamping dengan meminta bantuan dari keluarga yang dihormati oleh suamimu atau pihak netral seperti lembaga BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan) di daerahmu. Mengingat sikapnya yang tidak menghormatimu, tentunya akan sulit membuatnya menerima ajakanmu diskusi secara mandiri sehingga diperlukan pihak ketiga dalam proses ini. Pihak ketiga inilah yang akan memanggil dan mempertemukan kalian. Dengan kehadiran pihak ketiga juga diharapkan dia lebih bisa menjaga emosinya sehingga meminimalisir kekerasan terhadapmu. Pihak ketiga yang netral diharapkan dapat bertindak sebagai mediator dalam mencari akar masalah dan menjembatani kedua pihak untuk menemukan titik temu yang tidak merugikan pihak manapun. Di sini, kamu bisa menanyakan semua hal yang mengganjal baik finansial, hubungan dengan adik keduanya, sikap dan tanggung jawab yang tidak ditunaikan, dan sebagainya. Dengarkan alasannya, cobalah saling memahami dan mencari titik temu yang win-win solutions.
  • Jika dia masih memiliki itikad untuk mempertahankan pernikahan, buatlah kesepakatan bersama mengenai apa saja baik hak dan kewajiban yang harus dipenuhi masing-masing pihak. Kesepakatan dibuat secara tertulis dan ditandatangani di atas meterai oleh kalian berdua beserta saksi dari perwakilan keluarga kedua pihak dan perangkat yang berwenang misalnya Ketua RT atau RW di mana kalian tinggal. Hal ini untuk mengikat komitmen bersama, sehingga apabila terjadi pelanggaran di kemudian hari, kamu dapat menuntutnya dengan bukti hitam di atas putih.
  • Apabila dia tidak menunjukkan itikad baik, maka kamu dapat mengambil langkah untuk berpisah. Dalam hal ini kamu tidak akan disalahkan dalam mengambil keputusan tersebut karena selama mediasi berlangsung ada pihak mediator yang mengetahui proses awal sampai akhir yang tidak menemukan solusi yang baik.

 
Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan kamu dan bayimu ya…
 
-Tim tanya konselor-